Chery QQ3 EV Muncul di Bangkok, Ancaman Baru BYD Atto 1 dan Geely EX2 di Indonesia? - SindoNews
Chery QQ3 EV Muncul di Bangkok, Ancaman Baru BYD Atto 1 dan Geely EX2 di Indonesia?
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Rabu, 25 Maret 2026 - 08:02 WIB
Chery QQ3 EV tampil di Bangkok Motor Show 2026 sebagai kandidat kuat mobil listrik murah yang berpotensi masuk Indonesia. Foto: ist
CHINA - Kemunculan Chery QQ3 EV di Bangkok Motor Show 2026 menjadi sinyal kuat: pasar mobil listrik murah di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, akan semakin panas.
Model ini bukan sekadar mobil baru, melainkan kebangkitan nama legendaris QQ yang dulu menjadi simbol mobil rakyat di China sejak 2003 dengan penjualan lebih dari satu juta unit.
Kini, Chery membawa nama tersebut ke era listrik dengan pendekatan yang jauh lebih modern.
Secara spesifikasi, QQ3 EV tampil cukup agresif. Mobil ini menggunakan platform listrik T12 dengan konfigurasi penggerak roda belakang (RWD)—fitur yang jarang ditemukan di kelas hatchback listrik murah.
Tersedia dua pilihan motor listrik, yakni 58 kW (78 hp) dan 90 kW (121 hp). Untuk baterai, tersedia dua opsi LFP berkapasitas 29,5 kWh dan 41,3 kWh, dengan jarak tempuh 310 km hingga 420 km (CLTC).
Angka 420 km menjadi daya tarik utama, karena berada di atas rata-rata mobil listrik kompak saat ini.

Dimensi mobil ini juga cukup besar untuk kelasnya, dengan panjang 4.195 mm, lebar 1.811 mm, dan wheelbase 2.700 mm. Bahkan, ini sekitar 60 mm lebih panjang dibanding Geely EX2, yang selama ini dikenal unggul di ruang kabin.
Masuk ke kabin, QQ3 EV tampil sangat “tech-forward”. Layar utama berukuran 15,6 inci ditenagai chip Snapdragon 8155, didukung wireless charging 50W, ambient light 256 warna, serta fitur AI voice assistant dan OTA update.
Di sisi harga, Chery memainkan strategi agresif. Estimasi banderol berada di kisaran 70.000 hingga 110.000 yuan, atau sekitar Rp171 juta hingga
Rp270 juta. Bahkan saat pre-order, konsumen hanya perlu membayar 99 yuan (Rp2,4 juta) untuk mendapatkan potongan 999 yuan (Rp24 juta) saat peluncuran resmi.
Respons pasar pun sangat tinggi. Dalam waktu 3 jam, tercatat 27.319 unit sudah dipesan. Namun tantangan QQ3 EV tidak ringan. Di segmen ini, dua pemain sudah lebih dulu kuat.
BYD Atto 1 menawarkan tenaga sekitar 73,7 hp, torsi 135 Nm, baterai 38,88 kWh, dan jarak tempuh sekitar 380 km, dengan harga mulai sekitar Rp199 juta. Mobil ini unggul di efisiensi dan kemudahan penggunaan di kota.
Sementara Geely EX2 tampil lebih bertenaga dengan 114 hp dan 150 Nm, baterai 40,16 kWh, serta jarak tempuh sekitar 395 km, dengan harga di kisaran Rp229 juta hingga Rp259 juta. EX2 unggul di ruang kabin dan performa.
Di atas kertas, QQ3 EV justru berada di tengah, tetapi dengan keunggulan berbeda: RWD, jarak tempuh hingga 420 km, dan teknologi kabin lebih canggih.
Langkah Chery ini mencerminkan tren pasar 2026: EV murah tidak lagi sekadar murah, tetapi juga harus canggih dan stylish.
Jika benar masuk Indonesia, QQ3 EV berpotensi mengubah peta persaingan. Selama ini, konsumen harus memilih antara harga murah atau fitur lengkap. QQ3 EV mencoba menawarkan keduanya sekaligus.
Namun pertanyaan besarnya tetap sama: apakah harga Rp171–270 juta bisa dipertahankan saat masuk Indonesia?
Jika iya, maka BYD dan Geely harus bersiap—karena segmen mobil listrik murah tidak lagi sekadar soal efisiensi, tetapi juga soal teknologi dan pengalaman berkendara.
(dan)