Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home AI Amerika Serikat Aplikasi Berita Dunia Internasional Featured Kecerdasan Buatan Spesial

    AI Jepang Muncul Jadi Pengganti Fable dan Mythos yang Diblokir AS - Kompas

    8 min read

     

    KOMPAS.com – Belum genap dua minggu setelah pemerintah Amerika Serikat memerintahkan Anthropic untuk memblokir dua model AI tercanggihnya, Claude Fable 5 dan Mythos 5, sebuah startup AI asal Jepang sudah meluncurkan alternatifnya.

    Adalah Sakana AI, perusahaan AI yang bermarkas di Tokyo, yang meluncurkan dua model AI baru bernama Fugu dan Fugu Ultra pada Selasa (23/6/2026).

    Yang membuat peluncuran ini menarik perhatian dunia adalah klaim Sakana AI sendiri, Fugu Ultra mampu menyaingi performa Claude Fable 5 dan Mythos Preview di sejumlah tes kemampuan AI.

    AI buatan Jepang ini diklaim sanggup mengisi celah yang ditinggalkan setelah dua model paling canggih milik Anthropic harus dimatikan.

    China Kalahkan AS, Punya Superkomputer Tercepat di Dunia

    Untuk memahami pentingnya momen ini, perlu menengok dulu apa yang terjadi sebelumnya.

    Pada 9 Juni 2026, Anthropic merilis Claude Fable 5 dan Mythos 5, yang disebut sebagai model AI paling canggih mereka. Tiga hari kemudian, 12 Juni 2026, pemerintah AS mengeluarkan surat perintah yang memaksa Anthropic memutus akses ke kedua model itu.

    Alasannya berkaitan dengan kontrol ekspor dan keamanan nasional, khususnya terkait kemampuan kedua model menganalisis kode keamanan siber.

    Anthropic terpaksa mematikan akses Fable 5 dan Mythos 5 untuk seluruh pengguna global, karena tidak ada cara praktis untuk memilah pengguna AS dengan warga negara asing dalam hitungan jam.

    Banyak perusahaan dan developer yang sudah membangun aplikasi di atas Fable 5 langsung kehilangan akses. Mereka butuh alternatif.

    Tepat 11 hari setelah penonaktifan Fable 5, Sakana AI muncul dengan Fugu.

    Baca juga: Anthropic Rilis Claude Mythos 5 dan Fable 5, AI Terkuat yang Bikin Ketar-ketir

    Bukan model AI biasa

    Yang menarik, Fugu bukan model AI bahasa besar alias Large Language Model (LLM) biasa.

    Sakana AI menyebut Fugu sebagai "sistem orkestrasi multi-agen yang bisa diakses lewat satu API model". Sederhananya, alih-alih jadi satu model besar yang berjuang menjawab semua pertanyaan sendirian, Fugu adalah AI yang mengoordinasikan kerja banyak model AI lain.

    Bayangkan Fugu sebagai dirigen orkestra. Sementara model-model AI lain yang sudah ada, mulai dari milik OpenAI, Google, hingga model open source, bertugas sebagai pemain instrumen.

    Saat menerima pertanyaan, Fugu akan memutuskan model AI mana yang paling cocok untuk menjawab. Bisa satu model, bisa beberapa model sekaligus. Hasil dari model-model itu kemudian digabung dan disajikan ke pengguna seakan-akan jawaban itu datang dari satu model AI saja.

    "Fugu adalah LLM yang dilatih untuk memanggil berbagai LLM dalam kelompok agen, termasuk versi dirinya sendiri secara berulang," jelas tim Sakana AI dalam rilis teknis perusahaan.

    Fugu hadir dalam dua varian. Versi standar Fugu untuk tugas sehari-hari, seperti coding dan chat biasa. Versi Fugu Ultra untuk tugas yang lebih kompleks seperti riset AI, analisis keamanan siber, dan investigasi paten yang butuh banyak langkah.

    Baca juga: Mengenal Amanda Askell, Lulusan Filsafat yang Meniupkan Jiwa ke AI Claude

    Klaim mengalahkan Fable 5

    Yang membuat peluncuran Fugu jadi sensasi adalah klaim Sakana AI soal performanya.

