YouTube Music Luncurkan Label untuk Tandai Lagu Buatan AI - Marketers
YouTube Music meluncurkan sistem label baru untuk meningkatkan transparansi penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam produksi musik. Fitur ini membantu pendengar mengetahui apakah sebuah lagu dibuat sepenuhnya menggunakan AI atau hanya memanfaatkan teknologi tersebut dalam bagian tertentu, seperti komposisi dan vokal.
Menurut laporan Social Media Today, label tersebut akan muncul pada halaman pemutar lagu dan dapat diklik untuk melihat informasi lebih lanjut mengenai peran AI dalam proses pembuatannya. Fitur ini juga akan diterapkan pada aplikasi utama YouTube melalui kerja sama dengan mitra industri musik dan teknologi pendeteksian internal.
BACA JUGA: Siri Kini Bisa Putar Musik Spotify Tanpa Perlu Perintah Tambahan
Dalam sistem ini, lagu dibagi menjadi tiga kategori, yaitu Fully Gen AI, Partly Gen AI, dan No Gen AI. Penggunaan AI secara penuh masuk kategori pertama, sedangkan kategori kedua mencakup karya yang menggabungkan komponen AI dengan elemen buatan manusia, sementara penggunaan Auto-Tune tidak otomatis tergolong sebagai musik buatan AI.
Peluncuran fitur ini berlangsung ketika musik buatan AI semakin banyak beredar di platform streaming. Deezer melaporkan menerima hampir 90.000 lagu yang sepenuhnya dibuat menggunakan AI setiap hari pada Juli 2026, sedangkan Apple Music berencana menghadirkan label Made With AI pada akhir tahun yang sama.
BACA JUGA: Pengguna Facebook Bisa Atur Algoritma Konten Sendiri dengan Fitur Ini
Sejumlah platform telah mengambil langkah berbeda dalam menghadapi perkembangan tersebut, termasuk Spotify yang memiliki label AI dan penyaring spam musik. Deezer mengecualikan musik AI yang terdeteksi dari rekomendasi algoritmik dan daftar putar editorial, sementara TIDAL memungkinkan pengguna menonaktifkan pemutaran rekaman yang sepenuhnya dibuat menggunakan AI.
Berbeda dari platform yang menerapkan pembatasan lebih ketat, YouTube berfokus pada keterbukaan informasi tanpa otomatis melarang monetisasi lagu yang melibatkan AI. Perusahaan ini juga mengembangkan Dream Track, alat yang memungkinkan kreator tertentu membuat musik latar menggunakan suara artis berbasis AI yang telah berpartisipasi dalam program tersebut.
