Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Apple Berita Featured Gadget iPad MacBook Spesial

    Apple Kehilangan Rp 4.482 Triliun Setelah Naikkan Harga MacBook dan iPad - Kompas

    5 min read

     


    KOMPAS.com - Saham Apple anjlok lebih dari 5 persen pada perdagangan Kamis (25/6/2026) waktu Amerika Serikat (AS), sesaat setelah perusahaan mengumumkan kenaikan harga sejumlah produknya.

    Penurunan tersebut menghapus sekitar 275 miliar dollar AS (sekitar Rp 4.482 triliun) dari nilai kapitalisasi pasar Apple hanya dalam satu hari perdagangan.

    Ini menjadi salah satu penurunan nilai pasar terbesar yang pernah dialami perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.

    Sebelumnya pada hari yang sama, Apple mengumumkan kenaikan harga sejumlah perangkat, mulai dari MacBook, iPad, Apple TV, hingga HomePod.

    Iran: Serangan AS Akan Timbulkan Kemunduran dan Penyesalan

    Baca juga: Resmi, Apple Naikkan Harga Macbook hingga iPad

    Besaran kenaikan harga berkisar antara 15 hingga 25 persen, tergantung model perangkat. Sementara itu, harga iPhone belum berubah, meski Apple memberi sinyal penyesuaian serupa dapat terjadi di masa mendatang.

    Keputusan tersebut memicu kekhawatiran investor bahwa kenaikan harga akan menekan permintaan konsumen di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh ketidakpastian.

    Menurut laporan Forbes dikutip KompasTekno, saham Apple sempat merosot lebih dari 6 persen sebelum memangkas sebagian kerugian dan ditutup melemah sekitar 5,3 persen di kisaran 277 dollar AS per saham.

    Baca juga: Apple Beri Sinyal Naikkan Harga iPhone dkk

     jadi penyebab

    Apple mengatakan kenaikan harga dilakukan karena lonjakan biaya komponen, terutama chip memori (DRAM) dan penyimpanan (NAND flash).

    CEO Apple, Tim Cook, sebelumnya mengatakan perusahaan sudah berupaya menahan kenaikan harga selama mungkin. Namun, melonjaknya harga memori akibat ledakan industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) membuat strategi tersebut tidak lagi bisa dipertahankan.

    Menurut Apple, perusahaan teknologi seperti Amazon, Microsoft, Meta, dan Alphabet kini membeli memori dalam jumlah sangat besar untuk membangun pusat data AI.

    Baca juga: Apple Jelaskan Mengapa Harga MacBook, iPad dkk Naik

    Akibatnya, produsen memori memprioritaskan pasokan ke industri AI sehingga pasokan untuk perangkat elektronik konsumen menjadi lebih terbatas dan harganya meningkat tajam.

    Investor khawatir penjualan melambat

    Meski Apple dikenal memiliki basis pelanggan yang loyal, analis menilai kenaikan harga tetap berisiko memperlambat penjualan, terutama pada produk yang menyasar konsumen sensitif terhadap harga.

    Kekhawatiran tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong aksi jual saham Apple setelah pengumuman kenaikan harga. Di sisi lain, beberapa analis tetap menilai Apple masih memiliki kekuatan penetapan harga (pricing power) berkat ekosistem produknya yang kuat.

    Baca juga: Vendor Smartphone Ini Batal Rilis HP Baru karena Harga RAM Naik Gila-gilaan

    Analis juga menilai penurunan saham Apple mencerminkan kekhawatiran pasar bahwa dampak ledakan AI kini tidak hanya dirasakan perusahaan teknologi, tetapi juga mulai membebani produsen perangkat elektronik melalui kenaikan biaya komponen.

    Jika harga memori terus bertahan tinggi, Apple sebelumnya mengisyaratkan bahwa penyesuaian harga juga berpotensi menyasar lini iPhone dan produk lainnya pada masa mendatang.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Usai Bertemu Kepala BGN, Purbaya Pastikan Anggaran MBG di Bawah Rp 260 Triliun

    Komentar
    Additional JS