    Menurut Sakana AI, Fugu Ultra berhasil menyaingi performa Fable 5 dan Mythos Preview dari Anthropic di banyak tes standar industri AI. Bahkan di beberapa tes, Fugu Ultra disebut mengungguli Claude.

    Klaim ini cukup berani. Sebab di kalangan AI Fable 5 dan Mythos Preview dianggap sebagai model paling canggih saat ini.

    Berikut sejumlah angka yang dirilis Sakana AI:

    - LiveCodeBench (tes kemampuan coding): Fugu Ultra 93,2 - Fugu standar 92,9 - Claude Fable 5 89,8
    - GPQA-Diamond (198 soal pilihan ganda biologi, fisika, kimia tingkat pascasarjana): Fugu Ultra 95,5 - Fugu 95,5 - Claude Mythos Preview 94,6
    - SWE-Bench Pro: Fugu Ultra 73,7, sebanding dengan Fable 5

    Sakana AI juga mengeklaim Fugu Ultra unggul atau seimbang dengan model-model frontier lainnya, seperti Claude Opus 4.8, Gemini 3.1 Pro, dan GPT-5.5 di 8 dari 10 benchmark.

    Yang lebih menarik, hasil ini diklaim dicapai meskipun Fable 5 dan Mythos sendiri tidak ada di dalam kelompok agen Fugu. Memang tidak bisa, karena keduanya sedang diblokir kontrol ekspor pemerintah AS.

    Baca juga: Godfather AI Bicara soal Makhluk Baru dan Penghinaan Terbesar Ketiga

    Siapa di balik Sakana AI?

    Sakana AI didirikan oleh dua peneliti AI ternama, Llion Jones dan David Ha. Keduanya adalah mantan peneliti Google AI.

    Llion Jones adalah salah satu penulis makalah berjudul "Attention Is All You Need" pada 2017. Makalah itu memperkenalkan arsitektur Transformer, fondasi yang kini dipakai oleh hampir semua model AI canggih di dunia. Termasuk ChatGPT, Claude, dan Gemini.

    Nama Sakana sendiri diambil dari kata Jepang untuk "ikan". Filosofinya mencerminkan tesis teknis Sakana AI, memanfaatkan kecerdasan "kawanan" (swarm intelligence), bukan komputasi berbasis kekuatan masif.

    Setelah putaran pendanaan Seri B dengan valuasi 2,6 miliar dollar AS pada akhir 2025, Sakana AI jadi salah satu startup AI paling diperhitungkan di Asia.

    Harga dan ketersediaan

    Fugu sudah tersedia segera di sebagian besar wilayah, dengan pengecualian sementara untuk Uni Eropa dan Wilayah Ekonomi Eropa.

    Berikut daftar harga langganan Fugu:

    - Tingkat Standard: 20 dollar AS per bulan untuk alur kerja ringan
    - Tingkat Pro: 100 dollar AS per bulan dengan kuota 10 kali lipat
    - Tingkat Max: 200 dollar AS per bulan dengan kuota 20 kali lipat untuk tugas panjang yang berjalan terus menerus

    Sebagai promosi peluncuran, Sakana memberi bulan kedua gratis bagi yang berlangganan paket apa pun sebelum 31 Juli 2026.

    Untuk skala perusahaan, Sakana juga menawarkan paket pay-as-you-go. Permintaan dari paket ini mendapat prioritas lebih tinggi dibanding paket langganan bulanan.

    Baca juga: Perlukah Bilang “Tolong” dan “Terima Kasih” ke ChatGPT? Ini Jawabannya

    Tonggak baru AI Asia

    Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, ada perusahaan AI di luar Amerika Serikat dan China yang berani menantang dominasi raksasa-raksasa AI Barat di garis terdepan.

    Dan momennya tidak bisa lebih simbolis lagi. Tepat saat dua model AI paling canggih milik perusahaan Amerika harus dimatikan oleh perintah pemerintah Amerika sendiri, sebuah startup Jepang muncul dengan tawaran alternatif yang masuk akal.

    Apakah Fugu akhirnya berhasil menggantikan Fable 5 di hati para developer dunia? Itu pertanyaan yang akan dijawab oleh pengguna di lapangan dalam beberapa bulan ke depan.

    Tapi yang pasti, perlombaan AI global kini punya satu pemain baru yang serius dari Asia, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari NDTV,

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS