Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home AI Anthropic Berita Featured Kecerdasan Buatan Spesial

    Anthropic Ungkap Claude AI Dipakai untuk Riset Senjata Biologis - Kompas

    6 min read

     


    KOMPAS.com - Perusahaan kecerdasan buatan (AI) Anthropic mengklaim berhasil menggagalkan sejumlah upaya penyalahgunaan chatbot Claude untuk riset yang berpotensi dipakai mengembangkan senjata biologis.

    Temuan ini diungkap dalam laporan intelijen ancaman terbaru perusahaan, "Countering misuse of AI: September 2026", yang dirilis awal bulan ini di situs resmi Anthropic.

    Dalam laporan itu, Anthropic mendokumentasikan lima kasus mencurigakan sepanjang akhir 2025 hingga pertengahan 2026.

    Antropic mengungkap, pelakunya mencoba memakai Claude untuk riset soal virus dan racun berbahaya.

    Eks Peneliti Anthropic Takut AI Jadi Super Cerdas dan Bisa Bunuh Manusia

    Sepanjang November 2025 sampai September 2026, Antrhopic mendeteksi 35 upaya berbeda yang mengarah ke riset biologi berisiko tinggi. Semua akun yang terlibat dalam lima kasus utama itu lantas diblokir pada Mei 2026.

    Baca juga: ChatGPT, Claude, dan Copilot Kini Bisa “Ngoding Bareng” di Slack

    Nama negara atau institusi di balik lima kasus itu tidak diungkap. Anthropic beralasan ingin melindungi penelitian sah yang mungkin dilakukan pihak terkait, di luar kasus penyalahgunaannya.

    Rincian lima kasus riset biologis

    Masih dari laporan yang sama. Temuan pertama yang diungkap Anthropic adalah soal permintaan menyusun proposal hibah riset untuk memodifikasi virus chikungunya, penyakit yang disebarkan oleh nyamuk.

    Tujuannya membuat virus itu lebih mudah menular sekaligus lebih sulit dideteksi sistem kekebalan tubuh.

    Kasus kedua berkaitan dengan riset adaptasi virus flu burung (H5N1) agar bisa menginfeksi mamalia dengan lebih mudah. Pelakunya disebut bekerja bertahap selama berminggu-minggu.

    Ia memakai Claude AI untuk membantu perencanaan studi, analisis data, dan interpretasi hasil ilmiah.

    Kasus ketiga adalah soal permintaan menyusun proposal hibah lengkap tentang cara menghindari deteksi pada orthopoxvirus, kelompok virus yang mencakup cacar (variola) dan mpox.

    Anthropic mengklaim, Claude AI buatannya menyelesaikan permintaan itu hanya sekitar satu jam, lewat layanan reseller yang melayani belasan pelanggan sekaligus.

    Dua kasus terakhir berkaitan dengan upaya memetakan racun alami dan merancang ulang struktur toksin.

    Salah satunya terhubung dengan institusi riset yang punya kaitan dengan kepentingan militer suatu negara. Lagi-lagi, Anthropic tidak menyebut negara mana.

    Baca juga: Petinggi Anthropic: Peluang AI Memusnahkan Manusia di Atas 10 Persen

    Coba akali blokir dengan proxy dan reseller

    Menurut Anthropic, pelaku memakai sejumlah cara untuk mengelabui sistem keamanan Claude.

    Ketika permintaan mereka ditolak model utama, mereka beralih ke layanan pihak ketiga alias reseller. Lewat jalur ini, permintaan disalurkan ke model AI yang pengamannya lebih lemah.

    Cara lain, mereka memakai proxy atau VPN untuk menyamarkan lokasi asli. Tujuannya adalah menghindari pembatasan akses yang Anthropic terapkan untuk wilayah tertentu.

    Akses Claude memang dibatasi dari sejumlah negara, termasuk China, Rusia, Iran, dan Korea Utara.

    Pembatasan itu bagian dari kebijakan keamanan nasional AS. Tapi bukan berarti kelima kasus riset biologis itu otomatis berasal dari negara-negara tersebut.

    Begitu pola pemakaian mencurigakan terdeteksi, Anthropic langsung memblokir seluruh akun yang terlibat. Temuannya dibagikan ke otoritas terkait dan sesama perusahaan AI. Anthropic juga memperketat sistem pengaman pada model-model terbarunya.

    Niat akhir tiap kasus tidak selalu bisa dipastikan. Tidak jelas apakah hasil risetnya benar-benar akan dipakai membuat senjata biologis, atau sekadar riset akademis yang penyampaiannya mencurigakan.

    Apapun tujuan tersbeut, Anthropic lebih memilih langkah preventif. Akun yang polanya dianggap berisiko tinggi tetap diblokir, ketimbang menunggu bukti niat jahat yang lebih pasti.

    Penyalahgunaan AI untuk riset senjata biologis, kata Anthropic, adalah salah satu risiko paling serius yang dihadapi industri AI saat ini.

    "Sebagai langkah kehati-hatian, kami telah meluncurkan model-model terbaru dengan pengaman lebih ketat. Pengaman ini membatasi akses ke berbagai jenis permintaan riset biologis yang berpotensi disalahgunakan (dual-use)," tulis Anthropic dalam laporan tersebut, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari TechSpot.

    Baca juga: Peneliti Anthropic Mundur dari Industri, Sebut AI Bisa Membunuh Manusia

    Laporan yang sama juga mengungkap penyalahgunaan Claude di luar isu senjata biologis. Cakupannya mulai dari operasi siber, pengawasan digital, sampai kampanye disinformasi yang disponsori negara.

    Salah satu contohnya operasi spionase yang dikaitkan dengan kelompok peretas Rusia, Midnight Blizzard. Kelompok ini disebut memakai Claude untuk membantu operasi siber mereka, terpisah dari lima kasus riset biologis di atas.

    Laporan ini disebut Anthropic bagian dari komitmennya untuk transparan soal risiko penyalahgunaan AI. Harapannya, langkah itu mendorong perusahaan AI lain melakukan pelaporan serupa.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Komentar
    Additional JS