Google Perluas Sistem Peringatan Gempa Android ke Lebih dari 200 Negara - RRI
RRI.CO.ID, Kupang - Google memperluas jangkauan Sistem Peringatan Gempa Bumi Android ke lebih dari 200 negara dan wilayah, meningkat dari sebelumnya 98 wilayah. Sejak diluncurkan, sistem ini diklaim telah mengirimkan lebih dari satu miliar peringatan gempa bumi kepada pengguna.
Google terus mengembangkan teknologi peringatan dini gempa bumi melalui perangkat Android. Ekspansi terbaru mencakup sejumlah wilayah baru, termasuk Panama dan Guatemala. Selain memperluas jangkauan layanan, perusahaan juga meningkatkan informasi yang ditampilkan dalam peringatan agar pengguna dapat mengambil tindakan lebih cepat saat gempa terjadi.
Menurut digitaltrends, sistem ini dirancang untuk memberikan peringatan beberapa detik sebelum guncangan terasa di suatu lokasi. Waktu tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan langkah perlindungan diri, meskipun tidak semua gempa dapat terdeteksi sebelum guncangan dimulai.
Google pertama kali mengumumkan Sistem Peringatan Gempa Bumi Android pada Agustus 2020. Teknologi ini memanfaatkan akselerometer yang tertanam di ponsel Android sebagai sensor pendeteksi gerakan, yang berfungsi menyerupai seismometer mini.
Ketika sejumlah ponsel di wilayah yang sama mendeteksi pola gerakan yang menyerupai aktivitas gempa bumi, perangkat tersebut mengirimkan data ke server Google. Sistem kemudian menganalisis data untuk memperkirakan lokasi serta kekuatan gempa dan menentukan apakah peringatan perlu dikirimkan kepada pengguna di area terdampak.
California menjadi wilayah pertama yang menerima peringatan gempa melalui perangkat Android, dengan memanfaatkan jaringan ShakeAlert milik Survei Geologi Amerika Serikat (USGS). Dalam penerapan awal tersebut, peringatan masih bergantung pada sistem ShakeAlert yang sudah tersedia.
Pada April 2021, Google memperluas layanan berbasis ponsel ini ke Yunani dan Selandia Baru. Ekspansi berlanjut ke sejumlah negara, termasuk Turki, Filipina, dan Kazakhstan pada tahun yang sama.
India kemudian bergabung dengan jaringan tersebut pada 2023. Setahun berikutnya, Google memperluas layanan peringatan gempa ke seluruh 50 negara bagian Amerika Serikat serta enam wilayah teritorial AS.
Kini, dengan cakupan lebih dari 200 negara dan wilayah, sistem tersebut menjadi salah satu upaya Google untuk memanfaatkan perangkat yang digunakan sehari-hari sebagai sarana penyebaran informasi kebencanaan. Selain memperluas jangkauan, Google juga meningkatkan jenis dan detail peringatan yang dapat diterima pengguna Android di wilayah yang didukung.
Saat ini, sistem tersebut menyediakan tiga kategori peringatan yang disesuaikan dengan perkiraan tingkat guncangan. Peringatan pertama adalah Be Aware atau peringatan untuk perkiraan guncangan ringan.
Selanjutnya adalah Be Ready, yaitu peringatan untuk mengantisipasi guncangan yang lebih kuat, dan yang terakhir adalah Take Action, atau peringatan layar penuh untuk guncangan sedang hingga berat, yang ditujukan agar pengguna segera mengambil tindakan perlindungan diri.
Google juga berencana meningkatkan fitur Be Ready dalam beberapa bulan mendatang. Peringatan ini akan dilengkapi peta wilayah tempat guncangan terdeteksi, perkiraan magnitudo gempa, panduan keselamatan, serta tombol untuk mengakses informasi tambahan ketika tersedia.
Penambahan informasi tersebut diharapkan membantu pengguna memahami potensi bahaya dan menentukan langkah yang perlu dilakukan ketika menerima peringatan. Google menyebutkan bahwa fitur peringatan gempa bumi diaktifkan secara default pada perangkat Android yang mendukungnya, namun, pengguna tetap dapat menonaktifkan fitur tersebut melalui menu Keamanan dan keadaan darurat di pengaturan ponsel.
Meski menawarkan peringatan dini, Google mengingatkan bahwa sistem ini memiliki keterbatasan. Tidak semua gempa bumi dapat terdeteksi, dan peringatan terkadang baru muncul ketika guncangan sudah dimulai atau bahkan setelahnya.
Karena itu, sistem peringatan Android sebaiknya dipandang sebagai alat pendukung kesiapsiagaan, bukan jaminan bahwa pengguna akan selalu memperoleh pemberitahuan sebelum gempa terjadi. Dengan perluasan jangkauan dan peningkatan informasi peringatan, Google berupaya menjadikan ponsel Android sebagai salah satu sarana untuk membantu masyarakat mengenali potensi bahaya gempa bumi dan meresponsnya dengan lebih cepat. (JR)