Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Game Komputer Spesial

    Banyak Gamer Menyesal Salah Rakit PC Gaming, Ternyata Kesalahannya Ada di Komponen Ini - Viva

    8 min read

     

    Ilustrasi game pc

    Jakarta, VIVA – Saat merakit PC gaming, banyak orang rela menghabiskan sebagian besar anggaran untuk membeli kartu grafis (GPU) terbaru atau prosesor berperforma tinggi.

    Baca Juga

    Namun, tidak sedikit yang akhirnya menyesal karena performa komputer tidak sesuai harapan, bahkan mengalami masalah seperti restart mendadak, crash saat bermain game, hingga kerusakan komponen.

    ilustrasi rakit pc gaming

    Photo :

    • Freepik

    Baca Juga

    Menurut berbagai panduan dari pakar perangkat keras internasional, dikutip VIVA Senin, 29 Juni 2026, kesalahan terbesar ternyata bukan selalu memilih GPU atau CPU yang kurang bertenaga.

    Justru, banyak perakit PC pemula mengabaikan satu komponen penting yang menjadi "jantung" seluruh sistem, yaitu Power Supply Unit (PSU).

    Baca Juga

    PSU Sering Dianggap Komponen Pelengkap

    Power Supply Unit bertugas menyalurkan listrik ke seluruh komponen PC, mulai dari motherboard, prosesor, kartu grafis, RAM, hingga media penyimpanan.

    Sayangnya, banyak pengguna justru memilih PSU berdasarkan harga termurah atau hanya melihat angka watt yang tertera di kemasan.

    Forum resmi Tom's Hardware menyebutkan bahwa salah satu kesalahan paling umum saat merakit PC adalah membeli PSU murah dengan kualitas rendah. Watt besar tidak menjamin kualitas jika komponen internal, proteksi, dan stabilitas dayanya buruk. PSU berkualitas rendah dapat menyebabkan sistem tidak stabil, bahkan berpotensi merusak komponen lain.

    Kenapa PSU Sangat Penting?

    Berbeda dengan GPU atau CPU yang menentukan performa, PSU menentukan keamanan dan kestabilan seluruh sistem.

    Jika suplai daya tidak stabil, berbagai masalah bisa muncul, seperti:

    • PC mati mendadak saat bermain game.
    • Blue Screen of Death (BSOD).
    • Game sering crash.
    • Komputer gagal menyala.
    • Umur komponen menjadi lebih pendek.

    Tom's Hardware bahkan mengingatkan bahwa PSU yang sudah tua atau berkualitas rendah dapat mengalami degradasi seiring waktu. Dalam kasus tertentu, kegagalannya mampu merusak motherboard, kartu grafis, RAM, hingga prosesor secara bersamaan.

    Ilustrasi PC Gaming

    Photo :

    • Freepik

    Jangan Terjebak Angka Watt

    Kesalahan lain yang sering dilakukan gamer adalah hanya berpatokan pada kapasitas watt.

    Misalnya, dua PSU sama-sama memiliki label 750 watt, tetapi kualitasnya bisa sangat berbeda.

    PSU yang baik umumnya memiliki:

    • Sertifikasi efisiensi seperti 80 Plus Bronze, Gold, atau Platinum.
    • Sistem proteksi terhadap arus berlebih, tegangan berlebih, dan korsleting.
    • Komponen internal berkualitas tinggi.
    • Reputasi merek yang baik.

    Karena itu, memilih PSU sebaiknya tidak hanya melihat angka watt, tetapi juga kualitas desain dan ulasan independen dari penguji perangkat keras.

    GPU Mahal Tidak Akan Maksimal Jika Komponen Tidak Seimbang

    Banyak gamer mengalokasikan hampir seluruh anggaran untuk membeli GPU kelas atas, sementara komponen lain dipilih seadanya.

    Padahal, Tom's Hardware menjelaskan bahwa performa gaming merupakan hasil keseimbangan antara CPU, GPU, memori, penyimpanan, dan catu daya. Dalam beberapa skenario, bottleneck memang dapat terjadi ketika salah satu komponen jauh lebih lemah dibanding yang lain, sehingga peningkatan performa tidak maksimal.

    Artinya, membeli kartu grafis mahal belum tentu memberikan pengalaman bermain terbaik jika komponen pendukungnya tidak seimbang.

    Kesalahan Lain yang Sering Terjadi

    Selain PSU, para ahli juga mencatat sejumlah kesalahan yang kerap dilakukan saat merakit PC gaming, di antaranya:

    1. Salah memilih motherboard yang tidak kompatibel dengan prosesor.
    2. Memasang RAM pada slot yang kurang optimal sehingga tidak berjalan dalam mode dual-channel.
    3. Mengabaikan airflow casing sehingga suhu komponen menjadi tinggi.
    4. Lupa melepas plastik pelindung pada pendingin prosesor sebelum dipasang.
    5. Salah menyambungkan kabel daya atau kabel panel depan casing.
    6. Kesalahan-kesalahan tersebut mungkin terlihat sepele, tetapi dapat memengaruhi stabilitas maupun performa komputer secara keseluruhan.

    Jangan Hanya Fokus pada RGB

    Tren casing penuh lampu RGB, kipas berwarna-warni, hingga pendingin cair premium memang menarik perhatian. Namun, para pakar menyarankan agar anggaran lebih dahulu diprioritaskan untuk komponen yang benar-benar memengaruhi performa dan keandalan sistem.

    PSU berkualitas, pendinginan yang baik, serta pemilihan CPU, GPU, RAM, dan motherboard yang seimbang akan memberikan manfaat jangka panjang dibanding sekadar tampilan visual.

    Ilustrasi PC Gaming

    Photo :

    • Freepik

    Banyak gamer mengaku menyesal setelah merakit PC karena terlalu fokus mengejar GPU atau prosesor terbaik, sementara Power Supply Unit justru dipilih asal murah. Padahal, PSU merupakan fondasi yang menjaga seluruh komponen bekerja dengan aman dan stabil.

    Ilustrasi Laptop

    3 Laptop Murah dengan SSD dan RAM Besar, Harganya Cuma Rp2 Jutaan

    Cari laptop murah Rp2 jutaan? Simak 3 laptop dengan SSD dan RAM 8 GB yang masih kencang untuk kerja, kuliah, Microsoft Office, Zoom, browsing, dan hiburan sehari-hari.

    img_title

    VIVA.co.id

    2 Juli 2026

    Komentar
    Additional JS