Samsung Pastikan Chip 1,4nm Tetap Jalan, tapi Balapan dengan TSMC Makin Berat -
Samsung Pastikan Chip 1,4nm Tetap Jalan, tapi Balapan dengan TSMC Makin Berat
Samsung menegaskan pengembangan chip 1,4nm masih berjalan sesuai rencana. Konfirmasi ini penting karena menandai langkah terbaru perusahaan Korea Selatan itu untuk tetap bersaing di lini manufaktur semikonduktor paling maju.
Kabar tersebut muncul dalam pengumuman kinerja kuartal I 2026. Pada saat yang sama, Samsung juga melaporkan pendapatan dan laba operasional yang memecahkan rekor, didorong terutama oleh permintaan high-bandwidth memory atau HBM dari industri AI.
Dalam pernyataannya, Samsung menyebut pengembangan node 1,4nm tetap on track. Perusahaan juga mengatakan bisnis foundry sedang mendorong perluasan pelanggan skala besar untuk node 2nm.
Jadwal produksi massal 1,4nm kini ditetapkan pada 2029. Tenggat itu sebelumnya pernah dipasang lebih cepat, tetapi Samsung pada 2025 menundanya dua tahun untuk memusatkan perhatian pada yield 2nm dan stabilisasi node yang sudah ada.
Perubahan jadwal ini membuat posisi Samsung berada di belakang TSMC dalam perlombaan 1,4nm. TSMC menargetkan node A14 miliknya pada 2028, sementara pada 2029 perusahaan tersebut diperkirakan sudah memiliki proses A14P.
Meski begitu, pesan utama dari pembaruan ini adalah Samsung tidak mundur dari roadmap paling canggihnya. Perusahaan justru menegaskan bahwa fondasi menuju 1,4nm sedang dibangun lewat penguatan eksekusi di 2nm.
Fokus besar di 2nm
Samsung menargetkan utilisasi penuh lini produksi advanced node pada kuartal II 2026. Langkah ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya berbicara soal roadmap jangka panjang, tetapi juga menyiapkan kapasitas manufaktur yang lebih langsung berdampak.
Untuk paruh kedua 2026, Samsung telah menyiapkan node 2nm generasi kedua untuk prosesor mobile. Fokus pada 2nm ini menjadi kunci karena sebelumnya perusahaan memang memilih menunda 1,4nm agar hasil produksi dan kestabilan proses yang lebih dekat ke pasar bisa diperkuat terlebih dahulu.
Samsung juga menyebut sedang mengejar ekspansi pelanggan besar untuk 2nm. Perusahaan tidak mengungkap nama pelanggan itu, sehingga spekulasi soal siapa yang akan memakai node tersebut belum mendapat konfirmasi resmi.
Di tengah upaya itu, Qualcomm disebut berpotensi kembali ke Samsung Foundry untuk produksi Snapdragon 8 Elite Gen 6 pada node 2nm generasi kedua. Namun, keterlibatan Qualcomm dalam kapasitas pelanggan besar belum diumumkan secara resmi oleh Samsung.
Sinyal lain datang dari chip internal Samsung sendiri. Exynos 2700 sempat muncul di Geekbench, memberi gambaran bahwa perusahaan sedang meningkatkan kesiapan teknologi 2nm untuk silikon buatannya.
Produksi massal Exynos 2700 dijadwalkan pada akhir 2026 di node SF2P 2nm generasi kedua. Chip itu disebut berpotensi menjadi otak Galaxy S27 di sebagian besar pasar global.
Setelah itu, Samsung juga dilaporkan menyiapkan Exynos 2800 di proses SF2P+ generasi ketiga. Chip tersebut disebut diarahkan untuk seri Galaxy S28 pada 2028.
Mengapa pembaruan ini penting
Konfirmasi soal 1,4nm datang pada saat bisnis semikonduktor Samsung mendapat dorongan kuat dari ledakan AI. Kinerja keuangan yang sangat solid memberi konteks bahwa perusahaan punya momentum untuk terus membiayai peta jalan manufaktur yang agresif.
Samsung membukukan laba operasional rekor sebesar KRW 57,2 triliun. Kenaikan itu ditopang pengiriman HBM4 dan SOCAMM2 untuk platform Vera Rubin milik NVIDIA pada kuartal tersebut.
Artinya, bisnis chip Samsung saat ini tidak hanya bergantung pada foundry. Permintaan memori berperforma tinggi untuk AI juga ikut memperkuat posisi perusahaan saat menata ulang prioritas pengembangan node paling mutakhir.
Dalam industri foundry, isu yield dan kestabilan proses sangat menentukan. Karena itu, keputusan menunda target 1,4nm dari 2027 ke 2029 dapat dibaca sebagai upaya untuk memperkuat eksekusi, bukan menghentikan ambisi di kelas paling atas.
Samsung kini bergerak di dua jalur sekaligus. Di satu sisi, perusahaan menegaskan target 1,4nm tetap hidup, dan di sisi lain, mereka mempercepat pemanfaatan 2nm untuk pelanggan eksternal maupun chip Exynos internal.
Persaingan dengan TSMC tetap menjadi latar besar dari perkembangan ini. Walau Samsung diproyeksikan tertinggal sekitar satu tahun pada 1,4nm, perusahaan masih berupaya menjaga relevansi dengan menawarkan node 2nm yang lebih matang lebih dulu.
Bagi pasar, perkembangan 2nm Samsung dalam waktu dekat mungkin justru lebih menentukan daripada 1,4nm itu sendiri. Jika utilisasi lini advanced node penuh, pelanggan besar bertambah, dan Exynos 2nm benar-benar masuk produksi sesuai jadwal, maka peta persaingan foundry menjelang 2029 bisa berubah lebih cepat dari perkiraan.
Source: gadgets.beebom.com