Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Data Center Dunia Internasional Featured Internet Rusia Spesial Ukraina Yandex

    Ukraina Serang 3 Data Center Yandex, Layanan Internet Rusia Lumpuh - Kompas

    9 min read



    KOMPAS.com - Ukraina melancarkan serangan pesawat nirawak (drone) terhadap tiga fasilitas pusat data (data center) milik raksasa teknologi Rusia, Yandex, dalam beberapa hari terakhir.

    Serangan yang berlangsung pada 8-11 Oktober 2026 tersebut menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur Yandex. Dua fasilitas terpaksa menghentikan seluruh operasionalnya, sementara satu fasilitas lainnya mengalami gangguan sebagian.

    Dampaknya meluas ke berbagai layanan digital yang digunakan masyarakat Rusia sehari-hari, mulai dari aplikasi transportasi online, pembayaran digital, layanan peta, hingga komputasi awan (cloud computing).

    Yandex merupakan perusahaan teknologi terbesar di Rusia yang kerap dijuluki sebagai "Google-nya Rusia". Perusahaan ini menyediakan berbagai layanan internet, termasuk mesin pencari, email, navigasi, layanan transportasi, hingga kecerdasan buatan (AI).

    Rusia Gempur Ukraina dengan 121 Drone, Serangan Hantam 15 Lokasi

    Baca juga: Peluru Hantam Macbook Air Tentara Ukraina, Kondisi Laptop di Luar Dugaan

    Karena banyak layanan digital Rusia bergantung pada infrastruktur Yandex, kerusakan sejumlah pusat datanya turut mengganggu operasional perusahaan lain.

    Serangan tersebut disebut Ukraina sebagai balasan atas serangan Rusia terhadap fasilitas pusat data di wilayah Kyiv sebelumnya.

    Tiga data center Yandex diserang drone

    Serangan pertama terjadi pada 8 Oktober 2026, ketika drone menghantam fasilitas Yandex di Sasovo, wilayah Ryazan, yang terletak di sebelah tenggara Moskwa.

    Serangan tersebut menyebabkan kerusakan parah hingga seluruh operasional pusat data di Sasovo dihentikan.

    Sehari kemudian, pada 9 Oktober, fasilitas Yandex lainnya di wilayah Kaluga, sebelah barat daya Moskwa, turut menjadi sasaran serangan drone.

    Yandex menyatakan bahwa sebagian infrastruktur di pusat data Kaluga tidak dapat beroperasi akibat serangan tersebut.

    Serangan ketiga terjadi pada 11 Oktober, menyasar pusat data Yandex di wilayah Vladimir, sebelah timur Moskwa.

    Fasilitas tersebut juga terpaksa menghentikan seluruh operasionalnya setelah mengalami kerusakan. Dengan demikian, dalam kurun waktu empat hari, tiga fasilitas pusat data Yandex mengalami kerusakan akibat serangan drone.

    Yandex menyatakan bahwa tim teknisnya terus bekerja untuk memulihkan infrastruktur dan menjaga agar layanan perusahaan tetap dapat digunakan. Namun, perusahaan mengakui bahwa proses pemulihan tidak mudah karena kerusakan yang terjadi cukup serius.

    Menurut laporan Reuters, tidak ada korban luka dalam serangan terhadap fasilitas Yandex di Vladimir.

    Layanan internet Rusia terganggu

    Kerusakan pusat data Yandex berdampak pada sejumlah layanan digital yang digunakan jutaan masyarakat Rusia.

    Tim penyelamat menyisir puing-puing bangunan tempat tinggal setelah serangan Rusia menewaskan satu orang dan melukai delapan korban di Kharkiv, 11 Oktober 2026.

    Lihat Foto

    Beberapa layanan Yandex dilaporkan mengalami gangguan atau tidak dapat diakses, termasuk Yandex Maps, Yandex Go, Yandex Pay, dan layanan penyimpanan awan Yandex Disk.

    Yandex Go merupakan aplikasi yang menyediakan layanan transportasi online dan pengantaran makanan, sedangkan Yandex Pay digunakan untuk melakukan pembayaran digital.

    Gangguan pada Yandex Maps bahkan membuat sejumlah pengemudi taksi kesulitan menggunakan navigasi. Beberapa pengemudi menerima pemberitahuan dari Yandex yang menyarankan mereka beralih sementara ke Google Maps atau Waze.

    Gangguan juga menjalar ke perusahaan-perusahaan yang menggunakan infrastruktur Yandex Cloud.

    Sejumlah perusahaan besar Rusia, termasuk jaringan supermarket Magnit, restoran cepat saji Vkusno i Tochka, dan peritel elektronik M.Video, dilaporkan mengalami masalah akses layanan digital.

