0
News
    Home Amerika Serikat Berita Call of Duty Dunia Internasional Featured Game Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    AS Dicurigai Gunakan Strategi Game Call of Duty untuk Membunuh Khamenei - SindoNews

    3 min read

    AS Dicurigai Gunakan Strategi Game Call of Duty untuk Membunuh Khamenei

    Jum'at, 06 Maret 2026 - 06:42 WIB


    AS Dicurigai Gunakan Strategi Game Call of Duty. Foto/Daily

    TEHERAN - Gedung Putih menampilkan beberapa video dari operasi militer terbaru Amerika terhadap Iran beserta jumlah korban yang tewas.

    Cuplikan ini dipublikasikan pada hari yang sama ketika ribuan orang di seluruh Iran berkumpul untuk upacara pemakaman yang meratapi sekitar 175 warga sipil yang tewas dalam serangan tersebut, yang meratakan sebuah sekolah dasar.

    Gedung Putih membantah bertanggung jawab atas serangan spesifik ini, tetapi dilaporkan sedang menyelidikinya, menurut The Guardian.

    Masih belum jelas apakah Activision atau perusahaan induknya, Microsoft, yang menyetujui Gedung Putih menggunakan materi dari Call of Duty.

    Microsoft telah menghadapi kritik dalam beberapa tahun terakhir atas dugaan dukungannya terhadap partisipasi Israel dalam apa yang secara luas diakui sebagai genosida di Palestina.

    Tahun lalu, The Guardian mengungkapkan bahwa organisasi pengawasan militer Israel sangat bergantung pada platform cloud dan Azure milik Microsoft untuk melacak warga Palestina secara ekstensif.

    Microsoft menolak klaim ini, menyatakan dalam sebuah entri blog bahwa mereka telah melakukan penilaian internal dan eksternal dan "hingga saat ini tidak menemukan bukti bahwa teknologi Azure dan AI Microsoft telah digunakan untuk menargetkan atau membahayakan orang-orang dalam konflik di Gaza."

    Seiring berlanjutnya konflik di Timur Tengah, Presiden Donald Trump menghadapi kritik baru menyusul komentar yang ia buat mengenai korban jiwa Amerika.

    Pekan ini, kekacauan terus berlanjut di seluruh Timur Tengah sejak Presiden Trump mengumumkan kerja samanya dengan Israel dalam upaya membubarkan rezim Iran yang ada.

    Perang tersebut semakin intensif dengan banyaknya personel militer AS yang kehilangan nyawa dalam pertempuran, meninggalkan keluarga dan bangsa yang berduka.

    Mengingat betapa cepatnya konflik meluas dalam hitungan hari, banyak orang kini khawatir akan kemungkinan Perang Dunia 3 , dan Presiden kini membuat beberapa pernyataan yang mengkhawatirkan tentang situasi tersebut

    (wbs)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Infografis

    AS Setujui Penjualan...

    AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina

    Komentar
    Additional JS