Blue Origin dan NASA Resmikan Misi NEO Hunter untuk Melindungi Bumi - Media Indonesia

BLUE Origin resmi bermitra dengan para peneliti di Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA dalam misi Near-Earth Object Hunter atau NEO Hunter untuk menggagalkan asteroid yang mungkin berada di jalur tabrakan dengan Bumi.
Misi tersebut dirancang berdasarkan strategi pertahanan planet NASA yang sudah ada. Misi ini akan menggunakan pesawat ruang angkasa milik Blue Origin, yaitu Blue Ring yang telah dilengkapi dengan teknologi pengalihan sinar ion dan dampak kinetik untuk melindungi Bumi dari objek luar angkasa berbahaya.
Perburuan Asteroid NEO Hunter Berasal dari Misi DART NASA
Misi NEO Hunter masih berada dalam tahap konseptual, tetapi rencana yang akan digunakan adalah dengan menggunakan satelit Blue Ring untuk menampung berbagai teknologi pengalihan asteroid.
Teknologi ini mencakup pengalihan sinar ion dan dampak kinetik langsung untuk mengubah lintasan batuan luar angkasa yang berpotensi menimbulkan bahaya bagi Bumi.
Blue Origin menjelaskan bahwa misi ini memiliki dua fase terpisah. Pada fase pertama, NEO Hunter akan melepaskan nanosatelit untuk mengkarakterisasi potensi ancaman objek luar angkasa.
Lalu, dengan menggunakan pemancar sinar ion yang kuat, wahana antariksa ini akan menembakkan sinar partikel bermuatan asteroid untuk mengubah orbitnya.
Cara kerja pada fase pertama ini mirip dengan yang digunakan pada wahana DART milik NASA.
Mesin penggerak ion akan mengeluarkan partikel bermuatan untuk mendorong wahana antariksa. Kemudian, sinar ion dapat mengarahkan aliran atom yang secara teoritis mampu mengubah arah suatu objek di luar angkasa.
Kemudian, fase selanjutnya hanya akan berlaku apabila asteroid tidak dapat dipengaruhi oleh pancaran ion NEO Hunter. Pada fase kedua ini, NEO Hunter berfokus menggunakan strategi gangguan kinetik yang kuat.
NEO Hunter akan menetapkan jalur untuk mencegat asteroid yang ia targetkan dengan kecepatan tinggi, hingga 22.600 mph, untuk menabrak batuan luar angkasa.
Sebelum wahana ruang angkasa ini akan menabrak asteroid, NEO Hunter akan melepaskan satelit kecil bernama “Slamcam” yang bertujuan untuk mendokumentasikan misi.
Teknik ini rupanya pernah digunakan oleh DART yang ditabrakkan NASA ke asteroid Dimorphos pada 2022 lalu. DART secara efektif mampu mengubah orbit Dimorphos dan mengubah orbit pasangan binernya, yaitu Didymos, menjadi mengelilingi matahari.
Astronom Upayakan Pertahanan Bumi
Melindungi planet dari dampak asteroid telah menjadi prioritas yang semakin penting bagi badan antariksa di seluruh dunia. Meskipun para astronom belum mengidentifikasi ancaman yang segera terjadi, tetapi minat publik terhadap ancaman luar angkasa semakin meningkat.
Jika suatu saat asteroid menimbulkan ancaman serius bagi Bumi, NASA dan badan antariksa di seluruh dunia telah bertahun-tahun membangun pertahanan planet terhadap batuan luar angkasa yang berbahaya. Misalnya, JPL telah telah melacak asteroid atau komet dengan orbit yang berjarak cukup dengan dengan Bumi yang dinilai sebagai ancaman.
NASA juga sedang mengerjakan teleskop pemburu asteroid, NEO Surveyor, untuk menemukan objek dekat Bumi yang mampu menyebabkan kerusakan signifikan dan akan diluncurkan pada September 2027.
Kemitraan Blue Origin dan NASA ini akan menambah langkah dalam memberikan perlindungan bagi Bumi dengan memperkuat kemampuan pertahanan planet Bumi. Blue Origin juga akan meluncurkan roket besar New Glenn pada awal tahun 2026 yang berpotensi digunakan untuk menjalankan misi NEO Hunter. (Z-1)
Sumber: Space.com, USA Today