Apple & Samsung Juara! Pasar HP Dunia Tumbuh Meski Dihantam Krisis Memori - detik
Apple & Samsung Juara! Pasar HP Dunia Tumbuh Meski Dihantam Krisis Memori
Adi Fida Rahman - detikInet
Pasar smartphone global menunjukkan ketangguhan luar biasa sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data awal dari International Data Corporation (IDC) Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker, pengiriman HP di seluruh dunia pada kuartal keempat (Q4) 2025 tumbuh 2,3% secara tahunan (year-over-year/YoY) dengan total 336,3 juta unit.
Secara akumulatif, sepanjang tahun 2025, total pengiriman HP global menembus angka 1,26 miliar unit. Pertumbuhan ini tetap terjadi di tengah tantangan besar, mulai dari krisis kelangkaan memori, volatilitas tarif, hingga gangguan rantai pasok global.
Dominasi Apple dan Samsung di Segmen Premium
Dua raksasa teknologi, Apple dan Samsung, menjadi motor utama penggerak pasar. Keduanya mencatatkan pertumbuhan tertinggi di antara lima besar vendor lainnya.
Apple berhasil mempertahankan posisi puncak untuk tahun ketiga berturut-turut. Sepanjang 2025, Apple mengirimkan 247,8 juta unit dengan pangsa pasar 19,7%, tumbuh 6,3% YoY.
Pada Q4 2025 saja, Apple mencatat pengiriman 81,3 juta unit dan menguasai 24,2% pangsa pasar kuartalan. Keberhasilan ini didorong oleh meledaknya permintaan seri iPhone 17, terutama di pasar China.
Di sisi lain, Samsung mencatatkan pertumbuhan Q4 terkuatnya sejak 2013, yakni sebesar 18,3% pada kuartal tersebut. Secara tahunan, Samsung tumbuh 7,9%. Kesuksesan ini ditopang oleh performa apik ponsel lipat Galaxy Z Fold 7 dan penetrasi perangkat Galaxy A-Series yang kini sudah dibekali teknologi AI.
"Apple dan Samsung kini menguasai 39% pangsa pasar gabungan, naik dari 37% pada tahun lalu. Ini membuktikan tren 'premiumisasi' di mana konsumen semakin condong memilih perangkat kelas atas," ujar Nabila Popal, Senior Research Director IDC dikutip dari blog resminya.

Di bawah dua raksasa tersebut, Xiaomi tetap berada di posisi ketiga meski menghadapi tekanan. Pada Q4 2025, Xiaomi mencatat penurunan dua digit dengan pengiriman 37,8 juta unit dan pangsa 11,2%, dipengaruhi transisi portofolio ke segmen harga lebih tinggi serta kompetisi yang semakin ketat di China. Secara tahunan, Xiaomi mengirim 165,3 juta unit dengan pangsa 13,1%.
Sementara Vivo berada di peringkat keempat, sangat bergantung pada pasar India yang menjadi mesin pertumbuhan utamanya dengan pengiriman tahunan 103,9 juta unit dan pangsa 8,2%. Oppo menutup Q4 dengan performa kuat berkat peluncuran produk baru di China, meski performa setahun penuhnya sedikit terhambat oleh permintaan yang melandai di luar pasar China. Secara tahunan turun tipis menjadi 102,0 juta unit (pangsa 8,1%).

Awan Mendung di Tahun 2026
Meski menutup 2025 dengan rapor hijau, tantangan besar menanti di depan mata. Ryan Reith, Group Vice President IDC, memperingatkan bahwa industri akan menghadapi prospek yang berbeda pada 2026.
Kelangkaan memori yang dianggap sebagai gangguan rantai pasok yang belum pernah terjadi sebelumnya diprediksi akan menyebabkan pasar terkontraksi pada tahun depan.
"Ukuran dan skala operasional produsen (OEM) akan menjadi kunci. Pemain besar akan lebih mampu mengamankan pasokan dan harga yang kompetitif. Meskipun pasar diprediksi turun, harga jual rata-rata (ASP) diperkirakan justru akan naik karena lonjakan biaya produksi," pungkas Reith.