Kamera Khusus yang Dibawa Abang Grab Ternyata KartaCam 2, Ini Fungsinya - Kompas
Ringkasan berita:
- Grab menggunakan kamera pemetaan khusus bernama KartaCam 2 yang dipasang di motor mitra untuk memetakan jalan hingga gang sempit melalui citra visual 360 derajat. Perangkat ini dibekali empat kamera 48 MP, dual-band GPS 10Hz, teknologi RTK dan LiDAR, serta konektivitas 4G/WiFi, sehingga mampu meningkatkan akurasi peta internal GrabMaps tanpa mengganggu aktivitas mitra pengemudi.
- Privasi menjadi fokus utama dalam pengembangan GrabMaps, dengan penerapan prinsip privacy by design. Data lokasi dianonimkan, wajah dan plat nomor diburamkan otomatis oleh edge AI, serta perekaman berhenti di area indoor. Hingga kini, GrabMaps telah digunakan di 49 kota dengan lebih dari 800.000 titik lokasi dan ditargetkan menjadi solusi peta utama di Asia Tenggara.
KOMPAS.com - Sebuah kamera kecil yang terpasang menjulang di belakang motor salah satu mitra Grab belakangan mencuri perhatian warganet. Bentuknya tak lazim untuk kendaraan ojek online, bukan boks pengantaran, bukan pula aksesori modifikasi.
Usut punya usut, kamera itu bernama KartaCam 2, perangkat khusus yang dipakai Grab untuk memetakan jalan hingga gang sempit lewat citra visual tingkat jalan. Hasilnya dipakai untuk peta internal GrabMaps.
Menurut informasi dari Grab Indonesia, KartaCam 2 merupakan generasi terbaru kamera pemetaan yang mulai diperkenalkan pada 2024. Secara fisik, perangkat ini berbentuk kamera ringkas mirip action cam, tapi fungsinya jauh lebih kompleks dibanding kamera biasa.
"KartaCam 2 adalah perangkat kamera yang digunakan dalam inisiatif pemetaan GrabMaps untuk mengumpulkan citra jalan (street-level imagery) guna meningkatkan akurasi dan kualitas peta," kata Grab Indonesia dalam keterangan resminya kepada KompasTekno, Kamis (15/1/2026).
Baca juga: Google Maps Bisa Dipakai Tanpa Internet, Ini Cara Download Petanya
Kamera ini biasanya dipasang di helm atau bagian belakang motor, lalu dipakai keliling kota, menyusuri jalan dan gang-gang sempit.

Menurut informasi di laman InsideGrab, di balik ukurannya yang kecil, KartaCam 2 menyimpan spesifikasi teknis yang cukup serius.
Perangkat ini dibekali empat sensor kamera 48 MP yang mampu menangkap gambar 360 derajat penuh, baik secara horizontal maupun vertikal. Artinya, seluruh lingkungan sekitar, dari kiri, kanan, depan, belakang, hingga atas dan bawah, bisa terekam dalam sekali jalan.
Soal akurasi lokasi, KartaCam 2 sudah mengandalkan dual-band GPS dengan frekuensi 10Hz, meningkat jauh dibanding generasi sebelumnya yang masih 1Hz.
Dukungan real-time kinematic GPS membuat posisi jalan, tikungan, dan gang bisa dipetakan lebih presisi, termasuk di area padat dan kompleks seperti permukiman.
Kamera ini juga terhubung dengan teknologi LiDAR (Light Detection and Ranging). Dengan pemindai laser ini, KartaCam 2 disebut bisa mengukur jarak dan bentuk objek di sekitarnya secara detail. Ini membuka peluang pemetaan spasial yang lebih akurat.
Seluruh proses pengambilan data didukung konektivitas 4G dan WiFi untuk konfigurasi jarak jauh, serta Bluetooth untuk terhubung dengan ponsel mitra pengemudi.
Dari sisi penggunaan, Grab mengeklaim KartaCam 2 lebih ergonomis dan mudah dipasang. Uji coba di Jakarta menunjukkan waktu pemasangan perangkat ini 83 persen lebih cepat dibanding generasi sebelumnya, sehingga tidak mengganggu aktivitas mitra di lapangan.
Jadi Abang Grab yang jadi kontributor bisa tetap menerima dan menjalankan order seperti biasa.
Privasi saat mapping jalan GrabMaps

Soal privasi, Grab menegaskan pihaknya mengembangkan GrabMaps dengan prinsip privacy by design. Artinya, sejak awal sistem dirancang agar tidak mengumpulkan atau menyimpan data pribadi pengguna maupun publik.
Dalam setiap proses mapping, Grab menyebut tidak ada data personally identifiable information (PII) yang disimpan di server Grab. Data GPS yang dikumpulkan sepenuhnya dianonimkan dan hanya berupa koordinat lokasi, tanpa dikaitkan dengan identitas individu.
Untuk citra jalan, Grab menerapkan pengaburan otomatis pada elemen sensitif.
Wajah orang, plat nomor kendaraan, dan objek lain yang berpotensi mengandung data pribadi akan diblur secara otomatis. Proses ini dilakukan langsung oleh edge AI di KartaCam 2, bahkan sebelum data diunggah.
KartaCam 2 juga dirancang berhenti merekam secara otomatis saat berada di dalam ruangan, guna mencegah pengambilan gambar di area privat.
Baca juga: Mau Koreksi Nama Tempat di Google Maps? Begini Caranya
"(Grab juga) memberikan opsi bagi individu untuk meminta pengaburan tampilan rumah apabila tidak berkenan ditampilkan di GrabMaps," kata Grab Indonesia.
Semua data yang dikumpulkan KartaCam 2 menjadi tulang punggung pengembangan GrabMaps, peta internal Grab yang kini dipakai di seluruh layanannya. Mulai dari navigasi mitra, penentuan tarif, pencarian merchant, hingga menjangkau jalan-jalan kecil yang sering luput dari peta pihak ketiga.
Memasuki tahun kelima pengembangan, Grab menyebut telah tercipta lebih dari 800.000 points of interest yang disebut akurat dan aktif digunakan dalam sistem GrabMaps.
Inisiatif pemetaan ini juga telah diperluas ke 49 kota dengan melibatkan sekitar 80 kontributor, serta menambahkan lebih dari 193 kilometer data geometri jalan.
Ke depan, Grab menargetkan GrabMaps menjadi solusi peta pilihan di Asia Tenggara.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang