2.117 WNI Datangi KBRI Phnom Penh, Minta Pulang setelah Otoritas Kamboja Merazia Sindikat Judol - Tribunnews
Sudah ada sebanyak 2.117 WNI selama rentang 16-23 Januari 2026 yang mendatangi KBRI untuk meminta dibantu pulang ke tanah air.
Ringkasan Berita:
- Sudah ada lebih dari 2.000 WNI yang mendatangi KBRI Phnom Penh di Kamboja untuk minta dibantu pulang ke Indonesia.
- Permintaan itu muncul setelah pihak berwenang di Kamboja melakukan operasi pemberantasan judi online.
- WNI diminta untuk bersabar dan tertib dalam mengikuti seluruh proses kepulangan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Secara total sudah ada sebanyak 2.117 warga negara Indonesia (WNI) selama rentang 16-23 Januari 2026 yang mendatangi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh di Kamboja untuk meminta dibantu pulang ke tanah air.
Para WNI ini meminta dibantu pulang setelah digelarnya operasi pemberantasan aktivitas penipuan dan judi online di sejumlah wilayah Kamboja. Operasi yang digelar Pemerintah Kamboja ini menyasar lokasi sindikat.
Alhasil operasi ini membuat ribuan warga negara asing, termasuk WNI yang menjadi pekerja penipuan dan admin judi online, memilih melarikan diri.
Tidak hanya KBRI Phnom Penh, kantor kedutaan besar sejumlah negara juga disibukkan dengan pelaporan ratusan warganya.
Adapun jumlah WNI yang datang ke KBRI diprediksi akan terus bertambah.
Sementara itu, Duta Besar RI untuk Kamboja Santo Darmosumarto mengatakan dalam menangani persoalan ini KBRI tengah berkoordinasi intensif dengan otoritas Kamboja. Tujuannya agar para WNI bisa segera mengantongi dokumen syarat perjalanan dan keringanan hukuman keimigrasian.
“KBRI tengah berkoordinasi intensif dengan otoritas Kamboja agar WNI mendapatkan percepatan penerbitan exit permit dan keringanan hukuman keimigrasian,” ungkap Santo, Jumat (23/1/2026).
Baca juga: Ribuan WNI Jadi Korban Sindikat Scam Kamboja, DPR Dorong Perlindungan Maksimal bagi Pekerja Migran
KBRI Phnom Penh saat ini masih terus memproses pendataan, asesmen kasus, dan penerbitan surat perjalanan laksana paspor (SPLP) bagi WNI yang tidak memiliki paspor.
Sementara itu, bagi WNI yang memiliki paspor dan visa masih berlaku, KBRI telah meminta segera membeli tiket dan pulang mandiri.
Santo menyebut sudah puluhan WNI tercatat telah membeli tiket kembali ke tanah air, dan beberapa pulang tanpa menginfokan kepada KBRI.
KBRI Phnom Penh mengimbau WNI untuk bersabar dan tertib dalam mengikuti seluruh proses kepulangan.
“KBRI akan melakukan yang terbaik bagi setiap WNI yang memohon fasilitasi,” katanya.
Sepanjang tahun 2025, KBRI mencatat telah menangani 5.088 kasus WNI atau rerata 15-30 kasus per hari. Angka ini berbanding jauh dengan sepekan terakhir di Januari 2026, yang aduan kasus mencapai 520 laporan per hari.
Dalam kesempatan ini KBRI meminta WNI waspada terhadap tawaran, iming-iming yang mengatasnamakan kantor perwakilan RI. Layanan KBRI tanpa biaya alias gratis, kecuali biaya resmi SPLP sebagaimana aturan.
KBRI juga mengimbau agar WNI menjaga komunikasi dan menginfokan kondisi kepada keluarga dan rekan di tanah air agar keluarga dapat mendukung proses kepulangan ke Indonesia.