0
News
    Ingin Cepat Kaya? Kerja, Jangan Judi - Kumpulan Informasi Teknologi Hari ini, Setiap Hari Pukul 16.00 WIB
    Home Berita Featured GMail Internet Netflix Spesial

    Data Login Gmail hingga Netflix Bocor, Pengguna Diminta Waspada - Tribunnews

    6 min read

     

    Data Login Gmail hingga Netflix Bocor, Pengguna Diminta Waspada - Tribunnews.com

    Kebocoran database tanpa pengaman membuka 149 juta data login dari Gmail, Instagram, Netflix, hingga layanan keuangan.

    L

    CNet

    AKUN GMAIL - Kebocoran database tanpa pengaman membuka 149 juta data login dari Gmail, Instagram, Netflix, hingga layanan keuangan. 

    Ringkasan Berita:
    • Database tanpa pengamanan membocorkan 149 juta username dan password
    • Media sosial, layanan streaming, dan platform keuangan terdampak
    • Pengguna disarankan mengaktifkan autentikasi dua faktor

    TRIBUNNEWS.COM - Tahun 2026 baru berjalan kurang dari satu bulan, namun dunia digital sudah dihadapkan pada kebocoran data berskala besar. 

    Sebuah database yang tidak dilindungi dilaporkan membocorkan sekitar 149 juta data login, terdiri dari username dan password berbagai aplikasi populer.

    Mengutip laporan Phone Arena yang merujuk pada temuan Wired, database tersebut ditemukan oleh analis keamanan Jeremiah Fowler. 

    Database berukuran sekitar 96 GB itu dapat diakses secara bebas tanpa perlindungan apa pun, sehingga sangat berisiko dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

    Menurut Fowler, data yang terekspos berasal dari berbagai jenis layanan digital, termasuk media sosial, email, hiburan, hingga keuangan.

    Beberapa penyedia email yang akunnya terungkap:

    • Gmail: sekitar 48 juta akun
    • Yahoo: sekitar 4 juta akun
    • Outlook: sekitar 1,5 juta akun
    • iCloud: sekitar 900 ribu akun
    • Domain.edu: sekitar 1,4 juta akun

    Baca juga: Google Buka Akses Gratis Fitur AI Gmail, Ini Daftar Lengkapnya

    Aplikasi dan platform populer lain yang terdampak:

    • Facebook: 17 juta akun
    • Instagram: 6,5 juta akun
    • TikTok: 780 ribu akun
    • Netflix: 3,4 juta akun
    • OnlyFans: 100 ribu akun
    • Binance: 420 ribu akun

    Fowler juga menemukan bahwa sebagian data yang bocor berkaitan dengan:

    • Akun perbankan dan kartu kredit
    • Dompet kripto dan akun perdagangan
    • Login ke situs pemerintah dengan domain .gov dari beberapa negara

    Data dari domain pemerintah dinilai sangat berbahaya karena dapat dimanfaatkan untuk serangan penyamaran dan penyusupan ke jaringan resmi, yang berpotensi menjadi ancaman keamanan nasional.

    Hingga kini, tidak diketahui siapa pemilik database tersebut. 

    Fowler melaporkan temuan ini ke perusahaan penyedia hosting, namun proses penutupan akses memakan waktu berbulan-bulan. 

    Bahkan, jumlah data yang tersimpan sempat bertambah sejak pertama kali ditemukan.

    Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab, seperti:

    • Sudah berapa lama database itu terbuka untuk publik
    • Apakah data tersebut sudah diakses pihak lain
    • Apakah database digunakan untuk aktivitas kriminal atau penelitian

    Baca juga: Apple Gandeng Google Gemini, Ini Deretan Fitur Baru iPhone yang Segera Hadir

    Menurut Phone Arena, data seperti email, password, dan URL login sangat bernilai bagi penjahat siber. 

    Dengan mencoba jutaan kombinasi login, peluang keberhasilan tetap besar meski tingkat akurasinya kecil.

    Untuk mengurangi risiko, pengguna disarankan:

    • Mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA)
    • Tidak menggunakan password yang sama di banyak layanan

    Kebocoran ini kembali menjadi pengingat bahwa keamanan digital bukan hanya tanggung jawab platform, tetapi juga pengguna.

    (Tribunnews.com/Widya)

    Komentar
    Additional JS