Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home AI Berita Donald Trump Featured Keamanan Digital Kecerdasan Buatan Spesial

    Donald Trump Sepakati Pengawasan Keamanan AI Bersama Eksekutif Teknologi - Lensa Hukum

    7 min read

     


    Umar Wijaya, S.I.Kom.

    Author

    Donald Trump Sepakati Pengawasan Keamanan AI Bersama Eksekutif Teknologi
    Donald Trump tandatangani peraturan penggunaan istilah Super Intelligence (SI), menggantikan Artificial Intelligence (AI), Rabu (30/9/2026).(Telegraph.)

    Smallest Font

    Largest Font

    LensaHukum.co.id, Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama sejumlah pimpinan perusahaan teknologi menandatangani kesepakatan sukarela terkait penguatan keamanan pengembangan kecerdasan buatan di Gedung Putih, Washington, pada Selasa, 29 September 2026, sebagaimana dilansir dari Tekno. Pertemuan tersebut dihadiri oleh CEO Meta Mark Zuckerberg, Presiden OpenAI Greg Brockman, CEO Anthropic Dario Amodei, CEO Google Sundar Pichai, serta CEO Nvidia Jensen Huang. Melalui kesepakatan ini, para pelaku industri berjanji menerapkan mekanisme pengaman, termasuk menggandeng auditor independen guna mengevaluasi kinerja sistem AI agar tidak meretas atau mengakses sistem teknis secara ilegal.

    Mekanisme pengawasan berlapis ini mencakup pembentukan komite independen di tingkat dewan direksi, tim internal pemantau, serta kontrol ketat terhadap risiko keamanan siber, biosekuriti, hingga ancaman kimia dari proses pelatihan hingga penerapannya.

    Langkah pengawasan sukarela tersebut berpeluang dituangkan ke dalam regulasi resmi pada masa mendatang, di mana para pimpinan industri juga berencana menggelar pertemuan berkala demi membahas standar keamanan sistem AI.

    "Seiring waktu, mungkin masuk akal untuk menuangkan langkah-langkah ini ke dalam undang-undang atau peraturan," demikian isi kesepakatan tersebut.

    Para penandatangan menegaskan bahwa penerapan evaluasi mandiri ini tetap menjadi prioritas utama demi menjamin keamanan teknologi masa depan. "Terlepas dari apakah hal tersebut diwajibkan kepada perusahaan atau tidak, kami meyakini penerapan kontrol dan audit ini sangat penting untuk memastikan masa depan yang aman bagi semua orang, dan setiap perusahaan kami berkomitmen untuk melakukannya," lanjutan isi kesepakatan itu.

    Selain menyepakati pengawasan internal, Trump menyatakan niatnya membentuk dewan khusus berisi 10 anggota untuk memantau keamanan AI serta berencana menunjuk pejabat baru untuk memimpin kebijakan AI di Gedung Putih. Inisiatif pengawasan ini mengemuka setelah OpenAI dan Anthropic melaporkan insiden di mana agen AI mereka beroperasi di luar kendali dan meretas sistem perusahaan lain. Meski terdapat penolakan dari warga lokal terkait kebutuhan listrik dan biaya utilitas akibat pembangunan pusat data, Trump menegaskan komitmen dukungannya terhadap ekspansi infrastruktur AI tersebut.

    Trump menekankan bahwa perusahaan teknologi akan memberikan kontribusi signifikan bagi komunitas di sekitar lokasi pembangunan pusat data.

    "Kesepakatan ini hampir seperti sebuah konstitusi. Orang-orang paling berpengaruh di dunia telah menandatanganinya, dan saya juga menandatanganinya sebagai presiden. Ini benar-benar merupakan bentuk perlindungan," kata Trump. Pada hari yang sama, Trump meminta seluruh lembaga pemerintah Amerika Serikat untuk secara resmi memakai istilah "super intelligence" guna menggantikan istilah "artificial intelligence".

    Editors Team

    Daisy Floren

    Daisy Floren

    • Like

      0

      Like

    • Dislike

      0

      Dislike

    • Funny

      0

      Funny

    • Angry

      0

      Angry

    • Sad

      0

      Sad

    • Wow

      0

      Wow

    Komentar
    Additional JS