Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Apple Berita CXMT DRAM Featured Gadget iPhone 18 Smartphone Spesial

    CXMT Tolak Permintaan Diskon DRAM Apple untuk Pasokan iPhone 18 - Seluler ID

    4 min read

     

    CXMT Tolak Permintaan Diskon DRAM Apple untuk Pasokan iPhone 18

    Selular.ID – Produsen memori asal Tiongkok, ChangXin Memory Technologies (CXMT), menolak permintaan potongan harga komponen Dynamic Random-Access Memory (DRAM) yang diajukan oleh Apple Inc.

    Keputusan ini diambil menjelang peluncuran lini iPhone 18 pada paruh kedua tahun 2026, ketika raksasa teknologi asal Cupertino tersebut tengah menghadapi kelangkaan pasokan memori global.

    CXMT memilih untuk mempertahankan patokan harga setara atau bahkan lebih tinggi dibandingkan pemasok utama lain seperti Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron Technology.

    Sikap tegas CXMT didorong oleh posisi tawar yang sangat kuat di pasar domestik Tiongkok. Tingginya permintaan komponen DRAM dari pembuat ponsel pintar Tiongkok.

    Termasuk Huawei Technologies dan Xiaomi Corporation, telah mengamankan sebagian besar kapasitas produksi CXMT.

    Lonjakan permintaan domestik ini terjadi karena produsen memori asal Korea Selatan, Samsung dan SK Hynix, mengalihkan fokus produksi mereka ke chip High Bandwidth Memory (HBM) bernilai tinggi untuk mendukung infrastruktur kecerdasan buatan (AI) di pusat data.

    Tonton juga:

    Video Rekomendasi Untuk Anda

    Strategi Apple untuk menekan biaya produksi melalui pengadaan memori berharga lebih murah dari pemasok alternatif kini menemui jalan buntu.

    Menurut laporan media Korea Selatan, Digital Daily, Apple berencana memanfaatkan pasokan chip dari CXMT sebagai instrumen negosiasi guna menawar harga dari pemasok utamanya.

    Namun, negosiasi tersebut gagal setelah CXMT menolak memberikan harga khusus dan menegaskan bahwa harga yang mereka tawarkan sudah mencerminkan tingkat harga pasar yang dipatok oleh para pesaingnya.

    Hambatan Regulasi
    Selain kendala harga, upaya Apple untuk mengintegrasikan chip DRAM buatan CXMT ke dalam ekosistem produknya harus melewati proses regulasi yang rumit di Amerika Serikat.

    Departemen Perdagangan Amerika Serikat memasukkan CXMT ke dalam daftar pembatasan ekspor (Entity List) karena dinilai memiliki keterkaitan dengan sektor militer Tiongkok.

    Dampaknya, perusahaan asal Amerika Serikat seperti Apple diwajibkan mengantongi izin khusus dari pemerintah federasi sebelum dapat melakukan transaksi bisnis dengan produsen chip tersebut.

    Dalam upaya memuluskan rencana tersebut, Apple dilaporkan telah melakukan pendekatan kepada pejabat pemerintah di Washington untuk mendapatkan persetujuan pembelian DRAM dari CXMT.

    Apple mengajukan argumen bahwa chip DRAM dari CXMT hanya akan digunakan pada perangkat yang dijual di luar wilayah Amerika Serikat, khususnya untuk pasar Tiongkok.

    Langkah ini dirancang untuk membebaskan alokasi memori dari pemasok tradisional seperti Samsung dan SK Hynix agar dapat dialihkan ke produk yang ditujukan bagi pasar Amerika Serikat dan negara-negara barat lainnya.

    Kendati demikian, rencana pengadaan ini memicu penolakan keras dari kalangan regulator dan anggota parlemen di Amerika Serikat.

    Kelompok senator lintas partai secara terbuka mendesak Apple untuk membatalkan niat membeli komponen dari produsen semikonduktor Tiongkok yang masuk dalam daftar hitam.

    Mereka menilai bahwa ketergantungan pada rantai pasok Tiongkok untuk komponen penting seperti memori dapat menimbulkan risiko terhadap keamanan nasional dan keandalan rantai pasok industri teknologi Amerika Serikat.

    Dinamika Pasar DRAM Global dan Pergeseran Kekuatan Negosiasi
    Krisis pasokan memori pada tahun 2026 memicu pergeseran peta kekuatan negosiasi di industri semikonduktor global.

    Selama beberapa dekade, Apple dikenal memiliki posisi tawar yang dominan berkat volume pemesanan komponen yang sangat besar.

    Produsen biasanya bersedia memberikan potongan harga signifikan demi mengamankan kontrak jangka panjang dengan Apple.

    Namun, kondisi pasar terkini menunjukkan bahwa tingginya permintaan pasar domestik Tiongkok telah memberi CXMT kebebasan untuk menentukan harga tanpa bergantung pada pemesanan dari Apple.

    Langkah produsen memori terkemuka seperti Samsung Electronics dan SK Hynix yang memprioritaskan pembuatan chip HBM untuk server AI turut memperketat ketersediaan DRAM konvensional pasar smartphone.

    Kelangkaan pasokan ini secara alami mendorong peningkatan harga DRAM secara keseluruhan di tingkat global.

    Produsen smartphone di seluruh dunia kini terpaksa menanggung kenaikan biaya bahan baku komponen yang berdampak pada penetapan harga jual akhir perangkat konsumen.

    Penolakan CXMT terhadap skema diskon harga yang diajukan Apple menandai babak baru dalam konstelasi rantai pasok smartphone global.

    Baca Juga:Apple Siapkan Sinkronisasi Clipboard iPhone dan Windows di Uni Eropa

    Tanpa adanya konsesi harga dari CXMT dan kepastian izin ekspor dari pemerintah Amerika Serikat, Apple harus menghitung ulang strategi pengadaan komponen untuk mempertahankan margin keuntungan serta jadwal distribusi seri iPhone 18 di pasar global.

    Komentar
    Additional JS