Pria China Ini Berhasil Ekstrak Emas dari SIM Card, Harganya Hampir Rp500 Juta! - Viva
Jakarta, VIVA – Seorang pria di China mendadak viral setelah membagikan video ekstraksi emas dari SIM card bekas. Ia mengklaim telah berhasil mengambil 191 gram emas sejauh ini, yang setara hampir Rp487 juta.
Video-videonya memicu tren membeli SIM card bekas, meski ia memperingatkan risiko keselamatan dari proses ini.
Pria yang dikenal sebagai “Qiao” di media sosial berasal dari Huizhou, Provinsi Guangdong. Ia bekerja di bidang pemurnian logam mulia dari limbah, dan salah satu videonya tentang ekstraksi emas sudah ditonton lebih dari lima juta kali.
Dalam video tersebut, Qiao terlihat merendam SIM card ke dalam tong kimia dan menjalankan serangkaian reaksi, termasuk korosi, perpindahan unsur, dan pemanasan untuk mengekstrak emas.
Setelah difilter dan dipanaskan, ia berhasil mendapatkan 191 gram emas senilai hampir 200.000 yuan, atau sekitar US$29.000 atau Rp487 juta, sebagaimana dilansir dari laporan SCMP, Kamis, 5 Februari 2026.
Qiao menjelaskan kepada Xiaoxiang Morning Post bahwa emas tidak diekstraksi hanya dari SIM card. Ia menggunakan hampir dua ton limbah, termasuk chip telekomunikasi, untuk memurnikan emas.
Ia menjelaskan, setiap SIM card hanya mengandung kurang dari 0,001 gram emas. Logam mulia ini digunakan sebagai lapisan tipis pada beberapa bagian untuk meningkatkan stabilitas dan ketahanan terhadap korosi.
Data juga menunjukkan bahwa emas dapat diperoleh dari chip kartu bank dan bagian kontak pada perangkat komunikasi, yang dapat didaur ulang.
Pengguna media sosial menyebut Qiao sebagai “Alchemist”, dengan satu komentar menyoroti bahwa proses ini membutuhkan keahlian kimia tingkat profesional.
Terinspirasi oleh video Qiao, banyak orang mulai membeli SIM card bekas di platform jual-beli di daratan China. Penjual pun memanfaatkan tren ini dengan memasarkan paket SIM card bekas sebagai bahan ekstraksi emas.
Selain itu, ada individu yang menjual alat dan video panduan ekstraksi emas seharga 485 yuan (sekitar US$70 atau Rp1,15 juta). Namun, Qiao memperingatkan agar orang tidak mencoba proses ini di rumah, karena ekstraksi emas melibatkan aqua regia, campuran asam yang sangat korosif dan bisa mengeluarkan gas beracun atau memicu reaksi berbahaya.
Fenomena ini kembali menyoroti peluang dan risiko di dunia logam mulia. Di satu sisi, limbah elektronik ternyata memiliki nilai tersembunyi yang bisa diekstraksi dengan teknologi dan keahlian tepat. Di sisi lain, proses kimia berbahaya seperti ini menekankan pentingnya keselamatan dan pengetahuan sebelum mencoba hal-hal ekstrem untuk mendapatkan emas.