0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Gadget GPU Komputer Spesial

    Krisis Memori Meluas, Giliran GPU Kelas Menengah Jadi Korban - Kompas

    6 min read

     

    Krisis Memori Meluas, Giliran GPU Kelas Menengah Jadi Korban

    KOMPAS.com - Krisis memori yang dipicu tingginya permintaan untuk industri kecerdasan buatan (AI), mulai merembet ke pasar kartu grafis (GPU) kelas menengah (mid-range).

    Sebelumnya, dampak paling besar dirasakan GPU kelas atas (high-end) seperti Nvidia GeForce RTX 5090, RTX 5080, dan RTX 5070 Ti.

    Namun, kini model kelas menengah seperti RTX 5070, RTX 5060 Ti, hingga AMD Radeon RX 9070 XT mulai mengalami kenaikan harga.

    Menurut laporan XDADevelopers, RTX 5060 Ti bahkan kini dijual di pasar dengan banderol 30 persen lebih mahal dari harga yang disarankan (Manufacturer's Suggested Retail Price/MSRP).

    Purbaya Pasang Target Rupiah Rp16.800 Per Dollas AS Tahun 2027

    Harga untuk RTX 5070 juga disebut meningkat dengan kisaran sekitar 15 persen lebih tinggi dari MSRP.

    Baca juga: Gara-gara Ini Distributor Memori China Panik dan Jual Timbunan RAM di Gudang

    Kondisi serupa juga terjadi pada kartu grafis AMD. Radeon RX 9070 XT banyak dipasarkan sekitar 16 persen di atas MSRP, sedangkan Radeon RX 9070 dijual sekitar 10 persen lebih mahal.

    Dipicu VRAM

    Dalam laporan yang sama, kenaikan harga GPU kelas menengah ini dipicu oleh melonjaknya harga VRAM, yaitu memori yang digunakan untuk menyimpan data grafis dan menjalankan berbagai proses visual.

    Lonjakan harga VRAM sendiri merupakan dampak dari tingginya permintaan chip memori berperforma tinggi untuk kebutuhan AI.

    Baca juga: Gamer PC Lebih Suka Windows 10 daripada Windows 11

    Perusahaan-perusahaan pengembang AI dan operator pusat data disebut menyerap sebagian besar pasokan memori yang tersedia di pasar, sehingga pasokan untuk industri PC menjadi lebih terbatas.

    Akibatnya, biaya produksi kartu grafis ikut meningkat. Bahkan, laporan industri menyebut bahwa memori GDDR7 kini dapat menyumbang hingga sekitar 80 persen dari total biaya produksi sebuah GPU.

    Padahal sebelumnya, kontribusi memori terhadap biaya produksi kartu grafis hanya berada di kisaran 30-40 persen.

    Kondisi ini membuat produsen GPU lebih memprioritaskan produksi model kelas atas yang menawarkan margin keuntungan lebih besar.

    Di sisi lain, pasokan GPU kelas menengah menjadi lebih terbatas sehingga harga jualnya ikut terdongkrak.

    Baca juga: Google Siapkan Obat Penawar Krisis Memori, Penimbun RAM Auto Panik

    Belum akan turun

    Kenaikan harga GPU kelas menengah ini disebut akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan, mengingat harga memori global yang juga belum menunjukkan adanya penurunan.

    Meski demikian, laporan menyebut bahwa kenaikannya belum akan setinggi GPU kelas atas, setidaknya tak lebih dari 110 persen dari harga MSRP. 

    Permintaan memori untuk kebutuhan AI diperkirakan tetap tinggi, sementara belum ada tanda-tanda harga VRAM akan kembali normal dalam waktu dekat.

    Baca juga: Perusahaan Bimbel Online Bangkrut gara-gara ChatGPT

    Bagi para gamer, kondisi tersebut membuat pilihan upgrade PC semakin sulit.

    Apalagi, GPU kelas bawah dinilai kurang memadai untuk menjalankan banyak game modern, sedangkan GPU kelas atas kini semakin sulit dijangkau karena harganya yang terus melonjak.

    Adapun GPU segmen kelas menengah, yang disebut sebagai "primadona" karena sebelumnya tak kena kenaikan harga, perlahan bisa kehilangan daya tarik, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari XDADevelopers.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    AS Kebut Senjata Laser Kapal, Siap Hadapi Serbuan Drone dan Rudal

    Komentar
    Additional JS