Peringatan Buat Pengguna Chrome, Segera Lakukan Ini Sekarang! - CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengguna Google Chrome diminta segera memperbarui sekaligus me-restart browser mereka. Google baru saja merilis pembaruan keamanan yang menambal celah keamanan yang dieksploitasi hacker.
Malwarebytes melaporkan, Google merilis pembaruan Chrome terbaru yang memperbaiki 26 celah keamanan. Dua di antaranya dikategorikan Google sebagai kerentanan kritis jenis use-after-free (UAF).
Tak lama setelah laporan tersebut terbit, Google kembali merilis pembaruan Chrome untuk menambal celah lain pada mesin JavaScript V8. Kerentanan tersebut tercatat dengan kode CVE-2026-85046 dan memiliki tingkat keparahan tinggi.
Google menyebut eksploit untuk celah tersebut sudah beredar di dunia maya. Penyerang dapat memanfaatkan halaman HTML yang telah dirancang khusus untuk menjalankan kode arbitrer di dalam sandbox Chrome.
Karena celah itu sudah dieksploitasi, HKCERT menilai tingkat risikonya secara keseluruhan berada pada kategori sangat tinggi.
Setelah memasang pembaruan terbaru, versi Chrome seharusnya berubah menjadi 152.0.7977.82/.83 untuk pengguna Windows dan Mac. Sementara itu, pengguna Linux akan mendapatkan Chrome versi 152.0.7977.82.
Malwarebytes menjelaskan, pengguna yang tidak ingin menunggu pembaruan digulirkan secara otomatis dapat melakukan pembaruan secara manual.
Caranya cukup dengan membuka menu More yang ditandai ikon tiga titik, kemudian masuk ke Settings > About Chrome. Jika pembaruan tersedia, Chrome akan otomatis mulai mengunduhnya.
Setelah proses unduhan selesai, pengguna perlu me-restart Chrome untuk menyelesaikan pemasangan pembaruan. Langkah tersebut penting agar berbagai celah keamanan yang telah ditambal Google benar-benar terlindungi di perangkat.
Malwarebytes mengingatkan, pembaruan otomatis bisa tertunda jika pengguna jarang menutup browser atau terjadi masalah saat proses pembaruan.
Dua Celah Kritis Chrome
Dari 26 celah yang diperbaiki, dua di antaranya merupakan kerentanan kritis jenis use-after-free. Celah ini terjadi ketika sebuah program mencoba mengakses lokasi memori yang sebenarnya sudah dibebaskan.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan program mengalami crash. Dalam skenario tertentu, celah juga bisa dimanfaatkan penyerang untuk menjalankan kode mereka sendiri.
Celah pertama tercatat sebagai CVE-2026-84353 dan ditemukan pada fitur Shared Tab Groups. Kerentanan tersebut memungkinkan penyerang dari jarak jauh, dengan memanfaatkan teknik rekayasa sosial, menjalankan kode arbitrer di luar sandbox browser melalui halaman HTML yang telah dimodifikasi.
Dalam kasus ini, rekayasa sosial kemungkinan mengharuskan korban diarahkan ke situs berbahaya atau membuka email dalam format HTML.
Sementara itu, celah kedua memiliki kode CVE-2026-84352 dan ditemukan pada WebGL. Teknologi WebGL memungkinkan situs menampilkan grafis 2D dan 3D interaktif di browser.
Kerentanan tersebut juga dapat dimanfaatkan penyerang dari jarak jauh untuk menjalankan kode arbitrer di luar sandbox melalui halaman HTML yang telah dibuat khusus.
Malwarebytes menilai kerentanan Chrome yang memungkinkan eksekusi kode dari jarak jauh di luar sandbox menjadi sasaran berharga bagi penyerang.
Pasalnya, celah seperti ini dapat mengubah aktivitas sederhana, seperti mengunjungi situs berbahaya atau situs yang telah disusupi, menjadi kesempatan bagi penyerang untuk menjalankan kode secara langsung pada sistem operasi perangkat korban.