JAKARTADAILY.ID - Realme kini dikabarkan mulai melakukan pemutusan hubungan kerja (layoffs) di India sebagai bagian dari proses reintegrasi kembali ke OPPO setelah beberapa tahun beroperasi mandiri.
Laporan dari media teknologi menyebutkan bahwa pengurangan staf terutama terjadi di tim penjualan dan pemasaran, termasuk area sales manager serta staf lapangan di beberapa negara bagian seperti Gujarat, Delhi, Haryana, dan Punjab.
Beberapa karyawan bahkan telah diminta untuk menyerahkan pengunduran diri dengan tenggat waktu tertentu pada akhir bulan April.
Langkah ini muncul menyusul keputusan strategis untuk menyatukan Realme kembali sebagai sub-brand di bawah OPPO dalam upaya mengurangi biaya operasional dan menyederhanakan struktur organisasi.
Realme sendiri awalnya lahir sebagai sub-brand OPPO pada 2018 sebelum kemudian berpisah dan tumbuh sebagai brand independen di berbagai pasar termasuk India dan Asia Tenggara.
Keputusan baru ini bertujuan memanfaatkan infrastruktur dan jaringan yang lebih luas dari OPPO.
Dampak dari perubahan struktur ini turut dirasakan di jaringan penjualan dan ritel Realme, di mana beberapa unit operasional disesuaikan agar selaras dengan sistem penjualan dan layanan yang sudah dimiliki OPPO.
Menurut informasi yang diperoleh dari sumber internal kanal ritel offline, staf di beberapa titik telah menerima arahan terkait perubahan peran mereka atau kemungkinan pemangkasan posisi.
Meskipun PHK ini menjadi nyata, analis industri menilai bahwa produk Realme diperkirakan tetap melanjutkan peluncuran dan dukungan pasarnya.
Integrasi dengan jaringan layanan OPPO juga dinilai dapat memperluas jangkauan layanan purna jual bagi pengguna Realme ke depan, bahkan jika struktur internal brand berubah.
Perubahan ini mencerminkan tren konsolidasi brand yang semakin kuat di industri smartphone global yang kompetitif, di mana perusahaan mencari cara untuk memaksimalkan efisiensi sumber daya melalui sinergi antar merek yang berada di bawah satu payung korporasi.