BYD Flash Charging 1.500 kW, Isi Daya Mobil Listrik Cuma 9 Menit - IDN Times
16 Oct 2026, 14:20 WIB
2 min read
It helps you see more of our articles when you search on Google

Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
BYD memperkenalkan Flash Charging 1.500 kW di Indonesia, dengan klaim pengisian kendaraan kompatibel dari 10% ke 70% sekitar lima menit dan hingga 97% dalam sembilan menit.
Teknologi ini memakai Blade Battery generasi kedua serta konektor berbentuk T dengan sistem rel, katrol, penyangga kabel, konektor geser, dan fitur Plug-and-Charge pada kendaraan kompatibel.
BYD menargetkan Flash Charging hadir di 10 diler Denza sepanjang 2026, sambil mengkaji perluasan ke fasilitas umum dan model lain seperti BYD M6 EV yang memerlukan penyesuaian perangkat lunak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Jakarta, IDN Times - BYD memperkenalkan teknologi Flash Charging di Indonesia yang menawarkan daya pengisian hingga 1.500 kW. Teknologi ini dikembangkan untuk memangkas waktu pengisian daya kendaraan listrik, salah satu aspek yang menjadi perhatian konsumen ketika beralih dari mobil bermesin pembakaran internal.
BYD mengklaim kendaraan yang kompatibel dapat mengisi daya dari 10 persen hingga 70 persen dalam sekitar lima menit.
Pengisian hingga 97 persen diklaim membutuhkan waktu sekitar sembilan menit pada suhu normal, dengan Blade Battery generasi kedua sebagai teknologi pendukungnya.
1. Daya pengisian mencapai 1.500 kW

BYD perkenalkan generasi kedua Blade Battery (IDN Times/Fadhliansyah) Flash Charging menggunakan sistem pengisian berdaya tinggi melalui satu konektor. Teknologi ini dirancang untuk bekerja bersama Blade Battery generasi kedua yang dikembangkan agar mampu menerima energi dengan lebih cepat sekaligus mengoptimalkan pengelolaan panas.
BYD mengusung slogan "Ready in 5, Full in 9" untuk menggambarkan kemampuan pengisian tersebut. Meski demikian, waktu pengisian aktual tetap bergantung pada kompatibilitas kendaraan dan kondisi pengisian. Angka sembilan menit yang diumumkan BYD merujuk pada pengisian hingga 97 persen, bukan 100 persen.
2. Desain pengisian dibuat lebih praktis

BYD Flash Charging resmi rilis di Indonesia (IDN Times/Fadhliansyah) Selain kecepatan, Flash Charging mengandalkan desain konektor berbentuk huruf T yang menggantung di atas area pengisian. Sistem rel dan katrol menjaga kabel tetap terangkat sehingga tidak menyentuh permukaan yang kotor atau basah.
BYD juga menghadirkan sistem penyangga untuk mengurangi beban kabel ketika digunakan, konektor yang dapat digeser mengikuti posisi port pengisian, serta fitur Plug-and-Charge pada kendaraan kompatibel yang telah mengaktifkan layanan tersebut. Dengan fitur terakhir, autentikasi dapat berlangsung otomatis saat konektor dihubungkan.
3. Mulai diterapkan di diler Danza

Danza Z9GT dan New D9 (IDN Times/Fadhliansyah) BYD berencana menghadirkan Flash Charging di 10 diler Danza di Indonesia sepanjang 2026. Perusahaan juga mengkaji perluasan jaringan ke fasilitas umum dan menjajaki kerja sama dengan operator infrastruktur pengisian daya, termasuk PLN.
"Flash Charging menghadirkan pengalaman pengisian daya EV yang lebih mendekati kebiasaan umum konsumen Indonesia saat mengisi bahan bakar, sehingga membuat transisi menuju kendaraan listrik menjadi lebih mudah, praktis, dan lancar," ujar Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan.
BYD juga berencana mengembangkan penerapan teknologi ini ke model lainnya, termasuk BYD M6 EV. Namun, model tersebut masih memerlukan penyesuaian perangkat lunak sebelum kemampuan Flash Charging dapat digunakan.
Curated For You
Topics
Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet
Di Balik Layar
Gimana Caranya Syuting Filmdi Tengah Pestapora?
Riset sejak 2024, produksi di festival asli, dan tujuh hari syuting demi menghidupkanOperasi Pesta Copet.
2024
Riset lokasi & pengembangan cerita
Pestapora 2025
Syuting di lokasi festival

BYD Racco Tembus Pasar Sri Lanka, Harga Rp550 Jutaan
17 Oct 2026, 07:30 WIB
3 min read

Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
BYD Racco mulai memperluas pasar ke luar Jepang dengan menjadikan Sri Lanka sebagai negara pertama yang memasarkan mobil listrik mungil tersebut. Mobil berdesain kotak ini ditawarkan dengan harga perkenalan 11.450.000 rupee Sri Lanka atau sekitar US$34.615, setara Rp550 jutaan.


















