Ngeri! Peran Manusia di Pabrik Otomotif Bakal Digantikan Robot AI - detik
Jakarta -
Kini, peran robot di pabrik otomotif hanya sebatas mengerjakan tugas-tugas berat, seperti welding, assembling dan manajemen logistik. Namun, di masa depan, robot bukan lagi sekedar 'lengan besi', melainkan berbentuk manusia dan berbasis AI (artificial intelligent).
Dengan demikian, robot AI bisa mengerjakan tugas-tugas rumit dan membutuhkan pengamatan lebih dalam. Jika benar begitu, maka mereka akan mengambil alih peran manusia secara penuh. Kegiatan mikro seperti pemasangan komponen kecil, finishing dan pengemasan bisa mereka kerjakan.
Disitat dari Carscoops, Selasa (30/6), serikat pekerja otomotif di Amerika Serikat, United Auto Workers (UAW) mewanti-wanti, ketika para produsen mobil berlomba-lomba menerapkan kecerdasan buatan, robot kolaboratif, dan sistem produksi yang semakin otomatis, maka pekerja manusia akan terdampak.
Robot AI Foto: The Percolator
Ketika berbicara di Konvensi Konstitusional di Detroit, Presiden UAW Shawn Fain mengatakan, robot AI merupakan ancaman besar untuk pekerja manufaktur. Dia bukan khawatir dengan teknologinya, melainkan orang-orang yang menggunakannya untuk meraih manfaat lebih.
Dia mencontohkan, pabrik pena biasanya membuat 10 pena dalam sejam. Namun, dengan bantuan robot, produksinya meningkat menjadi 100 pena dalam waktu yang sama. Nah, sepintar apa pun robotnya, teknologi tersebut seharusnya meringankan beban pekerja manusia, bukan malah mengambil alih.
Namun, menurut UAW, pabrikan otomotif punya pandangan berbeda. Ketika persaingan global makin ketat dan produsen China makin mendominasi dengan mobil-mobil murahnya, manufaktur mau tak mau akan menjadikan robot AI sebagai alat penting untuk meningkatkan efisiensi, kualitas, dan pengurangan biaya produksi.
Terbaru, ada General Motors (GM) yang membeli 50 robot kolaboratif setelah memecat 1.000 pekerja manusia di pabrik Detroit, Amerika Serikat. Hyundai, Nissan, Ford, Honda, dan Stellantis juga banyak menggunakan robot dan cobot (robot kolaboratif) untuk meningkatkan produksi.
Para produsen mobil berpendapat, peningkatan produktivitas membantu menjaga daya saing pabrik dan melindungi investasi jangka panjang. UAW percaya, para pekerja berhak mendapatkan jaminan bahwa kemajuan teknologi tak selalu berujung pada berkurangnya lapangan kerja.
(sfn/rgr)