0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home AI Aplikasi Berita Browser Chrome Featured Google Google Chrome Internet Kecerdasan Buatan Spesial

    Google Bantah Mode AI Akan Jadi Fitur Bawaan Chrome - Sumbawanews.m

    2 min read

     

    Google Bantah Mode AI Akan Jadi Fitur Bawaan Chrome


    Sumbawanews.com,- Jakarta – Google secara tegas membantah kabar bahwa mode kecerdasan buatan (AI) akan segera menjadi fitur bawaan di browser Chrome. Kabar yang beredar luas di sejumlah platform digital menyebutkan bahwa perusahaan raksasa teknologi itu tengah menguji integrasi AI langsung ke dalam mesin pencari Chrome, bahkan diklaim akan menggantikan tampilan tradisional hasil pencarian. Namun, pihak Google menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar.

    Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan pada Rabu, Google menjelaskan bahwa mereka memang terus mengeksplorasi cara memperkaya pengalaman pencarian dengan teknologi AI, termasuk melalui fitur seperti “AI Overviews” yang sudah diuji coba di Google Search. Namun, integrasi tersebut tidak serta-merta berarti AI akan menjadi bagian permanen atau bawaan dari antarmuka Chrome.

    “Kami tidak memiliki rencana untuk mengganti atau mengubah tampilan dasar Chrome dengan mode AI khusus,” ujar seorang perwakilan perusahaan. “Chrome tetap menjadi browser yang andal untuk menjelajah web, sementara inovasi AI kami dikembangkan secara terpisah di layanan pencarian dan produk lainnya.”

    Pernyataan ini muncul setelah sejumlah situs teknologi melaporkan adanya “mode AI” yang muncul secara misterius di versi beta Chrome, dengan tampilan yang menyerupai hasil pencarian berbasis AI. Namun, setelah ditelusuri lebih dalam, fitur tersebut ternyata merupakan bagian dari eksperimen Google Search yang hanya muncul untuk sejumlah pengguna tertentu, bukan fitur Chrome itu sendiri.

    Para ahli teknologi menilai, kebingungan ini mungkin muncul karena semakin kaburnya batas antara browser dan mesin pencari dalam ekosistem digital Google. “Pengguna sering kali tidak membedakan antara Chrome dan Google Search. Tapi secara teknis, keduanya adalah produk berbeda dengan fungsi berbeda,” kata Dr. Rina Wijaya, peneliti digital dari Universitas Indonesia.

    Google menegaskan bahwa pengembangan AI untuk pencarian tetap berfokus pada peningkatan relevansi, kecepatan, dan kemampuan menjawab pertanyaan kompleks, bukan mengganti struktur dasar browser. Pengguna yang ingin mencoba fitur AI di pencarian tetap harus mengaktifkannya secara manual melalui pengaturan Google Search, bukan melalui Chrome.

    Dengan demikian, meskipun AI menjadi tulang punggung inovasi terbaru Google, pengguna tidak perlu khawatir akan perubahan drastis pada tampilan atau fungsionalitas Chrome dalam waktu dekat. Browser ini tetap akan berjalan seperti biasa—cepat, ringan, dan tanpa paksaan fitur AI yang tidak diminta.

    Komentar
    Additional JS