Viral di Medsos, Ramai-ramai Karyawan Tokopedia Tolak Ajakan Makan Siang: Udah di Lay-off - Tribunnews
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Puluhan karyawan Tokopedia mengakui terkena dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) atau lay off secara bersama-sama. Hal tersebut viral di media sosial.
Dimana, pada unggahan video di media sosial Instagram @respons.media yang dilihat Tribunnews, pada Senin (6/7/2026) pagi, menampilkan visual puluhan karyawan mengenakan kaos hitam sedang duduk bersama-sama dengan background logo perusahaan Tokopedia.
Di posisi lainnya, ada seorang laki-laki yang divisualkan ingin mengajak makan siang para karyawan tersebut.
Baca juga: Said Iqbal Akan Temui Manajemen Tokopedia-TikTok soal Isu PHK
Namun, seluruh karyawan yang ada di lokasi tersebut menolak. Alasannya, mereka sudah terkena dampak lay-off dari perusahaan.
Video yang sudah mendapatkan lebih dari 1.013 komentar dan 32,6 ribu likes itu muncul di tengah adanya isu PHK massal yang dilakukan oleh manajemen di perusahaan e-commerce tersebut.
Karyawan yang terkena dampak lay-off dari kebijakan manajemen ini berjumlah hampir 90 persen dari total karyawan Tokopedia yang ada.
TikTok selaku perusahaan pemegang saham terbesar Tokopedia memberikan respons terhadap kabar terjadinya PHK terhadap para karyawan Tokopedia tersebut.
TikTok menyatakan, saat ini perusahaan sedang melakukan penyelarasan dan transisi organisasi yang tujuannya untuk pertumbuhan jangka panjang bisnis.
"Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan (R&D) pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami," ucap perwakilan Juru Bicara TikTok kepada Tribunnews.com, Jumat (3/7/2026).
Menurut perusahaan, keputusan yang diambil saat ini bukanlah hal yang mudah.
Mereka juga bertekad akan memberikan dukungan kepada para karyawan dari Tokopedia yang terdampak dari keputusan ini.
"Ini bukan keputusan yang mudah, dan kami fokus untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan kami yang terdampak selama masa transisi ini," bebernya.
Sebagai langkah tindak lanjut dari masa transisi perusahaan ini, pihak TikTok menyatakan, akan terus melakukan investasi yang baik untuk Tokopedia.
Perusahaan juga memiliki komitmen untuk terus memberdayakan seluruh ekosistem perekonomian yang ada di lini Tokopedia termasuk para pengguna dan pelaku usaha lokal.
"Kami akan terus berinvestasi untuk menjadikan Tokopedia sebagai platform yang lebih baik bagi pengguna dan penjual kami, serta terus memberdayakan pelaku usaha lokal dalam membangun ekosistem e-commerce yang berkelanjutan di Indonesia," tandasnya.
Sebagai informasi, isu PHK massal terhadap karyawan Tokopedia awalnya beredar di media sosial Instagram @Taubatters menulis unggahan kalau jumlah karyawan TikTok yang terkena dampak PHK tersebut sebanyak 90% atau dari yang sebelumnya 1.250 orang tersisa 125 orang.
TikTok sendiri merupakan pemegang saham mayoritas Tokopedia. TikTok diketahui mengakuisisi 75,01% pada akhir tahun 2023 lalu, sementara 24,99% sisa sahamnya dipegang oleh PT GoTo.
PT GoTo yang merupakan pemegang saham minoritas menghormati apa yang telah ditetapkan atau ditempuh oleh manajemen Tokopedia yang mengutarakan sedang melakukan transisi organisasi.
"Perseroan sebagai pemegang saham sebesar 24,99% di PT Tokopedia, menghormati setiap langkah-langkah yang diambil atau akan diambil oleh manajemen PT Tokopedia sehubungan dengan rencana penyesuaian organisasi," kata Direktur PT GoTo Simon Tak Leung Ho dalam keterangan resminya, Senin (6/7/2026).
Usai adanya akusisi saham mayoritas sebesar 75,01% oleh TikTok pada Januari 2024, Simon menyebut, pihaknya sudah tidak lagi memiliki hak dan kewenangan terhadap konsolidasi yang dilakukan oleh Tokopedia.
Tak hanya itu, dia juga meyakini persoalan keuangan yang ada di Tokopedia juga bukan lagi kendali dari PT GoTo.
Pada saat ini, disampaikan oleh Simon, PT GoTo hanya mencatatkan investasi di PT Tokopedia menggunakan metode ekuitas sesuai dengan Pernyataan Standart Akuntansi Keuangan (PSAK) pasal 228 tentang Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama.
"Dengan demikian, kemungkinan adanya dampak keuangan terhadap Perseroan (GoTo) hanya akan terbatas pada akun bagian laba/(rugi) bersih pada entitas asosiasi dan ventura bersama," kata dia.
Meski begitu, Simon memastikan keuangan GoTo tidak akan berpengaruh pada keputusan manajemen Tokopedia yang menerapkan penyesuaian organisasi.
Kata dia, seluruh kegiatan pada kanal e-commerce yang dimiliki GoTo juga tidak akan terdampak secara langsung atas kabar tersebut.
"Terkait dengan aspek non-keuangan, Perseroan juga tidak memperkirakan adanya dampak material sehubungan dengan berita yang beredar tersebut," tukasnya.