Nongkrong Bareng tapi Sibuk Main HP? Fenomena Phubbing Makin Marak, Gen Z Perlu Waspada! - Radar Malang
MALANG, RADAR MALANG – Pernah merasa sedang nongkrong bersama teman, tetapi suasana justru hening karena semua sibuk menatap layar ponsel masing-masing? Fenomena tersebut kini semakin sering dijumpai di kalangan anak muda dan dikenal dengan istilah phubbing atau phone snubbing.
Phubbing merupakan perilaku mengabaikan orang yang sedang berada di depan kita karena lebih fokus pada telepon genggam. Kebiasaan ini perlahan menjadi bagian dari gaya hidup digital, terutama di era media sosial yang membuat seseorang terus terdorong mengecek notifikasi, membalas pesan, hingga melihat unggahan terbaru.
Sekilas terlihat sepele, tetapi phubbing dapat membuat lawan bicara merasa tidak dihargai. Momen berkumpul yang seharusnya menjadi ajang berbagi cerita justru berubah menjadi sekumpulan orang yang sama-sama diam sambil menggulir media sosial.
Fenomena ini banyak dipengaruhi oleh Fear of Missing Out (FoMO) atau rasa takut tertinggal informasi. Banyak orang merasa harus terus memantau media sosial agar tidak ketinggalan tren, berita, maupun percakapan di dunia maya. Akibatnya, perhatian terhadap orang-orang di sekitar menjadi berkurang.
Selain FoMO, kecanduan smartphone juga menjadi penyebab utama. Kebiasaan mengecek ponsel setiap beberapa menit membuat seseorang sulit benar-benar hadir dalam sebuah percakapan. Bahkan, tidak sedikit yang tetap memainkan ponsel saat makan bersama, berdiskusi, hingga menghadiri acara keluarga.
Psikolog menyebut kebiasaan ini dapat menurunkan kualitas hubungan sosial. Orang yang sering menjadi korban phubbing cenderung merasa diabaikan, kurang dihargai, bahkan perlahan kehilangan kedekatan emosional dengan teman maupun pasangan.
Meski begitu, kebiasaan ini bukan berarti tidak bisa diubah. Ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan agar momen nongkrong kembali hangat dan menyenangkan.
Salah satunya adalah membuat aturan tumpuk HP di tengah meja. Siapa yang pertama kali mengambil ponselnya harus mentraktir makanan atau minuman. Cara ini mulai banyak diterapkan di sejumlah komunitas karena terbukti membuat percakapan lebih hidup.
Alternatif lainnya adalah mengganti waktu bermain ponsel dengan aktivitas yang lebih interaktif, seperti bermain Uno, board game, tebak kata, atau sekadar saling bercerita tanpa gangguan notifikasi. Jika memang perlu membuka media sosial, buat kesepakatan untuk memberikan waktu khusus sekitar 10 hingga 15 menit sebelum atau setelah acara berkumpul.
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, ponsel memang menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Namun, menjaga kualitas komunikasi secara langsung juga tak kalah penting. Sebab, esensi dari nongkrong bukan sekadar duduk di meja yang sama, melainkan benar-benar hadir, mendengarkan, dan menikmati kebersamaan dengan orang-orang terdekat.