1.289 Kasus TBC Ditemukan di Kabupaten Malang, Pemkab Perkuat Skrining AI Percepat Deteksi Dini - Tugu Jatim ID
MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menemukan 1.289 kasus tuberkulosis (TBC) selama periode Januari hingga Mei 2026. Angka tersebut mencapai sekitar 21 persen dari estimasi total beban kasus TBC di Kabupaten Malang yang diperkirakan mencapai 6.093 kasus.
Untuk mempercepat penemuan kasus sekaligus mencegah penyebaran penyakit, Pemkab Malang memperkuat program Skrining Sistematis Tuberkulosis (SSTB) menggunakan pemeriksaan X-Ray yang didukung teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Baca Juga: Pakar Unair Klaim Vaksin TBC yang Didanai Bill Gates Aman Diuji di Indonesia
Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib mengatakan, inovasi tersebut diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan deteksi dini secara lebih mudah.
“Inovasi skrining dengan menggunakan teknologi AI kami terapkan bersama program Cek Kesehatan Gratis. Melalui pendekatan jemput bola, layanan ini hadir langsung di tengah masyarakat untuk mendeteksi kasus subklinis secara lebih cepat, tepat, dan presisi,” ujar Lathifah saat mendampingi Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus di SMK Bina Bangsa, Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jumat (03/07/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka meninjau kegiatan Gebyar Percepatan Eliminasi TBC melalui Skrining Sistematis Tuberkulosis dengan X-Ray (SSTB X-Ray), Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta Senam Bugar menuju Indonesia Bebas TBC.
Dalam kegiatan itu, sebanyak 5.040 warga mengikuti program Cek Kesehatan Gratis, sedangkan 300 peserta menjalani pemeriksaan menggunakan X-Ray untuk mendeteksi tuberkulosis sejak dini.

Lathifah menegaskan Pemkab Malang menargetkan lebih dari 90 persen masyarakat yang diduga terinfeksi TBC dapat menjalani pemeriksaan lanjutan sesuai standar pelayanan kesehatan.
Selain memperkuat deteksi dini, Pemkab Malang juga berencana mengembangkan rumah sakit rujukan baru di wilayah Dampit yang akan difokuskan sebagai pusat pelayanan penyakit paru.
Menurutnya, keberadaan fasilitas kesehatan tersebut diharapkan mampu memperluas akses pelayanan sekaligus mengatasi kendala geografis bagi masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Malang, terutama pasien tuberkulosis resisten obat (TB-RO).
“Harapan kami rumah sakit ini dapat memperluas akses layanan kesehatan sekaligus mengatasi kendala geografis dalam pelayanan rujukan, khususnya bagi pasien TBC Resisten Obat atau TB-RO,” katanya.
Baca Juga: Skrining Kesehatan di Lapas Mojokerto, 11 Warga Binaan Terindikasi TBC
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus menjelaskan program SSTB X-Ray dan Cek Kesehatan Gratis akan menyasar pasien TBC beserta seluruh anggota keluarga yang tinggal serumah.
Menurut dia, langkah tersebut bertujuan mendeteksi infeksi tuberkulosis sejak fase awal, termasuk ketika bakteri masih berada dalam tubuh tetapi belum aktif menyebabkan gejala.
“Langkah ini diambil untuk mendeteksi TBC di tubuh pasien yang terinfeksi, namun bakterinya belum aktif,” ujarnya.
Benjamin menargetkan seluruh kontak erat pasien TBC atau 100 persen anggota keluarga yang tinggal serumah dapat menjalani pemeriksaan. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan penanganan dilakukan sedini mungkin sekaligus memutus rantai penularan.
Dia juga menegaskan bahwa pasien kasus TBC memiliki peluang sembuh apabila menjalani pengobatan secara rutin hingga tuntas.
“Pengobatan tersedia gratis di puskesmas,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Dwi Lindawati