Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Google Internet Spesial

    Denda Rp 16 Triliun Bisa Mengubah Hasil Pencarian Google - Marketers

    4 min read

     

    Denda Rp 16 Triliun Bisa Mengubah Hasil Pencarian Google (FOTO: 123RF)

    Google menghadapi denda sekitar US$1 miliar atau sekitar Rp 16,5 triliun setelah regulator Uni Eropa menilai perusahaan tersebut memberikan perlakuan khusus kepada layanan miliknya sendiri di hasil pencarian.

    Menurut Phandroid, Jumat (24/7/2026), Komisi Eropa menjatuhkan denda sebesar 890 juta euro atau sekitar US$1 miliar kepada Google karena melanggar Digital Markets Act (DMA). Dari total denda tersebut, 460 juta euro atau sekitar Rp 8,5 triliun berkaitan dengan praktik Google yang dianggap memprioritaskan layanan miliknya sendiri, seperti Shopping, Hotels, dan Sports, dalam hasil pencarian.

    Sementara itu, 430 juta euro atau sekitar Rp 8 triliun lainnya berkaitan dengan Google Play Store. Regulator menilai Google membatasi pengembang aplikasi dalam mengarahkan pengguna ke metode pembayaran yang lebih murah di luar sistem pembayaran milik Google.

    Dampak dari keputusan tersebut berpotensi langsung dirasakan pengguna. Google diwajibkan menghentikan praktik yang memberikan keunggulan kepada layanan miliknya sendiri dibandingkan layanan pesaing dalam hasil pencarian.

    BACA JUGA: Google Kembangkan Chip AI Baru agar Gemini Lebih Efisien

    Artinya, ketika pengguna mencari informasi terkait belanja, hotel, penerbangan, atau kategori lainnya, hasil dari layanan milik Google tidak lagi boleh mendapatkan perlakuan khusus hanya karena merupakan bagian dari ekosistem perusahaan. Layanan pesaing harus mendapatkan kesempatan yang lebih setara untuk muncul di hasil pencarian.

    Google memiliki waktu 60 hari untuk melakukan perubahan. Jika tidak mematuhi keputusan tersebut, perusahaan dapat menghadapi sanksi tambahan harian hingga 5% dari pendapatan globalnya.

    Perubahan ini dapat memengaruhi cara Google mengatur halaman hasil pencarian. Selama ini, Google tidak hanya berperan sebagai mesin pencari yang mengarahkan pengguna ke situs lain, tetapi juga memiliki berbagai layanan yang bersaing langsung dengan platform pihak ketiga.

    Dalam bisnis pencarian, posisi tersebut memberikan Google kendali besar terhadap visibilitas berbagai perusahaan. Ketika layanan milik Google muncul lebih menonjol, pengguna memiliki kemungkinan lebih besar untuk menggunakannya. Bagi perusahaan lain, perubahan posisi di hasil pencarian dapat berdampak langsung terhadap jumlah kunjungan dan peluang mendapatkan pelanggan.

    Karena itu, keputusan regulator Uni Eropa berpotensi mengubah salah satu bagian penting dari strategi distribusi digital. Google tidak lagi bisa dengan mudah menggunakan posisi dominannya sebagai mesin pencari untuk sekaligus mengarahkan pengguna ke layanan miliknya sendiri.

    BACA JUGA: Google Vids Kini Bisa Buat Avatar AI dari Selfie dan Suara Pengguna

    Dampaknya juga dapat dirasakan di Google Play Store. Pengembang aplikasi nantinya dapat memberi tahu pengguna jika tersedia metode pembayaran yang lebih murah di luar sistem pembayaran Google. Misalnya, aplikasi streaming atau game dapat mengarahkan pengguna ke situs mereka sendiri untuk mendapatkan harga berbeda.

    Perubahan ini tidak secara otomatis membuat harga layanan menjadi lebih murah. Namun, semakin banyak pilihan pembayaran dapat meningkatkan persaingan antara Google dan pengembang aplikasi dalam menguasai hubungan langsung dengan pengguna.

    Bagi Google, persoalan ini menunjukkan tantangan bisnis yang semakin besar bagi perusahaan teknologi dengan ekosistem yang luas. Ketika satu perusahaan menguasai mesin pencari, sistem operasi, toko aplikasi, layanan belanja, perjalanan, hingga iklan digital, regulator semakin memperhatikan bagaimana layanan-layanan tersebut saling terhubung.

    Di sisi lain, Google menyatakan dapat mengajukan banding. Perusahaan juga sebelumnya mengkritik sejumlah aturan yang dianggap dapat memengaruhi pengalaman pengguna.

    Jika perubahan ini benar-benar diterapkan, pengguna mungkin mulai melihat hasil pencarian yang lebih beragam. Bagi kompetitor Google, perubahan tersebut dapat membuka peluang untuk mendapatkan visibilitas yang sebelumnya lebih sulit diperoleh.

    Pada akhirnya, denda ini bukan hanya soal pembayaran US$ 1 miliar. Keputusan tersebut dapat memaksa Google mengubah cara mengatur hasil pencarian dan hubungan antara berbagai layanan di dalam ekosistemnya. Bagi pengguna, perubahan itu berpotensi memengaruhi apa yang muncul ketika mereka melakukan pencarian di Google.

    Komentar
    Additional JS