Karyawan Google Ditangkap, Pakai Data Rahasia untuk "Main" di Polymarket - Kompas
Karyawan Google Ditangkap, Pakai Data Rahasia untuk "Main" di Polymarket
KOMPAS.com - Seorang software engineer perangkat lunak Google ditangkap otoritas Amerika Serikat setelah diduga memakai data internal perusahaan untuk bermain di platform prediction market Polymarket.
Pria bernama Michele Spagnuolo itu dituduh melakukan insider trading atau perdagangan berdasarkan informasi rahasia demi meraup keuntungan pribadi dari taruhan online.
Menurut Departemen Kehakiman AS, Spagnuolo menggunakan data pencarian Google yang belum dipublikasikan untuk memasang taruhan soal siapa tokoh paling banyak dicari di Google sepanjang 2025.
Berkat informasi internal tersebut, pria 36 tahun itu disebut berhasil memperoleh keuntungan sekitar 1,2 juta dollar AS atau sekitar Rp 20,2 miliar.
Detik-detik Suporter PSG Rusuh Usai Juara Liga Champions, Puluhan Orang Ditangkap
Baca juga: Google Rilis Year in Search 2025, Ini 10 Topik Paling Dicari Orang Indonesia Tahun Ini
Baca Juga :
Spagnuolo sendiri merupakan warga negara Italia yang bergabung dengan Google sejak 2014. Ia diketahui tinggal di Swiss dan kini menghadapi dakwaan pidana di pengadilan federal Manhattan, New York.
Pakai data rahasia Google

Lihat Foto
Dalam dokumen tuntutan, jaksa menyebut Spagnuolo memakai akun Polymarket bernama “AlphaRaccoon”.
Lewat akun tersebut, ia memasang taruhan terhadap daftar “most searched people” atau tokoh paling banyak dicari di Google sebelum hasil resminya diumumkan ke publik.
Salah satu taruhan paling mencurigakan terjadi pada November 2025.
Saat itu, Spagnuolo bertaruh bahwa musisi indie pop D4vd bakal menjadi sosok paling banyak dicari di Google tahun 2025. Padahal di Polymarket, probabilitas D4vd menjadi pencarian nomor satu, nyaris nol persen.
Namun ternyata, data internal Google memang menunjukkan nama D4vd sedang melonjak drastis. Hal ini terjadi setelah penyanyi bernama asli David Anthony Burke tersebut ditangkap dan didakwa atas kasus pembunuhan seorang remaja perempuan berusia 14 tahun.
Ketika Google akhirnya merilis daftar resmi pada Desember 2025 dan D4vd benar-benar berada di posisi teratas, taruhan Spagnuolo langsung menghasilkan keuntungan besar.
Selain D4vd, Spagnuolo juga disebut sempat bertaruh bahwa rapper Kendrick Lamar akan masuk daftar pencarian teratas saat data internal Google menunjukkan tren pencarian Lamar sedang naik.
Baca juga: DuckDuckGo Mendadak Naik Daun setelah Pengumuman Google
Tanggapan Google
Google mengatakan pihaknya kini bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk menyelidiki kasus tersebut.
Perusahaan juga menegaskan bahwa penggunaan informasi rahasia internal untuk memasang taruhan merupakan pelanggaran serius terhadap kebijakan perusahaan.
“Pegawai tersebut mengakses materi internal menggunakan tools yang tersedia untuk semua karyawan, tetapi penggunaan informasi rahasia untuk taruhan merupakan pelanggaran serius terhadap kebijakan kami,” kata juru bicara Google.
Jejak Judi Online di Balik Top Up QRIS Anak-anak di Toko Kelontong