Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Bisnis E-Commerce eCommerce Featured Spesial

    Transaksi E Commerce Indonesia Tumbuh 22 Persen pada Kuartal III 2026 - Chatnews

    6 min read


    Aziz Saputra

    Author

    Transaksi E Commerce Indonesia Tumbuh 22 Persen pada Kuartal III 2026
    Ilustrasi belanja secara daring (Foto: Pexels/Cup of Couple)

    Smallest Font

    Largest Font

    ChatNews.id – Pertumbuhan transaksi perdagangan elektronik di Indonesia mencapai 22 persen pada kuartal III 2026. Namun, peningkatan tersebut belum sepenuhnya mencerminkan penguatan daya beli masyarakat karena perubahan pola belanja turut mendorong aktivitas digital, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), dilansir dari RRI.

    Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia, Telisa Falianty, menjelaskan bahwa peralihan masyarakat dari transaksi langsung ke platform daring menjadi salah satu faktor tingginya pertumbuhan e-commerce dibandingkan perdagangan konvensional.

    Dalam perbincangan bersama Pro3 RRI di Jakarta, Jumat, 6 November 2026, Telisa menyebut pertumbuhan konsumsi secara keseluruhan masih relatif terbatas.

    "Sebenarnya kalau konsumsi total masih agak stagnan, di angka 5,07 persen. Tetapi, masyarakat sedang bertransisi dari belanja offline ke online, makanya pertumbuhan e-commerce lebih tinggi daripada yang konvensional," ujar Telisa Falianty, Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia.

    Menurut Telisa, kemudahan bertransaksi, variasi produk, dan efisiensi waktu menjadi sejumlah alasan masyarakat memilih belanja daring. Kenaikan biaya transportasi juga turut memengaruhi perubahan perilaku tersebut.

    Data konsumsi rumah tangga menunjukkan pertumbuhan sebesar 5,07 persen dengan kontribusi sekitar 54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam melihat kondisi konsumsi domestik.

    Telisa juga menyoroti ketimpangan kondisi daya beli berdasarkan kelompok pendapatan. Menurutnya, kemampuan konsumsi masyarakat kelas atas, menengah, dan bawah tidak menunjukkan kondisi yang sama.

    "Ada perbedaan antara daya beli kelompok atas, menengah, dan bawah," ujar Telisa Falianty.

    Ia menempatkan kelompok menengah sebagai salah satu perhatian utama dalam menjaga tingkat konsumsi masyarakat. Kondisi kelompok tersebut dinilai perlu diperhatikan dalam melihat perkembangan daya beli domestik.

    "Yang jadi PR adalah kelas menengah," ujar Telisa Falianty.

    Selain perubahan saluran belanja, perkembangan metode pembayaran turut mendukung aktivitas perdagangan elektronik. Salah satu layanan yang semakin memudahkan konsumen adalah sistem pembayaran beli sekarang bayar nanti.

    "Sistem Pay Later juga semakin memudahkan pembeli," ujar Telisa Falianty.

    Editors Team

    Daisy Floren

    Daisy Floren

    • Like

      0

      Like

    • Dislike

      0

      Dislike

    • Funny

      0

      Funny

    • Angry

      0

      Angry

    • Sad

      0

      Sad

    • Wow

      0

      Wow

    Komentar
    Additional JS