    Pengguna Yandex di Kazakhstan, Kirgistan, Uzbekistan, dan Armenia juga melaporkan kesulitan mengakses sejumlah aplikasi perusahaan tersebut.

    Di Armenia, gangguan layanan transportasi Yandex membuat sebagian pengguna beralih ke aplikasi taksi lokal, yang kemudian mengalami lonjakan permintaan. Salah satu gangguan yang paling menjadi perhatian adalah terhentinya layanan pembayaran digital Yandex Pay.

    Masalah ini memicu kekhawatiran pengguna karena mereka tidak dapat mengakses layanan yang biasa digunakan untuk melakukan transaksi.

    Baca juga: Yandex dan Komdigi Siapkan Talenta AI Lewat Pelatihan Gratis

    CEO Divisi FinTech Yandex, Dima Pirogov kemudian memberikan penjelasan untuk menenangkan pengguna. Pirogov memastikan bahwa uang milik pelanggan tetap aman meskipun infrastruktur pusat data Yandex mengalami kerusakan.

    Ia menjelaskan bahwa uang pengguna tidak disimpan secara fisik di pusat data yang diserang. Fasilitas tersebut menampung server yang digunakan untuk menjalankan layanan digital perusahaan.

    Meski demikian, Yandex belum dapat memastikan kapan seluruh layanan pembayaran digitalnya akan kembali beroperasi secara normal. Perusahaan menyatakan akan terus melakukan pemulihan hingga layanan tersebut dapat digunakan kembali.

    Serangan balasan Ukraina

    Serangan terhadap pusat data Yandex terjadi setelah Rusia lebih dahulu menyerang sejumlah fasilitas infrastruktur digital di Ukraina.

    Pada September 2026, serangan Rusia terhadap pusat data di wilayah Kyiv dilaporkan menyebabkan gangguan internet sementara yang berdampak pada sekitar 100.000 rumah tangga.

    Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam konferensi pers rangkaian acara Dewan Eropa di Brussels, Belgia, 18 Desember 2025.

    Lihat Foto

    Rusia mengeklaim fasilitas yang diserangnya digunakan oleh badan intelijen militer Ukraina.

    Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa serangan terhadap infrastruktur digital Rusia merupakan bentuk balasan atas serangan serupa yang dilakukan Moskwa.

    Serangan terhadap Yandex juga menandai perubahan sasaran serangan Ukraina. Sebelumnya, Ukraina banyak menyasar infrastruktur energi dan fasilitas industri Rusia. Kini, pusat data yang menopang layanan digital perusahaan-perusahaan besar juga menjadi sasaran.

    Selain menyediakan layanan internet untuk masyarakat umum, Yandex memiliki infrastruktur komputasi yang digunakan untuk pengembangan AI.

    Baca juga: AS Akui Tempatkan Senjata di Orbit Bumi, Singgung China dan Rusia

    Pusat data Yandex yang menjadi sasaran serangan juga menampung sejumlah superkomputer yang digunakan perusahaan untuk melatih model AI, termasuk YandexGPT.

    Namun, belum diketahui secara pasti seberapa besar kerusakan yang dialami perangkat superkomputer tersebut.

    Rusia siapkan perlindungan data center

    Pemerintah Rusia mulai mempertimbangkan langkah-langkah untuk meningkatkan perlindungan fasilitas pusat data setelah serangkaian serangan terhadap Yandex.

    Menteri Pengembangan Digital Rusia, Maksut Shadayev mengatakan kementeriannya tengah berkoordinasi dengan Kementerian Pertahanan untuk membahas pengamanan infrastruktur tersebut.

    Shadayev menyebut skala serangan yang dialami Yandex belum pernah terjadi sebelumnya. Menurutnya, berbagai perusahaan teknologi Rusia juga turut membantu proses pemulihan layanan yang terdampak.

    Meski demikian, perbaikan seluruh infrastruktur yang rusak diperkirakan tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat.

    Seorang sumber industri yang dikutip surat kabar Rusia Kommersant memperkirakan pengadaan peralatan pengganti untuk pusat data yang rusak bisa membutuhkan waktu hingga enam bulan.

    Hal ini membuat pemulihan penuh layanan Yandex berpotensi berlangsung cukup lama.

    Sebagaimana dihimpun KompasTekno dari The Moscow Times, Senin (12/10/2026), serangan tersebut memperlihatkan besarnya ketergantungan berbagai layanan digital Rusia terhadap infrastruktur pusat data Yandex.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka., 

    Komentar
    Additional JS