iQOO X Jadi Ponsel Konsep Gila: Baterai 15.000mAh, Layar 240Hz, dan Kamera 200MP - Viva

Olret – iQOO tampaknya ingin menunjukkan sejauh mana teknologi ponsel bisa dikembangkan melalui perangkat konsep terbarunya, iQOO X. Ponsel ini dilaporkan telah dipamerkan secara internal oleh perusahaan, membawa spesifikasi yang saat ini lebih tepat dipandang sebagai demonstrasi teknologi daripada produk siap jual.
Baca Juga
Salah satu bagian yang paling mencolok adalah chipsetnya. iQOO X disebut menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen10 Pro yang dipadukan dengan chip e-sports buatan iQOO sendiri bernama QX. Nama chipset tersebut sekaligus menjadi indikasi bahwa perangkat ini merupakan konsep untuk jangka panjang, bukan ponsel yang akan segera memasuki pasar.
Di sektor daya, iQOO X membawa salah satu spesifikasi paling ekstrem yang pernah ditampilkan pada sebuah ponsel konsep, yakni baterai solid-state berkapasitas 15.000mAh. iQOO menjulukinya sebagai "Baterai Es Biru". Kapasitas sebesar ini masih jauh dari konfigurasi baterai yang umum ditemukan pada smartphone komersial saat ini dan menjadi salah satu bagian utama dari eksperimen teknologi iQOO X.
Baca Juga
Layar perangkat ini juga tidak kalah ambisius. iQOO X disebut menggunakan panel LTPO berukuran 7 inci dengan desain layar penuh, resolusi 2K+ dan refresh rate hingga 240Hz. Layar tersebut juga dilengkapi sensor sidik jari ultrasonik yang mencakup setengah area layar.
Untuk memberikan respons input yang sangat cepat, layar iQOO X diklaim memiliki touch sampling rate hingga 4.800Hz. Perangkat ini juga mengusung teknologi refresh partisi dinamis berbasis AI yang memungkinkan area berbeda pada layar melakukan penyegaran secara independen sesuai kebutuhan.
Baca Juga
Kemampuan fotografinya pun dibuat ekstrem. iQOO X disebut membawa kamera utama Sony beresolusi 200MP, kamera telefoto periskop Samsung 200MP, serta kamera ultra-wide Samsung 50MP. Jika spesifikasi tersebut benar-benar diwujudkan dalam produk komersial, konfigurasi ini akan menempatkan iQOO X sebagai salah satu perangkat dengan sistem kamera paling agresif di kelasnya.
Menariknya, iQOO tidak hanya memamerkan spesifikasi di atas kertas. Perusahaan juga dilaporkan membawa prototipe fisik iQOO X dalam acara tersebut. Kehadiran unit fisik memberikan gambaran mengenai bagaimana teknologi dan spesifikasi ekstrem yang dirancang iQOO dapat diterapkan pada sebuah perangkat nyata.
Meski berstatus ponsel konsep, iQOO bahkan disebut telah membagikan gambaran harga untuk sejumlah konfigurasi. Varian 12GB+512GB dibanderol ¥6.999 atau sekitar US$1.038. Sementara itu, model 16GB+512GB berada di angka ¥7.399 atau sekitar US$1.097.
Konfigurasi yang lebih tinggi, yakni 16GB+1TB, disebut memiliki harga ¥7.799 atau sekitar US$1.157. Adapun varian tertinggi dengan RAM 24GB dan penyimpanan 1TB mencapai ¥8.599, setara sekitar US$1.275.
iQOO X sendiri ditampilkan dalam dua pilihan warna, yaitu hitam dan putih. Namun, mengingat perangkat ini masih merupakan konsep, spesifikasi, harga, desain, maupun teknologi yang ditampilkan belum dapat dianggap sebagai gambaran pasti produk retail yang nantinya akan dijual secara luas.
Perlu dicatat bahwa belum tersedia konfirmasi resmi yang dapat diverifikasi dari situs iQOO maupun Qualcomm mengenai seluruh spesifikasi iQOO X yang disebutkan dalam laporan tersebut. Karena itu, informasi mengenai Snapdragon 8 Elite Gen10 Pro, baterai solid-state 15.000mAh, layar 240Hz, serta konfigurasi kamera 200MP sebaiknya diperlakukan sebagai laporan atau spesifikasi konsep yang belum dikonfirmasi secara resmi.
Jika teknologi tersebut benar-benar dikembangkan hingga tahap produksi massal, iQOO X menunjukkan arah eksperimen perusahaan terhadap smartphone masa depan: baterai jauh lebih besar, layar dengan respons dan refresh rate ekstrem, sistem kamera beresolusi tinggi, serta performa yang dirancang khusus untuk gaming. Untuk saat ini, perangkat tersebut lebih menarik sebagai gambaran tentang apa yang mungkin hadir pada generasi smartphone iQOO di masa depan daripada sebagai ponsel yang bisa langsung dibeli konsumen.