Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Chip Featured Gadget HarmonyOS Huawei Inovasi Sistem Operasi Spesial

    Huawei Perkuat Inovasi Teknologi, Dorong Ekspansi HarmonyOS dan Chip Buatan Sendiri - sidaknews

    5 min read

     

    Shenzhen – Huawei kembali menegaskan strategi jangka panjangnya untuk memperkuat posisi di industri teknologi melalui investasi riset, pengembangan chip, kecerdasan buatan (AI), serta ekosistem sistem operasi HarmonyOS.

    Hal tersebut disampaikan Executive Director sekaligus Chairman of the Investment Review Board dan Chairman of the Board of Directors Consumer BG Huawei, Richard Yu, dalam forum media internasional di Shenzhen, China, Jumat (3/10/2026).

    Dalam pertemuan tersebut, Richard Yu memaparkan perkembangan bisnis konsumen Huawei sekaligus arah perusahaan dalam membangun ekosistem teknologi yang terintegrasi.

    Menurut Yu, Huawei dalam satu dekade terakhir mengarahkan bisnis konsumennya untuk menghadirkan pengalaman hidup berbasis AI yang terhubung dalam berbagai skenario. Strategi itu mencakup mobilitas pintar, produktivitas perkantoran, rumah pintar, kesehatan dan kebugaran, hingga hiburan.

    Investasi Riset Huawei Tembus CNY1,8 Triliun

    Komitmen Huawei terhadap teknologi ditunjukkan melalui besarnya investasi penelitian dan pengembangan (R&D).

    Sepanjang 2007 hingga 2025, Huawei disebut telah menggelontorkan lebih dari 1,8 triliun yuan untuk kegiatan R&D. Porsi belanja riset yang sebelumnya berada di kisaran 10 persen dari pendapatan tahunan kini meningkat menjadi lebih dari 20 persen.

    Investasi tersebut diarahkan pada pengembangan teknologi inti di bidang teknologi informasi dan komunikasi (ICT), termasuk penelitian dasar, pengembangan semikonduktor, perangkat keras, perangkat lunak, serta teknologi AI.

    Huawei menilai investasi jangka panjang tersebut menjadi salah satu fondasi dalam membangun kemampuan teknologi dan portofolio paten perusahaan.

    Kirin 9050 Pro Jadi Andalan Mate 90

    Salah satu hasil pengembangan teknologi terbaru Huawei hadir melalui seri smartphone Mate 90 yang menggunakan chipset Kirin 9050 Pro.

    Huawei menyebut performa perangkat tersebut meningkat sekitar 31 persen dibandingkan generasi sebelumnya.

    Sejumlah komponen penting dalam platform tersebut dikembangkan Huawei sendiri, termasuk modem Balong, image signal processor (ISP), mobile security processor (MSP), Lingxi CPU, Maleoon GPU, serta neural processing unit (NPU) yang menggunakan arsitektur Da Vinci untuk pemrosesan AI.

    Huawei juga memperkenalkan teknologi LogicFolding yang dikembangkan dalam kerangka Tau Scaling Law. Teknologi tersebut mengatur susunan lapisan logika chip secara vertikal dan menggunakan koneksi antarlapisan dengan kepadatan tinggi untuk memperpendek jalur kritis serta menekan latensi.

    Teknologi LogicFolding disebut telah diterapkan pada Kirin 9050 Pro. Huawei mengklaim kemampuan tersebut memungkinkan Mate 90 menjalankan model AI on-device berbasis Mixture of Experts (MoE) dengan kapasitas hingga 30 miliar parameter.

    LogicFolding Akan Dipakai Lebih Banyak Smartphone

    Richard Yu memastikan teknologi LogicFolding tidak hanya digunakan pada perangkat tertentu.

    Menurutnya, Huawei telah menerapkan chip berbasis teknologi tersebut pada smartphone lipat tiga Mate XT 2. Ke depan, teknologi yang sama akan digunakan pada lebih banyak perangkat Huawei.

