108 Ekstensi Google Chrome Ini Diduga Suntik Iklan dan Curi Data Diam-Diam
108 Ekstensi Google Chrome Ini Diduga Suntik Iklan dan Curi Data Diam-Diam
Peneliti keamanan menemukan 108 ekstensi Google Chrome yang terhubung ke server yang sama dan diduga mencuri data pengguna.
- Apa peringatan utama mengenai ekstensi Google Chrome?
- Apa yang harus dilakukan pengguna jika telah menginstal ekstensi berbahaya?
- Fitur baru apa yang akan diintegrasikan ke Google Chrome?
Liputan6.com, Jakarta - Tim peneliti keamanan siber dari Socket baru-baru mengeluarkan laporan, sekaligus memperingatkan pengguna Google Chrome untuk waspada saat menginstal extensiin dari Chrome Web Store.
Mengutip laporan Socket via The Hacker News, Kamis (16/4/2026), tim peneliti keamanan siber tersebut menemukan ada 108 extension Chrome berbahaya yang terhubung ke infrastruktur command-and-control sama.
Menurut Socket, extension ini dipakai pelaku kejahatan siber untuk mencuri data pengguna, menyuntikkan iklan, hingga menjalankan kode JavaScript berbahaya di halaman web dikunjungi.
Tim peneliti juga menjelaskan, seluruh ekstensi berbahaya tersebut diterbutkan lewat lima publisher berbeda, yaitu Yana Project, GameGen, SideGames, Rodeo Games, dan InterAlt.
Meski kelima penerbit aplikasi tersebut tidak saling terkait, seluruh add-on itu ternyata mengarah ke backend sama dan telah mengantongi 20.000 instalasi di Chrome Web Store.
"Ke-108 rute tersebut mengarahkan kredensial curian, identitas pengguna, dan data penelusuran ke server yang dikendalikan oleh operator yang sama," kata Kush Pandya, salah satu anggota tim keamanan siber di Socket.
Serangan siber ini dinilai sangat mengkhawatirkan, karena pola serangannya tidak berhenti di satu jenis aktivitas. Socket menyebut, ada 54 ekstensi mampu mencuri identitas akun Google melalui OAuth2.
Sementara itu, 45 extension lainnya memiliki backdoor mampu membuka URL tertentu begitu browser dijalankan.
Sisanya mengambil. sesi Telegram web setiap 15 detik, menyuntikkan script ke setiap halaman yang dibuka, serta menghapus header keamanan di YouTube dan TikTok agar bisa menampilkan iklan judi.
Ekstensi ini tidak memiliki fungsi seperti malware pada umumnya. Banyak di antaranya disamarkan sebagai aplikasi Telegram, game slot dan Keno, alat bantu YouTube dan TikTok, penerjemah teks, sampai utilitas halaman web.
Di permukaan, semuanya terlihat seperti tools biasa. Tapi di belakang layar, kode berbahaya berjalan tanpa sepengetahuan korban mengambil data sesi, mengirim informasi penelusuran, lalu membuka URL pilihan pelaku.
"Pengguna yang telah memasang ekstensi apa pun disarankan untuk segera menghapusnya dan keluar dari semua sesi Telegram Web di aplikasi seluler Telegram," kata tim Socket.
Google Chrome Dirombak Besar-besaran
Di sisi lain, Google resmi mengumumkan rencana besar untuk merombak Chrome, dan kali ini bukan pembaruan yang biasa-biasa saja.
Peramban andalan itu akan dibekali dengan serangkaian fitur kecerdasan buatan (AI) Gemini, yang digadang-gadang akan menjadi perubahan paling besar dalam sejarah Chrome.
Dalam beberapa minggu mendatang, pengguna akan mulai merasakan kehadiran AI di hampir setiap sisi pengalaman berselancar di web.
Salah satu hal yang paling gampang terlihat adalah munculnya tombol Gemini baru di Chrome versi desktop.
Mengutip ArsTechnica, Jumat (26/9/2025), tombol ini bisa membuka pop-up khusus yang memungkinkan pengguna bertanya langsung atau minta ringkasan dari semua tab yang sedang terbuka.
Adanya tambahan otak AI Gemini membuat peramban ini mulai diarahkan jadi teman berselancar yang lebih cerdas dan terasa hidup.
Google juga tak berhenti di situ. Fitur AI Gemini serupa rencananya akan segera hadir di aplikasi Chrome untuk iOS, melengkapi dukungan yang sebelumnya sudah lebih dulu ditanamkan pada level sistem Android.
Pencarian Cerdas di Omnibar dan Interaksi Lintas Aplikasi
pengguna bisa langsung melakukan pencarian dalam “AI Mode” hanya dengan mengetik di bilah tersebut.
Selain itu, ada tambahan fitur baru bernama ask about this page atau “tanya tentang halaman ini.” Fitur Chrome ini akan otomatis menyarankan pertanyaan yang relevan dengan halaman yang sedang dibuka, lalu menampilkan jawabannya lewat panel samping.
Kemampuan Gemini tidak berhenti di situ saja. AI ini dirancang untuk bisa membaca dan berinteraksi dengan konten di semua tab yang terbuka sekaligus.
Bahkan, Gemini juga terhubung dengan layanan Google lain seperti Kalender dan YouTube, sehingga pengalaman menjelajah terasa lebih menyatu.
Bagi pengguna yang sering lupa alamat situs, AI ini juga dapat membantu menemukan kembali tautan di riwayat penjelajahan, cukup dengan petunjuk samar yang diingat.