Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Spesial Teleskop James Webb

    Teleskop James Webb Temukan Planet Lava Mendidih, Jarak 280 Tahun Cahaya dari Bumi - detik

    3 min read

     


    Jakarta -

    Teleskop luar angkasa James Webb menemukan planet yang dikelilingi lava mendidih. Uniknya, mereka memiliki atsmofer yang 'seharusnya' tidak bisa bertahan dengan lingkungan panas.

    Para astronom yakin kondisi ekstrem dapat melelahkan atmosfer alami planet. Namun justru sebaliknya, atmosfer ini menjadi 'tabir surya' atau pelindung planet tersebut.

    Dr. Anjali Piette, seorang astrofisikawan di University of Birmingham, bersama timnya melaporkan temuan ini dalam The Astronomical Journal. Dengan menggunakan Telekop James Webb, para ilmuwan mengamati sebuah eksoplanet berbatu bernama TOI-561 b yang terletak sekitar 280 tahun cahaya dari Bumi. Selama 37 jam, mereka mengamati hampir empat orbit penuh planet tersebut mengelilingi bintang induknya.

    Pengamatan menunjukkan bahwa TOI-561 b mungkin dikelilingi oleh atmosfer yang cukup tebal, meskipun kondisinya sangat tidak ramah bagi kehidupan. Atmosfer ini tampaknya membantu planet tersebut memantulkan sebagian besar radiasi yang berasal dari bintang induknya.

    Salah satu kesimpulan dari para ilmuwan adalah adanya lapisan awan silikat yang sangat reflektif, yang mencegah permukaan planet mencapai suhu ekstrem sebagaimana yang diperkirakan terjadi pada planet berbatu yang terpapar langsung. Atmosfer tersebut juga terlihat memindahkan panas dari sisi siang hari menuju sisi malam hari, sehingga turut menurunkan suhu di sisi yang menghadap bintang.

    Atmosfer yang Seharusnya Sudah Lenyap

    Para ilmuwan belum mengetahui secara pasti gas apa saja yang menyusun atmosfer TOI-561 b. Salah satu kemungkinannya adalah lapisan karbon dioksida yang tebal, mirip dengan atmosfer Venus namun dalam kondisi yang jauh lebih panas.

    Kemungkinan lainnya adalah atmosfer yang didominasi oleh sulfur dioksida, yaitu gas yang dilepaskan melalui aktivitas vulkanik di Io, salah satu bulan planet Jupiter.

    "Penemuan kami menantang teori-teori yang ada saat ini. Kita mungkin menduga bahwa planet berbatu yang terpapar radiasi intens seperti TOI-561 b seharusnya sudah kehilangan atmosfernya miliaran tahun yang lalu," ujar Dr Anjali Piette dalam Science Daily dikutip Sabtu (31/10/2026).

    "Namun, bukti yang ada justru menunjukkan bahwa planet ini masih memiliki atmosfer yang cukup tebal hingga saat ini," imbuhnya.

    Sisi Siang dan Malam PlanetTOI-561 b

    Eksoplanet ini memiliki dua sisi, sisi siang yang menghadap bintang dan sisi malam yang menghadap sebaliknya. Sisi siang memiliki suhu yang jauh lebih panas dari sisi malam.

    Suhu yang tidak terduga ini mengisyaratkan bahwa sebagian besar energi yang datang telah dialihkan ke sisi malam atau dipantulkan kembali ke luar angkasa sebelum sempat memanaskan permukaan planet. Dalam penelitian tersebut, tim menemukan TOI-561 b memantulkan sekitar 75% cahaya bintang yang mengenainya.

    Bisakah Samudra Lava Menjaga Atmosfer?

    Temuan baru ini memperkuat bukti sebelumnya yang menunjukkan bahwa TOI-561 b memiliki atmosfer tebal yang mungkin terus-menerus diisi ulang oleh gas-gas yang keluar dari bagian dalamnya yang mencair. Kemungkinan tersebut dapat membantu menjelaskan bagaimana planet ini mampu mempertahankan atmosfernya meskipun terus terpapar radiasi intens dari bintang induknya selama miliaran tahun.

    Para peneliti kini berharap dapat menentukan apakah TOI-561 b lebih menyerupai sebuah planet yang sangat panas seperti Venus, atau versi yang jauh lebih ekstrem dari bulan vulkanik Io.

    (nir/nwk)

    Komentar
    Additional JS