Microsoft jadi penerbit game terbaik tapi Xbox masih merugi

Microsoft jadi penerbit game terbaik, tapi Xbox masih merugi
Meski akhir tahun lalu Microsoft dinobatkan menjadi penerbit game paling populer, tapi nyatanya divisi Xbox masih merugi.
Baru beberapa waktu lalu Microsoft dinobatkan sebagai penerbit game terbesar di dunia, namun laporan keuangan kuartal kedua tahun fiskal 2025 menunjukkan tantangan besar dalam divisi game. CEO Microsoft, Satya Nadella menyoroti pencapaian Xbox Cloud Gaming, Game Pass, serta kesuksesan Call of Duty: Black Ops 6 dan Indiana Jones and the Great Circle.
Black Ops 6 menjadi game terlaris di Xbox dan PlayStation pada kuartal ini, dengan jumlah pemain tertinggi dalam sejarah waralaba. Sementara itu, Indiana Jones and the Great Circle telah dimainkan lebih dari 4 juta orang, mendapat ulasan positif, dan memperkuat pertumbuhan Game Pass.
"Kami berfokus pada peningkatan profitabilitas bisnis untuk memposisikannya demi pertumbuhan jangka panjang, didorong oleh konten bermargin tinggi dan layanan platform. Dan kami menjalankan rencana ini.Black Ops 6 adalah game terlaris di Xbox dan PlayStation pada kuartal ini – dan memiliki lebih banyak pemain pada kuartal peluncurannya dibandingkan rilis berbayar lainnya dalam sejarah waralaba. Dan kami melihat ulasan yang bagus tentang Indiana Jones and the Great Circle, yang telah dimainkan oleh lebih dari 4 juta orang," ujar Satya, seperti dilansir dari laman Wccftech (30/1).
"Kami juga terus melihat momentum yang kuat untuk Xbox Cloud Gaming, dengan rekor 140 juta jam streaming pada kuartal ini. Secara keseluruhan, Game Pass mencetak rekor pendapatan kuartalan baru dan menumbuhkan basis pelanggan PC lebih dari 30%, karena kami berfokus untuk mendorong pelanggan yang membayar penuh di seluruh titik akhir."
Meski begitu, pendapatan konten dan layanan Xbox hanya tumbuh 2%, sementara pendapatan game secara keseluruhan turun 7%. Penurunan terbesar terjadi pada perangkat keras Xbox, yang merosot hingga 29%, menunjukkan tren negatif yang terus berlanjut dalam beberapa kuartal terakhir.
Strategi multiplatform Microsoft diyakini menjadi salah satu penyebab melemahnya penjualan konsol Xbox. Banyak pemain kini memilih memainkan game di PC atau konsol pesaing seperti PlayStation dan Nintendo, mengurangi insentif untuk membeli Xbox.
Phil Spencer, CEO divisi game Microsoft, menegaskan bahwa perusahaan akan terus berinovasi dalam perangkat keras untuk menarik minat gamer. Microsoft berharap peningkatan daya, inovasi, serta layanan platform dapat mengubah keadaan, meskipun tantangan besar masih menghadang di masa depan.
Komentar
Posting Komentar