0
News
    Ingin Cepat Kaya? Kerja, Jangan Judi - Kumpulan Informasi Teknologi Hari ini, Setiap Hari Pukul 16.00 WIB
    Home Berita Featured NVIDIA Spesial

    Bukan TI, Ini Bidang yang Paling Disarankan CEO Nvidia - Kompas

    4 min read

     

    Bukan TI, Ini Bidang yang Paling Disarankan CEO Nvidia

    KOMPAS.com - Chief Executive Officer (CEO) Nvidia, Jensen Huang, menyatakan bahwa jika ia berusia 20-an tahun saat ini dan baru lulus kuliah, ia tidak akan mendalami bidang teknologi informasi (TI) atau pemrograman.

    Huang mengaku akan memilih mendalami ilmu fisika sebagai bekal menghadapi masa depan teknologi.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara pada acara World Governments Summit di Dubai, Uni Emirat Arab, pekan lalu.

    Dalam sesi itu, Huang mendapat pertanyaan tentang bidang studi yang sebaiknya dipilih oleh generasi muda di era kecerdasan buatan (AI) yang kian berkembang pesat.

    Iran Unjuk Gigi di Selat Hormuz, AS: Kami Punya Pasukan Paling Mematikan di Dunia!

    “Untuk Jensen muda, usia 20-an, yang baru lulus sekarang, mungkin dia akan memilih, lebih ke ilmu fisika daripada ilmu perangkat lunak,” ujar Huang.

    Menurut dia, dunia teknologi tengah memasuki fase baru yang disebutnya sebagai Physical AI, yaitu fase di mana AI tak lagi hanya memproses data atau menghasilkan konten digital, tetapi juga mampu memahami dan berinteraksi langsung dengan dunia nyata.

    “Gelombang berikutnya dari AI menuntut kita memahami hukum-hukum fisika, gesekan, inersia, sebab-akibat. Kita tidak bisa hanya mengandalkan data. Kita harus membangun AI yang mengerti dunia nyata,” kata Huang.

    Huang menjelaskan bahwa AI modern harus mampu memperkirakan konsekuensi dari tindakannya di lingkungan fisik, seperti menghitung tekanan yang diperlukan untuk memindahkan objek rapuh, atau menyesuaikan gerak ketika menghadapi hambatan nyata.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    “Ketika Anda memasukkan AI fisik ke dalam benda nyata, maka lahirlah robotika,” ujarnya, seperti dikutip KompasTekno dari Economic Times, Selasa (29/7/2025).

    Huang menyebut bahwa Physical AI akan menjadi bagian penting dalam pengembangan robot-robot cerdas di masa depan, terutama di tengah ancaman krisis tenaga kerja global.

    Menurut dia, dalam waktu 10 tahun, pabrik-pabrik generasi baru akan bergantung pada robot untuk menjalankan banyak fungsi produksi.

    “Semoga dalam 10 tahun ke depan, saat kita membangun generasi baru pabrik-pabrik ini, semuanya sangat mengandalkan robot,” katanya.

    Baca juga: Profil Jensen Huang, Dulu Tukang Cuci Piring, Kini Orang Nomor Satu di Nvidia

    Meski memiliki latar belakang teknik elektro dan menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam industri semikonduktor dan AI, Huang meyakini bahwa dasar-dasar ilmu alam, seperti fisika dan kimia, akan lebih relevan dalam membangun AI generasi berikutnya.

    Pernyataan Huang mencerminkan pergeseran fokus dalam dunia teknologi, dari sekadar keterampilan coding ke arah pemahaman lintas disiplin yang lebih ilmiah dan terapan.

    “Kalau saya memulai kembali, saya ingin memahami dunia nyata terlebih dahulu,” pungkasnya.

    Baca juga: Mark Zuckerberg Bajak Shengjia Zhao, Tokoh Kunci OpenAI untuk Masuk Tim AI Meta

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS