0
News
    Home Android Featured Gadget Google Smartphone Spesial

    Google Sebut 1 Miliar Pengguna Android Harus Ganti Ponsel, Kenapa? - Beritasatu

    3 min read

     

    Google Sebut 1 Miliar Pengguna Android Harus Ganti Ponsel, Kenapa?


    Ilustrasi Android. (AFP)

    Jakarta, Beritasatu.com - Google memperingatkan bahwa sekitar satu miliar pengguna Android di seluruh dunia kini berada dalam posisi rentan terhadap serangan malware dan spyware. Penyebabnya, sekitar 40% perangkat Android sudah tidak lagi menerima pembaruan keamanan rutin.

    Mengutip Phone Arena, Sabtu (7/2/2026), data distribusi Android terbaru per Desember 2025 menyebutkan, hanya 57,9% ponsel Android yang menjalankan Android 13 atau versi lebih baru. Artinya, sekitar 42,1% perangkat masih menggunakan Android 12 ke bawah dan tidak lagi mendapat patch keamanan resmi dari Google.

    Kondisi ini terutama menimpa ponsel yang dirilis pada 2021 atau sebelumnya. Google sendiri telah menghentikan pembaruan keamanan untuk Android 12 dan versi yang lebih lama, sehingga perangkat-perangkat tersebut semakin rawan disusupi perangkat lunak berbahaya.

    Masalah klasik fragmentasi Android kembali menjadi sorotan. Berbeda dengan ekosistem iOS yang dikelola secara terpusat, Android digunakan oleh banyak produsen dengan kebijakan pembaruan yang berbeda-beda. Akibatnya, adopsi versi terbaru berjalan lambat.

    Data menunjukkan hanya 7,5% perangkat Android yang sudah menggunakan Android 16. Sementara itu, perangkat dengan Android 15 tercatat 19,3%, Android 14 sebesar 17,2%, dan Android 13 sekitar 13,9%. Sisanya berada pada versi lama yang tidak lagi dilindungi pembaruan keamanan.

    Google pun secara tegas menyarankan pengguna yang ponselnya tidak bisa diperbarui ke Android 13 atau lebih tinggi untuk mempertimbangkan membeli perangkat baru. Tidak harus ponsel flagship, ponsel kelas menengah yang masih mendapat dukungan pembaruan dinilai sudah cukup aman.

    Meski demikian, Google menyebutkan bahwa layanan Google Play Protect masih memberikan perlindungan dasar bagi perangkat dengan Android 7 ke atas. Seorang juru bicara Google menyatakan bahwa perangkat lama tetap mendapat pembaruan signature keamanan dan pemindaian malware secara real-time melalui layanan tersebut.

    Namun, Google menegaskan perlindungan tersebut tidak bisa sepenuhnya menggantikan patch keamanan sistem operasi. Risiko pencurian data sensitif seperti kata sandi perbankan, akun finansial, hingga data pribadi tetap lebih tinggi pada perangkat yang tidak lagi mendapat pembaruan.


    Komentar
    Additional JS