    “Lebih banyak ponsel kami akan menggunakan chip LogicFolding di masa depan,” kata Yu dalam sesi tanya jawab.

    Namun, Huawei mengakui kapasitas produksi semikonduktor canggih di China masih menghadapi keterbatasan. Kondisi tersebut terjadi ketika kebutuhan chip untuk smartphone dan sektor AI terus meningkat.

    Huawei juga menggunakan kapasitas produksi semikonduktor tersebut untuk memenuhi kebutuhan chip Ascend yang menjadi bagian dari bisnis komputasi AI perusahaan.

    HarmonyOS Terus Berkembang

    Selain chip, Huawei menjadikan HarmonyOS sebagai salah satu pilar utama ekosistem perangkat pintarnya.

    Pengembangan HarmonyOS dimulai pada 2019. Kini, lebih dari 90 juta perangkat, termasuk smartphone, PC, dan tablet, disebut telah menggunakan HarmonyOS 6 dan HarmonyOS 7.

    Jumlah tersebut ditargetkan mencapai 100 juta perangkat pada akhir 2026.

    Ekosistem HarmonyOS juga terus berkembang. Huawei menyebut jumlah aplikasi dan layanan yang tersedia telah melampaui 450.000, sementara jumlah pengembang yang terdaftar secara global mencapai sekitar 11 juta.

    Huawei juga telah menggandeng lebih dari 23.000 mitra inovasi aplikasi.

    Richard Yu mengatakan Huawei tengah mempertimbangkan perluasan HarmonyOS ke pasar internasional secara bertahap.

    Huawei Ingin Kembali Memperkuat Pasar Global

    Huawei juga mulai membuka kembali langkahnya menuju pasar internasional setelah menghadapi berbagai hambatan teknologi dan rantai pasok sejak 2019.

    Yu mengatakan Huawei sebelumnya memiliki posisi kuat di pasar smartphone global. Namun, penjualan smartphone Huawei di luar China kini masih berada pada kisaran beberapa juta unit per tahun.

    Perusahaan, kata dia, berupaya kembali ke pasar luar negeri secara bertahap.

    Huawei melihat peluang tersebut tidak hanya melalui smartphone, tetapi juga melalui produk wearable, tablet, PC, perangkat audio, router, hingga solusi rumah pintar.

    Bisnis wearable Huawei bahkan diklaim telah menjadi salah satu pemain terdepan di pasar China maupun global. Produk TWS Huawei juga mengalami pertumbuhan di sejumlah negara.

    Sementara itu, bisnis tablet berbasis HarmonyOS menunjukkan perkembangan positif setelah Huawei menghadapi keterbatasan akses terhadap sejumlah teknologi dan komponen dari perusahaan Barat.

    Huawei juga mengembangkan CPE atau perangkat router seluler yang ditujukan untuk memperluas akses konektivitas, terutama di wilayah terpencil dan pedesaan.

    Huawei Perkuat Kemandirian Teknologi

    Sejak menghadapi pembatasan akses terhadap teknologi tertentu, Huawei mempercepat pengembangan teknologi dan rantai pasok domestiknya.

    Perusahaan mengembangkan sistem operasi sendiri, perangkat lunak dasar, hingga teknologi semikonduktor dengan dukungan ekosistem manufaktur di China.

    Huawei menyebut pada 2023 produksi chip untuk smartphone kembali dilakukan secara domestik. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mengurangi ketergantungan terhadap teknologi asing.

    Ke depan, Huawei menargetkan penguatan kemampuan teknologi domestik sekaligus membuka kembali peluang ekspansi ke pasar global.

    Richard Yu menilai peningkatan kapasitas industri semikonduktor China menjadi faktor penting agar Huawei dapat menghadirkan lebih banyak produk berteknologi tinggi untuk konsumen di dalam maupun luar negeri. (*)

    Dibaca 6

    Komentar
    Additional JS