0
News
    Ingin Cepat Kaya? Kerja, Jangan Judi - Kumpulan Informasi Teknologi Hari ini, Setiap Hari Pukul 16.00 WIB
    Home AI Berita China Dunia Internasional Featured Kecerdasan Buatan Spesial

    China Sudah Pekerjakan Robot di Mana-mana, Pekerja Manusia Mulai Tersisih? - Viva

    5 min read

     

    China Sudah Pekerjakan Robot di Mana-mana, Pekerja Manusia Mulai Tersisih?

    Jakarta, VIVA – China semakin agresif mendorong teknologi mutakhir keluar dari laboratorium dan masuk ke kehidupan sehari-hari. Inovasi yang dulu hanya hadir dalam riset akademik kini mulai beroperasi di bandara, hotel, jalan raya, hingga fasilitas kesehatan. 

    Militer China Uji Coba Drone Bersenjata Api, Tingkat Akurasi 100 Persen

    Langkah cepat tersebut tidak terjadi secara kebetulan. Kombinasi kebijakan pemerintah, dukungan pendanaan, serta penyediaan skenario penggunaan di dunia nyata menjadi kuncinya. 

    Salah satu contoh paling nyata terlihat di Hefei Xinqiao International Airport, ibu kota Provinsi Anhui. Di sana, sebuah robot humanoid beroda bernama Zerith H1 beroperasi di area toilet bandara. Robot ini mampu menyesuaikan tinggi tubuhnya secara otomatis untuk mengumpulkan sampah, membersihkan noda di meja, hingga mengepel lantai.

    AS dan China Ingin Meminang Greenland, Uni Eropa Pasang Badan

    Robot cerdas tersebut dikembangkan oleh Zerith, perusahaan robotika di Hefei. Produk mereka kini telah digunakan di lebih dari 20 lokasi di kota-kota besar China seperti Beijing, Shanghai, Guangzhou, dan Shenzhen, termasuk pusat perbelanjaan, bandara, dan hotel.

    Didirikan oleh tim lulusan kelahiran setelah tahun 2000 dari Universitas Tsinghua, Zerith mencatat kemajuan pesat. Perusahaan ini berhasil beralih dari prototipe laboratorium ke produksi massal hanya dalam waktu satu tahun, dengan total pesanan mencapai lebih dari 100 juta yuan, atau sekitar US$14,34 juta, setara Rp242,3 miliar.

    Dua Jenderal Senior China 'Disikat' Xi Jinping, Diduga Bocorkan Rahasia Negara ke AS

    “Berdasarkan model besar khusus skenario yang kami kembangkan sendiri, kami terus melatih robot, mengumpulkan data, dan mengoptimalkan algoritma di lingkungan simulasi dunia nyata, sehingga meletakkan dasar bagi penerapan praktis,” ujar Yang Wei, kepala petugas merek Zerith, sebagaimana dikutip dari China Daily, Rabu, 21 Januari 2026.

    Ilustrasi robot dan manusia bekerja bersama

    Photo :
    • Freepik

    Yang menjelaskan bahwa rumah tangga merupakan skenario aplikasi utama bagi robot serbaguna. Namun, Zerith memilih memulai dari segmen bisnis ke bisnis, seperti hotel dan laundry kelas atas, yang lingkungannya mirip dengan rumah tangga. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan menguji teknologi sekaligus mengumpulkan data sebelum produk benar-benar masuk ke rumah konsumen.

    Di luar robotika, China juga mempercepat komersialisasi teknologi canggih lain. Di pinggiran barat Hefei, para peneliti mengembangkan teknologi pembangkit listrik fusi. Berbasis proyek “matahari buatan” China, riset ini melahirkan peralatan pemeriksaan keamanan untuk kereta bawah tanah serta sistem terapi proton untuk pengobatan berbagai jenis kanker.

    Bidang mekanika kuantum, yang mencapai usia 100 tahun pada 2025, juga mulai menunjukkan dampak industri nyata. Di sektor kesehatan, Origin Quantum bekerja sama dengan universitas kedokteran di Anhui untuk mengembangkan perangkat skrining kanker payudara berbasis target molibdenum, yang meningkatkan akurasi analisis citra.

    Sementara itu, di sektor manufaktur, instrumen pengukuran presisi kuantum buatan CIQTEK mampu mendeteksi sinyal lemah dari kotoran magnetik pada bahan baku baterai energi baru. Teknologi ini membantu meningkatkan efisiensi inspeksi sekaligus memperbaiki aspek keselamatan baterai.

    Teknologi buatan China juga semakin agresif masuk ke pasar internasional. Di sebuah diler mobil Chery di Kuala Lumpur, Malaysia, robot humanoid AiMOGA berperan sebagai konsultan penjualan cerdas. Robot ini berbicara bahasa Inggris dengan lancar, menyambut pelanggan, memandu pengunjung di ruang pamer, menjelaskan fitur kendaraan, bahkan menyajikan minuman dengan minim intervensi manusia.

    Zhang Guibing, manajer umum Chery International dan AiMOGA Robotics, mengatakan robot tersebut telah digunakan di lebih dari 30 negara. “Selanjutnya, kami akan fokus pada standarisasi skenario yang sudah matang untuk replikasi global yang cepat,” ujarnya.


    Komentar
    Additional JS