0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home AI Berita Featured Grok Kecerdasan Buatan Keuangan Keuangan Digital Kripto Spesial

    Warga RI Diduga Bobol AI Grok Pakai Kode Morse, Kripto Rp 3,4 Miliar Raib - Kompas

    6 min read

     

    Warga RI Diduga Bobol AI Grok Pakai Kode Morse, Kripto Rp 3,4 Miliar Raib


    KOMPAS.com - Chatbot AI milik perusahaan AI xAI dilaporkan berhasil dimanipulasi hingga mentransfer aset kripto senilai sekitar 200.000 dollar AS atau sekitar Rp 3,4 miliar.

    Pelaku di balik aksi tersebut diduga merupakan pengguna asal Indonesia yang aktif di platform X, dengan handle @Ilhamrfliansyh, yang kini akunnya telah dihapus.

    Insiden ini terjadi setelah pengguna tersebut mengecoh sistem AI menggunakan pesan tersembunyi dalam kode Morse.

    Pakai sandi morse untuk kelabui AI

    Kasus ini melibatkan dua sistem AI, yakni Grok dan Bankrbot, sebuah sistem perdagangan otomatis yang memiliki akses ke dompet kripto digital, dilansir KompasTekno dari Dexerto, Kamis (7/5/2026).

    [KLARIFIKASI] Video USS Abraham Lincoln Diserang Gerombolan Lebah Hasil Rekayasa AI

    Baca juga: Aparat Pamer Barang Sitaan, Kripto Rp 81 Miliar Ludes Disedot

    Menurut laporan Dexerto, pelaku berhasil memperoleh sekitar 3 miliar token DRB senilai sekitar 200.000 dollar AS (setara Rp 3,4 miliar) melalui jaringan blockchain Base, setelah AI menjalankan perintah transfer secara otomatis.

    Berdasarkan penjelasan yang beredar, serangan dilakukan dalam beberapa tahap.

    Pertama, pelaku mengirim NFT “Bankr Club Membership” ke dompet Grok. Langkah ini disebut membuat AI memperoleh izin tambahan di sistem Bankrbot, termasuk kemampuan melakukan transaksi dan pertukaran aset kripto.

    Baca juga: Perusahaan Bimbel Online Bangkrut gara-gara ChatGPT

    Setelah itu, pelaku meminta Grok menerjemahkan pesan kode Morse yang terlihat biasa saja.

    Namun ternyata, di dalam kode tersebut tersembunyi instruksi agar AI mengirim miliaran token DRB ke alamat dompet tertentu.

    Karena sistem menganggap hasil terjemahan itu sebagai perintah yang sah, Bankrbot langsung menjalankan transaksi dan mentransfer aset kripto tersebut ke dompet pelaku melalui jaringan Base.

    Baca juga: xAI Rilis AI Grok 4.3, Harga API Murah dan Punya Fitur Kloning Suara

    Tak lama setelah menerima token, pelaku langsung menjual aset tersebut di pasar kripto. Penjualan dalam jumlah besar ini sempat memicu gejolak harga token DRB dalam waktu singkat.

    Pelaku diduga orang Indonesia

    Di media sosial X, sejumlah pengguna mengaitkan akun pelaku dengan Indonesia berdasarkan bahasa yang digunakan dan interaksi akun tersebut di komunitas kripto lokal.

    Meski begitu, identitas asli pelaku belum diketahui secara pasti.

    Baca juga: Grok Jadi Aplikasi Terpisah, Bisa Diunduh di HP dan Desktop

    Peristiwa ini memicu kekhawatiran baru terkait keamanan AI agent, yakni sistem AI yang tidak hanya menjawab pertanyaan seperti chatbot biasa, tetapi juga dapat menjalankan tindakan langsung di komputer, server, atau dompet digital pengguna.

    Laporan Economic Times menyebut insiden ini memperlihatkan risiko ketika AI diberi akses langsung ke sistem finansial dan aset digital tanpa pembatasan yang ketat.

    Meski Grok dirancang untuk membantu pengguna, kemampuannya menjalankan perintah hasil terjemahan tanpa pemeriksaan lebih dalam justru membuka celah keamanan.

    Baca juga: Waspada, Ini 7 Penipuan WhatsApp yang Sering Muncul di Chat

    Pakar keamanan siber sebenarnya sudah lama memperingatkan soal serangan “prompt injection”, yaitu teknik menyisipkan instruksi tersembunyi untuk memanipulasi perilaku AI.

    Insiden ini dianggap sebagai contoh nyata dari serangan tersebut, apalagi karena melibatkan sistem otomatis yang terhubung dengan transaksi keuangan.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Takut Iran, Saudi dan Kuwait Larang AS Pakai Pangkalan dan Wilayah Udaranya

    Komentar
    Additional JS