4 Alasan Blue Light dari Gadget Bisa Memicu Penuaan Dini - Tribunnews
Tips beauty
Salah satu yang sering dibahas adalah blue light layar ponsel, yaitu cahaya biru yang dipancarkan perangkat elektronik seperti smartphone, tablet.
TRIBUNSHOPPING.COM - Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak bisa lepas dari layar, mulai dari bangun tidur sambil cek HP, bekerja di depan laptop, sampai scrolling media sosial sebelum tidur.
Tapi tahukah kamu, kebiasaan menatap layar berjam-jam ternyata juga bisa mempengaruhi kondisi kulit.
Beli sunscreen untuk melindungi wajah dari blue light, cukup dengan klik di sini.
Salah satu yang sering dibahas adalah blue light layar ponsel, yaitu cahaya biru yang dipancarkan perangkat elektronik seperti smartphone, tablet, dan komputer.
Lalu, apakah benar blue light menyebabkan penuaan diri dan merusak kulit?
Berikut penjelasannya dilansir dari beautynesia.
4 Alasan Blue Light dari Gadget Bisa Memicu Penuaan Dini
1. Kulit Lebih Rentan Mengalami Hiperpigmentasi

Salah satu hal yang sedang diteliti dari efek blue light pada kulit adalah pengaruhnya terhadap produksi melanin, yaitu pigmen yang memberikan warna pada kulit.
Dilansir dari PubMed, penelitian pada kulit manusia menunjukkan bahwa paparan blue light dapat merangsang aktivitas melanosit dan meningkatkan produksi melanin, terutama pada kulit dengan warna lebih gelap.
Efek ini dapat membuat pigmentasi bertahan lebih lama dibandingkan beberapa jenis paparan cahaya lainnya.
Baca juga: 4 Sunscreen SPF 50 yang Bisa Jadi Rekomendasimu, Lindungi Kulit Lebih Lama
2 dari 4 halaman
2. Memicu Radikal Bebas pada Kulit
Sederhananya radikal bebas adalah molekul yang sangat reaktif dan bisa menyebabkan kerusakan pada sel ketika jumlahnya terlalu banyak.
Kulit sebenarnya punya sistem perlindungan sendiri untuk mengatasinya, tetapi paparan cahaya tertentu dapat meningkatkan pembentukan molekul reaktif tersebut.
Blue light pada kulit dapat meningkatkan pembentukan reactive oxygen species atau ROS pada kulit.
Molekul tersebut dapat memicu berbagai perubahan seluler, termasuk kerusakan DNA dan perubahan respons imun kulit.
Nah, kondisi inilah yang kemudian membuat peneliti tertarik melihat kemungkinan hubungan antara blue light pada kulit dan tanda-tanda penuaan.
Walau begitu, kamu nggak perlu langsung panik setiap kali membuka HP karena intensitas blue light dari perangkat elektronik sehari-hari jauh lebih rendah dibandingkan paparan dari matahari.
Baca juga: 4 Rekomendasi Sunscreen Di Bawah 50 Ribuan, Harga Murah Melindungi dengan Maksimal

3 dari 4 halaman
3. Menghambat Regenerasi Kulit dan Menurunkan Antioksidan

Kulit sebenarnya punya antioksidan alami yang membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
Masalahnya, ketika jumlah radikal bebas meningkat, sistem pertahanan ini harus bekerja lebih keras untuk menetralisirnya.
Ketika kondisi kulit terus mengalami stres oksidatif, proses pemulihan dan fungsi normal sel kulit juga berpotensi ikut terganggu.

4. Merusak Kolagen dan Elastin
Kolagen membantu memberikan kekuatan dan struktur, sedangkan elastin membantu kulit tetap elastis.
Dalam penelitian laboratorium, paparan blue light dalam dosis tertentu memang menunjukkan perubahan pada penanda yang berkaitan dengan penuaan kulit.
4 dari 4 halaman
Penelitian pada jaringan kulit manusia menemukan bahwa paparan blue light berulang dapat mengubah biomarker yang berkaitan dengan penuaan, peradangan, dan kerusakan jaringan, termasuk perubahan pada protein kolagen.

Jadi, efek blue light pada kulit memang sedang banyak diteliti karena dapat berkaitan dengan radikal bebas, stres oksidatif, pigmentasi, dan perubahan struktur kulit.
Tetap pakai sunscreen, jangan lupa rawat kulit, dan kalau bisa kasih mata serta tubuh waktu istirahat dari layar gadget.
Baca juga: 4 Rekomendasi Sunscreen Matte untuk Perlindungan Tahan Lama Bebas Minyak di Wajah
*Harga dalam artikel dapat berubah sewaktu-waktu.
Baca ulasan produk selengkapnya di aplikasi TribunX. Unduh melalui Play Store dan App Store.
(AZIZAH/TRIBUNSHOPPING.COM)










