Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Adobe Berita Dunia Internasional Featured Spesial

    25 Tahun Jadi Engineer Adobe, Kena PHK dan Sulit Cari Kerja, Kini Jadi Sopir Bus - Kompas

    7 min read

     

    KOMPAS.com - Seorang mantan insinyur perangkat lunak Adobe memilih "banting setir" menjadi sopir bus sekolah. 

    Kehidupan baru ini terpaksa ia tekuni setelah lebih dari setahun kesulitan mendapatkan pekerjaan baru di industri teknologi. 

    Pria bernama James Strawn itu sebelumnya bekerja sebagai Senior Software Quality Engineer di Adobe Digital Video.

    Ia terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) pada Agustus 2025 setelah menghabiskan sekitar 25 tahun berkarier di industri teknologi, termasuk di Accolade dan Adobe.

    Ngobrol Bareng Kak Seto Soal Anak Indonesia di GIIAS 2026

    Baca juga: CEO Anthropic Khawatir Karyawannya Kerja demi Gaji Besar Semata

    Sejak terkena PHK, Strawn berusaha mencari pekerjaan baru di bidang teknologi. Namun, pencarian tersebut berlangsung lebih dari setahun dan membuatnya merasa terpuruk.

    Pada pertengahan Agustus 2026, ia memutuskan memulai babak baru dengan menerima pekerjaan sebagai sopir bus sekolah di distrik sekolah tempat tinggalnya di Colorado, Amerika Serikat (AS).

    Meski sopir bus juga merupakan pekerjaan mulia, namun apa yang dilakukan oleh Strawn tidak sesuai dengan kualifikasinya selama ini sebagai enginner.

    Baca juga: Bill Gates Ternyata Tak Suka Pelajaran Dasar Ilmu Komputer

    "Setelah lebih dari setahun mencari pekerjaan yang sulit, merasa terpuruk dan didiskriminasi oleh industri teknologi, saya menginformasikan bahwa kali ini babak baru saya telah dimulai," tulis Strawn dalam sebuah unggahan di laman LinkedIn pribadinya.

    Menurut Strawn, pekerjaan baru itu memang memberikan gaji yang jauh lebih rendah dibandingkan pekerjaannya di industri teknologi. Namun, ia mengaku menikmati pekerjaan tersebut.

    "Gajinya jauh lebih rendah dari pekerjaan sebelumnya, tetapi menyenangkan, anak-anaknya kebanyakan baik, dan rekan kerja saya peduli, baik, dan sangat rendah hati," tulis Strawn.

    Kritik industri teknologi

    Dalam unggahan yang sama, Strawn turut mengkritik proses perekrutan di industri teknologi yang ia alami setelah terkena PHK.

    Ia mengaku sejumlah perusahaan dan perekrut menyaring lamaran kerjanya secara otomatis, mengabaikan pertanyaan yang ia kirimkan secara langsung, dan bahkan tidak hadir dalam wawancara.

    Baca juga: PHK 8.000 Karyawan, Belanja AI Jor-joran, Kini Mark Zuckeberg Sebut AI Tak Gantikan Manusia

    "Saya berharap industri ini bisa menemukan jalannya kembali untuk memperlakukan orang dengan lebih baik," jelas Strawn.

    Unggahan tersebut kemudian mendapat banyak tanggapan di LinkedIn.

    Sama seperti Strawn, sejumlah pengguna juga menyoroti persoalan PHK di industri teknologi, serta tantangan yang dihadapi pekerja berpengalaman ketika mencoba kembali ke dunia kerja.

    Baca juga: Perusahaan Bimbel Online Bangkrut gara-gara ChatGPT

    Berterima kasih kepada mantan rekan kerja

    Ilustrasi Adobe.

    Lihat Foto

    Masih dalam postingan yang sama, Strawn juga menyampaikan terima kasih kepada mantan rekan kerja dan koneksi LinkedIn yang memberikan dukungan selama masa pencarian kerja.

    Ia mengatakan dukungan tersebut membuatnya tetap menghargai perjalanan karier panjang yang telah dilaluinya di Accolade dan Adobe.

    "Kepada semua mantan rekan kerja dan koneksi LinkedIn yang menghubungi saya untuk memberikan semangat dan dukungan, saya berterima kasih sedalam-dalamnya," ungkap Strawn.

    Namun, Strawn juga menyampaikan kritik kepada pihak-pihak di perusahaan sebelumnya yang menurutnya turut membuat perjalanan kariernya berakhir.

    Baca juga: Taksi Tanpa Sopir di AS Ternyata Di-remote dari Filipina

    Ia mengatakan dirinya merasa telah dilewati, dijatuhkan, hingga akhirnya terkena PHK.

    Meski demikian, Strawn memilih melihat pengalaman tersebut dari sisi lain. Menurutnya, keputusan perusahaan untuk memberhentikannya justru membuka jalan menuju masa depan yang baru.

    Di akhir unggahannya, ia mengajak orang-orang yang mendukungnya untuk merayakan babak baru dalam kehidupannya.

    "Mari bersulang untuk awal yang baru," pungkas Strawn, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari LinkedIn, Minggu (23/8/2026).

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Toko Sepatu Berusia Seabad di Solo, Jadi Saksi Perjalanan Jenderal Sudirman hingga Soekarno

    Komentar
    Additional JS