Bukan Online, Ternyata 80% Orang RI Masih Beli HP di Toko: Honor Langsung Gaspol Buka Gerai! - SindoNews
3 min read
Bukan Online, Ternyata 80% Orang RI Masih Beli HP di Toko: Honor Langsung Gaspol Buka Gerai!
views:.
Di saat yang lain sibuk perang harga di online, Honor justru ekspansi besar-besaran lewat toko fisik dan pamerkan kecanggihan AI Honor 400. Foto: Honor Indonesia
JAKARTA - Produsen gawai asal China Honor ingin membuktikan bahwa di 2025, sentuhan manusia dan pengalaman fisik (offline) masih menjadi raja yang tak tergantikan dalam merebut hati pasar Indonesia.
Strategi ini bukan tanpa alasan. President of Honor South Pacific, Justin Li, memahami betul psikologis konsumen tanah air. Baginya, kesan pertama saat jemari menyentuh layar dingin smartphone di Honor Experience Store adalah momen krusial yang menentukan "jatuh cinta" atau berpalingnya seorang pelanggan.
Strategi ini bukan tanpa alasan. President of Honor South Pacific, Justin Li, memahami betul psikologis konsumen tanah air. Baginya, kesan pertama saat jemari menyentuh layar dingin smartphone di Honor Experience Store adalah momen krusial yang menentukan "jatuh cinta" atau berpalingnya seorang pelanggan.
Fisik Masih Mendominasi
Langkah Honor memperbanyak gerai fisik di lokasi-lokasi premium Jabodetabek, seperti Gandaria City, adalah jawaban atas data pasar yang mencengangkan.
Di saat dunia mendewakan e-commerce, data menunjukkan bahwa di Indonesia, pasar offline masih menjadi tulang punggung utama penjualan ponsel pintar.
Justin Li mengungkapkan fakta bahwa lebih dari 80 persen transaksi pembelian smartphone di Indonesia masih terjadi di luar jaringan.
Angka ini adalah bukti tak terbantahkan bahwa konsumen Indonesia masih memegang teguh prinsip "ada rupa, ada harga". Mereka butuh memegang, mencoba, dan meyakinkan diri sebelum merogoh kocek.
"Kehadiran toko di lokasi strategis membuat masyarakat semakin yakin bahwa Honor berkomitmen penuh pada pasar Indonesia. Banyak pengunjung mengapresiasi kesempatan untuk melihat dan mencoba langsung perangkat kami, karena ini membangun kepercayaan terhadap kualitas ekosistem AI kami," ujar Justin.
Di saat dunia mendewakan e-commerce, data menunjukkan bahwa di Indonesia, pasar offline masih menjadi tulang punggung utama penjualan ponsel pintar.
Justin Li mengungkapkan fakta bahwa lebih dari 80 persen transaksi pembelian smartphone di Indonesia masih terjadi di luar jaringan.
Angka ini adalah bukti tak terbantahkan bahwa konsumen Indonesia masih memegang teguh prinsip "ada rupa, ada harga". Mereka butuh memegang, mencoba, dan meyakinkan diri sebelum merogoh kocek.
"Kehadiran toko di lokasi strategis membuat masyarakat semakin yakin bahwa Honor berkomitmen penuh pada pasar Indonesia. Banyak pengunjung mengapresiasi kesempatan untuk melihat dan mencoba langsung perangkat kami, karena ini membangun kepercayaan terhadap kualitas ekosistem AI kami," ujar Justin.
Satu Atap, Seribu Solusi

Konsep yang diusung pun tak sekadar etalase jualan. Honor Experience Store dirancang sebagai one-stop solution. Di Gandaria City, misalnya, konsumen tidak hanya disuguhi deretan gawai terbaru, tetapi juga pusat layanan resmi dalam satu area yang sama.
Pendekatan ini memangkas birokrasi dan kerumitan. Konsumen bisa mengeksplorasi, membeli, hingga mendapatkan dukungan purnajual tanpa harus berpindah tempat. Sebuah strategi human centric yang cerdik untuk menciptakan rasa aman—komoditas paling mahal dalam bisnis elektronik.
"Pendekatan ini memudahkan konsumen. Hal ini berkontribusi pada tingkat konversi yang lebih tinggi dan mempercepat adopsi perangkat Honor di Indonesia," tambah Justin.
Pendekatan ini memangkas birokrasi dan kerumitan. Konsumen bisa mengeksplorasi, membeli, hingga mendapatkan dukungan purnajual tanpa harus berpindah tempat. Sebuah strategi human centric yang cerdik untuk menciptakan rasa aman—komoditas paling mahal dalam bisnis elektronik.
"Pendekatan ini memudahkan konsumen. Hal ini berkontribusi pada tingkat konversi yang lebih tinggi dan mempercepat adopsi perangkat Honor di Indonesia," tambah Justin.
Sihir Kecerdasan Buatan
Namun, toko fisik hanyalah pintu gerbang. Bintang utamanya tetaplah teknologi yang bersemayam di balik layar. Tahun 2025 menjadi panggung pembuktian Honor lewat integrasi Kecerdasan Buatan (AI) yang masif.
Perangkat andalan mereka, Honor 400, menjadi primadona berkat teknologi AI Imaging-nya. Fitur-fitur seperti AI Image-to-Video, AI Eraser 2.0, AI Cutout, hingga AI Outpainting bukan lagi sekadar gimmick, melainkan alat kreasi yang mengubah cara pengguna memproduksi konten berkualitas tinggi.
Tak ketinggalan, lini tablet Honor Pad 10 juga mendapatkan sentuhan magis lewat fitur AI Notes. Fitur ini diadopsi dengan cepat oleh pengguna untuk merangkum dan mengorganisasi pekerjaan, menawarkan efisiensi waktu yang nyata.
"Tren ini menunjukkan konsumen semakin mencari AI yang praktis. Penggunaan fitur yang meningkat signifikan membuktikan bahwa AI Honor dilihat sebagai solusi nyata untuk produktivitas, bukan sekadar pelengkap," tutup Justin Li.
Pada akhirnya, Honor tidak hanya menjual gawai. Lewat perpaduan gerai fisik yang nyaman dan teknologi AI yang solutif, mereka sedang menjual kepercayaan—sebuah strategi klasik yang dikemas modern untuk memenangkan pertarungan di pasar paling kompetitif diAsiaTenggara.
Perangkat andalan mereka, Honor 400, menjadi primadona berkat teknologi AI Imaging-nya. Fitur-fitur seperti AI Image-to-Video, AI Eraser 2.0, AI Cutout, hingga AI Outpainting bukan lagi sekadar gimmick, melainkan alat kreasi yang mengubah cara pengguna memproduksi konten berkualitas tinggi.
Tak ketinggalan, lini tablet Honor Pad 10 juga mendapatkan sentuhan magis lewat fitur AI Notes. Fitur ini diadopsi dengan cepat oleh pengguna untuk merangkum dan mengorganisasi pekerjaan, menawarkan efisiensi waktu yang nyata.
"Tren ini menunjukkan konsumen semakin mencari AI yang praktis. Penggunaan fitur yang meningkat signifikan membuktikan bahwa AI Honor dilihat sebagai solusi nyata untuk produktivitas, bukan sekadar pelengkap," tutup Justin Li.
Pada akhirnya, Honor tidak hanya menjual gawai. Lewat perpaduan gerai fisik yang nyaman dan teknologi AI yang solutif, mereka sedang menjual kepercayaan—sebuah strategi klasik yang dikemas modern untuk memenangkan pertarungan di pasar paling kompetitif diAsiaTenggara.
(dan)