Aktor CEO di drama China kini jualan sayur, sepi 'job' akibat tergantikan AI - CNA
Iklan
Dalam 3 bulan pertama 2026, lebih dari 95 persen drachin baru diproduksi dengan AI, berdampak pada hampir 2 juta lapangan pekerjaan di industri itu.
Aktor China, Xu Peng, terkenal berkat perannya dalam berbagai drama pendek, sebuah format media yang populer di Tiongkok. (Foto: iQiyi)
02 Jul 2026 03:55PM
Berkat peran sebagai CEO yang arogan di drama China pendek, Xu Peng sempat menikmati jadwal syuting yang padat hingga belasan jam setiap hari. Namun, dalam waktu singkat, perubahan besar di industri membuat kariernya berbalik arah.
Industri film, yang selama ini menjadi sumber penghasilannya, tidak luput dari dampak perkembangan AI.
Aktor berusia 30 tahun yang merupakan lulusan Central Academy of Drama itu dikenal lewat perannya sebagai karakter CEO arogan yang kerap muncul di drama pendek produksi China. Meski sebelumnya sempat tampil di sejumlah serial televisi, Xu memutuskan beralih ke produksi drama berdurasi singkat saat tren micro-drama meledak di China pada 2025, mengikuti saran dari para penggemarnya.
Keputusan tersebut membuahkan hasil. Berkat kemampuan aktingnya, Xu Peng dengan cepat mendapatkan aliran tawaran peran utama secara konsisten. Di puncak popularitasnya, ia dikabarkan menjalani syuting selama 15 hingga 16 jam setiap hari dengan jadwal yang benar-benar padat.
Namun, semuanya berubah dalam waktu yang sangat singkat. Produksi drama pendek berbasis AI mengubah industri itu jauh lebih cepat daripada yang diperkirakan siapa pun.
Laporan berbagai media menyebutkan bahwa hanya pada kuartal pertama 2026 saja, dari sekitar 128 ribu drama pendek yang dirilis, sekitar 122 ribu di antaranya diproduksi menggunakan AI.
Artinya, lebih dari 95 persen seluruh drama pendek baru dibuat dengan bantuan AI.
Menjadi aktor hanyalah sebuah profesi. Kalau tidak ada pekerjaan akting, aku akan mencari cara lain untuk mencari nafkah."
Xu Peng yang sebelumnya selalu kebanjiran pekerjaan mendadak tidak lagi mendapatkan tawaran akting sama sekali.
Setelah menyelesaikan drama pendek terakhirnya pada awal tahun ini, ia mengemas seluruh barang-barangnya dan meninggalkan wilayah Hengdian di Provinsi Zhejiang, pusat industri film dan televisi China, untuk kembali ke kampung halamannya di pedesaan Shandong.
Belakangan, Xu Peng diketahui bekerja di pasar tradisional setempat dengan membantu sang kakek berjualan sayur.

KINI BERJUALAN HASIL PANEN
Dari yang sebelumnya tampil di depan kamera, kini ia mengendarai kendaraan listrik milik keluarganya menuju pasar dan berdiri di bawah terik matahari untuk menjual hasil panen mereka.
Sejumlah kerabat mengaku terkejut melihatnya kembali ke kampung halaman dan berjualan sayur. Sementara itu, beberapa penggemarnya bahkan datang ke pasar hanya untuk berfoto dengannya.
Menurut laporan berbagai media China, Xu Peng tetap menunjukkan sikap yang tenang meski mengalami perubahan karier yang begitu drastis.
"Menjadi aktor hanyalah sebuah profesi. Kalau tidak ada pekerjaan akting, aku akan mencari cara lain untuk mencari nafkah. Selama aku mendapatkan penghasilan yang jujur dari hasil kerja kerasku sendiri, tidak ada rintangan yang tidak bisa aku lewati," ujarnya.
Baginya, yang berubah kini hanyalah panggung tempatnya berdiri. "Meski profesiku berubah, aku tetap orang yang sama," tambahnya.
Xu Peng bukan satu-satunya aktor yang terdampak ledakan penggunaan AI di industri tempatnya bekerja. Berdasarkan laporan terbaru, drama pendek yang dibuat menggunakan AI telah memengaruhi hampir dua juta lapangan pekerjaan di industri drama pendek China.
Para aktor papan atas drama pendek yang sebelumnya bisa memperoleh penghasilan hingga 20 ribu yuan (Rp52,9 juta) per hari, kini banyak yang kesulitan mendapatkan pekerjaan bahkan dengan bayaran 1.200 yuan (Rp3,1 juta) per hari.

AI kini telah digunakan di hampir seluruh tahapan produksi, mulai dari pembuatan naskah, pemodelan karakter, hingga proses penyuntingan pascaproduksi.
Akibatnya, drama pendek berbasis AI kini bisa diselesaikan hanya dalam hitungan beberapa hari, dengan biaya yang jauh lebih murah dibandingkan produksi live-action.
Meski industrinya mengalami perubahan besar, Xu Peng memutuskan bahwa ia belum ingin benar-benar meninggalkan dunia akting. Ia berencana menjalankan program pelatihan akting sambil tetap memproduksi drama pendek live-action, sebagai cara untuk tetap setia pada impiannya menjadi seorang aktor.
Soal ancaman teknologi AI terhadap industri kreatif? "Itu jelas sesuatu yang sulit untuk diabaikan," pungkasnya.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.
Source: CNA/ps(ar)