0
News
    Home Amerika Serikat Bandung Berita Featured Ilmu Pengetahuan IPTEK Neo Science Olympiad Spesial

    Belajar 30 Menit Setiap Hari, Bocah Asal Bandung Raih Juara 2 Neo Science Olympiad di AS - Kompas

    6 min read

     

    Belajar 30 Menit Setiap Hari, Bocah Asal Bandung Raih Juara 2 Neo Science Olympiad di AS



    BANDUNG, KOMPAS.com - Siswa kelas 3 dari SD BPK Penabur Kota Bandung, Natanael Wiraatmaja meraih juara dunia tingkat 2 (top 2) pada Grand Final Neo Science Olympiad 2025 di Orlando, Amerika Serikat belum lama ini.

    Saat memenuhi undangan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalemkaum, Kota Bandung, Jumat (6/2/2026), Natanael mengaku harus berjuang pada lomba tersebut untuk menyelesaikan soal-soal tentang sains.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    "Aku ngerjain 40 soal (pada babak grand final). Ada yang susah, ada yang tidak," ujar Natanael, Jumat siang.

    Baca juga: Kisah Kiara, Siswa Cerdas Istimewa yang Lawan Stigma Sulit Bergaul dan Banyak Prestasi

    Atas keberhasilannya di Neo Science Olympiad 2025, Natanael pun mendapat undangan khusus untuk mengunjungi markas Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA.

    Banyak yang Belum Tahu, Doa Paling Mustajab Ada di Waktu Ini

    Natanael yang sangat senang dengan sains pun merasa takjub bisa melihat teknologi NASA.

    "Aku sama mama eksplor-eksplor dulu. Terus habis itu kita lihat rocket launch," ujar dia. 

    Natanael berbagi sedikit rahasia bagaimana dirinya bisa mencapai prestasi saat ini.

    Menurut ibu dari Natanael, Novita Setiawan, putranya selalu belajar tentang sains setiap hari.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    "Belajarnya, sekitar 30 menit setiap hari. Tidak lama," tutur Novita.

    Ia mengatakan, salah satu kunci keberhasilan anaknya adalah fokus pada minat dan selalu konsisten.

    Baca juga: Guru Kelas Akselerasi Perlu Pelatihan Khusus Hadapi Siswa Cerdas Istimewa

    Selain itu, Novita menekankan, pola belajar yang diterapkan tidak selalu dilakukan secara serius dan kaku.

    "Fokus sama apa yang dia minati, yang dia sukai, lalu konsisten. Bentuk belajarnya juga macam-macam, kadang cuma baca buku sains komik. Tidak selalu harus belajar yang serius banget," tuturnya.

    Menurut Novita, Natanael memang memiliki ketertarikan kuat pada sains, khususnya natural science, yang juga menjadi kategori lomba yang diikutinya di tingkat dunia.

    "Karena dari kecil memang suka belajar sains, dan kelihatannya anak ini memang tertarik di situ," ucap dia. 

    Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan pun mengapresiasi prestasi yang diraih Natanael karena telah mengharumkan nama Kota Bandung lewat sebuah piagam khusus.

    "Kota Bandung sangat bangga karena menjadi tempat lahir anak luar biasa seperti Natanael. Kita membutuhkan anak-anak yang sejak awal memang bercita-cita menjadi saintis. Tapi saya ingin menekankan, Natanael ini masih prodigi. Biarkan ia tumbuh bahagia, melewati masa remaja dan pendewasaan dengan baik, supaya seluruh potensinya bisa berkembang optimal,” kata Farhan.

    Baca juga: Kisah Marvel dan Louise, Kakak Beradik Peraih Puluhan Medali Olimpiade Sains dan Matematika Dunia

    Selain piagam, Farhan juga memberikan hadiah berupa buku berjudul Revolusi Indonesia and The Birth Of Modern World karya David Van Reybrouck yang menceritakan revolusi Indonesia.

    Menurut Farhan, hadiah itu bukan sekadar simbol, melainkan dorongan agar semangat literasi dan semangat belajar Natanael tidak pernah padam.

    "Semangat belajar jangan pernah berhenti. Salah satu bentuknya adalah membaca. Literasi bisa dari banyak media termasuk digital. Yang penting, anak-anak kita tumbuh dengan ekosistem yang mendukung potensi terbaik mereka,” ujar dia. 

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS