Elon Musk Mau Bangun Pabrik AI di Bulan, Satelit Diluncurkan Pakai ‘Ketapel Raksasa’ - Viva
Elon Musk Mau Bangun Pabrik AI di Bulan, Satelit Diluncurkan Pakai ‘Ketapel Raksasa’
Jakarta, VIVA – Elon Musk kembali melontarkan visi ambisius yang memadukan kecerdasan buatan (AI) dan eksplorasi luar angkasa. Dalam pertemuan internal bersama karyawan perusahaan AI miliknya, xAI, ia menyampaikan gagasan membangun pabrik satelit AI di Bulan lengkap dengan sistem peluncur raksasa untuk mengirim satelit ke orbit.
Dalam pertemuan tersebut, Musk mengatakan perusahaan membutuhkan fasilitas produksi di Bulan untuk membangun satelit yang akan menyediakan daya komputasi bagi sistem AI xAI. Ia juga menyebut konsep pelontar luar angkasa itu sebagai mass driver, terinspirasi dari fiksi ilmiah.
“Anda harus pergi ke bulan,” kata Musk dalam rapat seluruh karyawan, sebagaimana dikutip dari New York Times, Kamis, 12 Februari 2026. Menurutnya, langkah itu akan membantu xAI memanfaatkan daya yang lebih besar dibanding perusahaan lain untuk membangun AI mereka.
“Sulit membayangkan apa yang akan dipikirkan oleh kecerdasan pada skala seperti itu, tetapi akan sangat menarik untuk melihatnya terjadi,” tambahnya.
Pekan sebelumnya, Musk juga mengatakan bahwa ia menggabungkan xAI dengan bisnis roketnya, SpaceX, untuk mempermudah rencana membangun pusat data AI di luar angkasa. Kini visinya meluas hingga mencakup fasilitas di Bulan, meski dalam pemaparannya selama sekitar satu jam itu ia tidak menjelaskan bagaimana fasilitas tersebut akan dibangun.
Penggabungan dua lini bisnis tersebut terjadi saat SpaceX bersiap melakukan penawaran saham perdana (IPO), yang disebut bisa terjadi paling cepat Juni. Ketertarikan Musk terhadap Bulan disebut sebagai perkembangan terbaru.
Sejak mendirikan SpaceX pada 2002, ia berulang kali menekankan misi menjadikan manusia spesies multi-planet, terutama dengan membangun koloni di Mars. Namun dalam beberapa bulan terakhir, ia lebih sering menyinggung fokus baru ke Bulan melalui unggahan di platform X.
Dua mantan eksekutif SpaceX mengatakan kepada The Times, dengan syarat anonim, bahwa Bulan sebelumnya tidak pernah menjadi fokus utama perusahaan. Dalam pertemuan itu, Musk menggambarkan Bulan sebagai batu loncatan menuju Mars.
Ia menyebut rencana membangun kota yang mandiri di Bulan, lalu melanjutkan perjalanan ke Mars, dan akhirnya menjelajahi sistem bintang lain untuk mencari makhluk asing. Selain soal luar angkasa, Musk juga membahas perkembangan platform X, yang telah digabungkan dengan xAI.
Ia menyebut X memiliki sekitar 600 juta pengguna aktif bulanan, meski angka ini tidak dapat diverifikasi secara independen. “Sebagian besar orang hanya sesekali membuka aplikasi X ketika ada peristiwa besar dunia,” kata Musk.
Ia menambahkan bahwa kehadiran layanan baru dalam beberapa bulan mendatang, seperti fitur perbankan bernama X Money dan aplikasi obrolan terpisah, akan membuat X lebih menarik. “Kami tentu akan memberi orang alasan, alasan yang menarik, untuk menggunakan aplikasi ini setiap hari dan, menurut perkiraan saya, jauh di atas satu miliar pengguna aktif harian,” ujarnya.
Musk dikenal sering membuat prediksi berani yang terkadang meleset. Pada 2016, misalnya, ia mengatakan SpaceX akan mengirim kargo pertama ke Mars pada 2018, misi yang hingga kini belum terwujud.
Meski begitu, ia mengatakan kepada karyawan bahwa xAI akan terus tumbuh cepat. Ia juga menyinggung kemungkinan hilangnya karyawan tahap awal dan potensi reorganisasi perusahaan.
“Jika Anda bergerak lebih cepat daripada siapa pun di bidang teknologi apa pun, Anda akan menjadi pemimpin, dan xAI bergerak lebih cepat daripada perusahaan mana pun, bahkan tidak ada yang mendekati,” kata Musk. “Karena kami telah mencapai skala tertentu, kami menata perusahaan agar lebih efektif di skala ini. Dan ketika ini terjadi, ada sebagian orang yang lebih cocok untuk tahap awal perusahaan dan kurang cocok untuk tahap berikutnya.”