Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita CAPTCHA Featured Google Internet Spesial

    Google Jajal CAPTCHA Pakai Webcam: Mudah Dibobol dan Ancam Privasi? - detik

    2 min read

     


    Ilustrasi CAPTCHA. Foto: CLEOVA

    Jakarta -

    Berkat pesatnya perkembangan machine learning dan otomatisasi bot, sistem keamanan CAPTCHA tradisional kini semakin kehilangan tajinya dalam menangkal operasi spam yang kompleks. Meski begitu, Google masih terus berupaya memperbarui teknologinya, kali ini lewat sebuah metode baru yang memicu perdebatan terkait privasi data pengguna.

    Google dilaporkan sedang mengembangkan sistem tantangan baru untuk reCAPTCHA yang menggunakan identifikasi biometrik. Metode ini secara resmi dinamakan Hand Gesture Verification (HGV) atau Verifikasi Gerakan Tangan. Sayangnya, berdasarkan pengujian awal, fitur ini dinilai tidak terlalu efektif untuk menangkal bot dan justru berisiko mengancam privasi.

    Menurut dokumentasi resmi Google, sistem HGV membutuhkan akses ke webcam perangkat keras untuk merekam satu atau lebih klip video dari tangan pengguna. Pengguna akan diminta untuk melambaikan tangan ke arah kamera atau melakukan gestur tertentu.

    Sistem kemudian akan memproses video tersebut untuk mengekstrak titik data biometrik yang relevan, guna memastikan bahwa pengguna adalah manusia asli dan bukan program otomatis.

    Sistem Canggih yang Mudah Diakali

    Meskipun identifikasi biometrik terdengar canggih, kenyataan di lapangan berkata lain. Beberapa pengguna yang telah menguji fitur ini membuktikan bahwa perlindungan ekstra tersebut bisa dibobol dengan trik yang sangat sederhana.

    Hanya bermodalkan beberapa stok foto tangan dan fitur kamera virtual dari perangkat lunak seperti OBS Studio, sistem HGV bisa dikelabui secara instan. Penyerang cukup meniru gerakan tangan menggunakan foto, sementara kamera virtual dari OBS meniadakan kebutuhan akan webcam fisik. Lebih parahnya, metode pembobolan ini diyakini dapat dengan mudah diotomatisasi menggunakan script Python.

    Selain masalah celah keamanan, HGV memicu kontroversi di kalangan masyarakat yang peduli pada privasi digital. Banyak pengguna menyoroti bahwa fitur semacam ini secara perlahan akan menormalisasi pengawasan latar belakang secara terus-menerus oleh raksasa teknologi. Memberikan akses kamera hanya untuk mengunjungi sebuah situs web dinilai sebagai langkah yang berlebihan.

    Google sendiri berkilah bahwa video yang direkam oleh HGV hanya diproses untuk mendeteksi gerakan tangan dan akan langsung dihapus setelah proses verifikasi selesai. Mereka juga menegaskan bahwa video tersebut tidak akan dikaitkan dengan identitas pengguna, dan dipastikan tidak ada audio yang ikut direkam, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Selasa (7/7/2026).

    (asj/asj)

    Komentar
    Additional JS