Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home AI Berita ChatGPT Claude Featured Gemini Kecerdasan Buatan Spesial

    Bukan ChatGPT atau Claude, Ini AI Paling Memuaskan di 2026 Menurut Survei - Kompas

    8 min read

     

    KOMPAS.com - Chatbot AI bikinan OpenAI, ChatGPT, boleh saja menang "telak" di kategori AI paling populer dan paling banyak dikunjungi di dunia pada 2026 ini. Namun, lain cerita kalau berbicara soal layanan AI yang dianggap paling memuaskan untuk pengguna. 

    Survei terbaru American Customer Satisfaction Index (ACSI) menempatkan Gemini buatan Google sebagai platform AI dengan tingkat kepuasan pengguna tertinggi pada 2026.

    Dalam survei tersebut, Gemini mendapatkan skor 76 dari skala 100. Skor tersebut tertinggi di antara enam platform AI beken yang diteliti.

    Posisi kedua ditempati Microsoft Copilot dengan skor 74. Sementara ChatGPT dari OpenAI dan Claude dari Anthropic berbagi posisi berikutnya dengan skor sama, yakni 73.

    Robot Ini Bisa Kenali Keluarga, Bersihkan Rumah hingga Cari Kunci Hilang

    Grok dan Perplexity AI berada di urutan terbawah dengan skor masing-masing 71.

    Baca juga: Google Akhirnya Rilis Aplikasi AI Gemini untuk Windows

    Namun bisa dilihat, selisih antara platform dengan skor tertinggi dan terendah hanya lima poin.

    Artinya, meski Gemini berada di posisi pertama, tingkat kepuasan pengguna keenam platform tersebut sebenarnya relatif berdekatan.

    Berdasarkan data ACSI per Maret 2026, berikut urutan layanan AI yang dianggap paling memuaskan oleh pengguna.

    Lihat Foto

    Survei ini merupakan studi perdana ACSI yang secara khusus mengukur kepuasan pengguna platform AI. Sebanyak 2.711 responden dilibatkan dalam survei tersebut.

    Baca juga: Gamer PC Lebih Suka Windows 10 daripada Windows 11

    Enam platform yang dinilai adalah Gemini, Copilot, Claude, ChatGPT, Grok, dan Perplexity AI. Untuk menentukan skor tersebut, ACSI tidak sekadar bertanya platform AI mana yang disukai pengguna.

    Penilaian mencakup sejumlah aspek pengalaman pengguna, seperti kemampuan AI menangani tugas kompleks, keakuratan jawaban, kepercayaan pengguna terhadap platform, hingga antarmuka atau user interface.

    Perlu dicatat juga, hasil tersebut tidak berarti Gemini otomatis menjadi AI paling pintar dibandingkan ChatGPT, Claude, atau platform lainnya.

    Baca juga: Perusahaan Bimbel Online Bangkrut gara-gara ChatGPT

    Survei ACSI mengukur customer satisfaction atau kepuasan pelanggan, bukan kemampuan model melalui benchmark AI.

    Dengan kata lain, skor 76 menunjukkan bahwa secara keseluruhan pengguna yang disurvei merasa lebih puas dengan pengalaman mereka menggunakan Gemini berdasarkan indikator yang dinilai ACSI.

    Hasilnya bisa berbeda apabila keenam platform dibandingkan berdasarkan kemampuan coding, matematika, reasoning, penulisan, penggunaan tool, atau benchmark teknis lainnya.

    Baca juga: Hasil Ringkasan AI Google Akurat atau Tidak? Riset Membuktikan

    Pengguna lebih puas dengan subscription

    Celah keamanan pada ChatGPT yang berpotensi bocorkan data pengguna.

    Lihat Foto

    Survei ACSI juga menemukan perbedaan menarik antara pengguna secara keseluruhan dan mereka yang membayar layanan AI premium (subscription).

    Di antara versi berbayar, Gemini kembali mencatat skor tertinggi dengan 82 poin.

    Baca juga: Mengapa CEO Google Cemas dengan Tahun 2025?

    ChatGPT berada di posisi kedua dengan skor 80, lebih tinggi dibandingkan skor ChatGPT secara keseluruhan yang berada di angka 73.

    Sementara Perplexity mencatat skor terendah di kelompok layanan premium, yakni 74.

    Temuan ini menunjukkan pengguna yang berlangganan layanan AI cenderung memberikan tingkat kepuasan lebih tinggi dibandingkan skor keseluruhan platform.

    Baca juga: Ironis, Sanksi AS ke China Justru Lahirkan AI DeepSeek "Pembunuh" ChatGPT

    Fakta lain di balik pengguna AI

    Survei tersebut juga memberikan gambaran mengenai seberapa luas AI sebenarnya digunakan.

    Di tengah ramainya pembicaraan tentang ChatGPT, Gemini, dan berbagai chatbot lainnya, 56 persen responden ternyata mengaku belum menggunakan platform AI baru-baru ini.

    Dengan kata lain, hanya sekitar 44 persen responden yang tercatat baru-baru ini menggunakan AI.

    Baca juga: ChatGPT, Claude, Grok, dan Gemini Down Bersamaan, Penyebabnya Misterius

    Namun, pola yang berbeda terlihat pada mereka yang sudah menggunakan teknologi tersebut. Sebanyak 61 persen pengguna AI mengaku memakainya beberapa kali dalam sehari.

    Ini menunjukkan pola yang cukup kontras. Belum semua orang menggunakan AI. Namun bagi sebagian orang yang sudah mengadopsinya, AI mulai menjadi alat yang dipakai berulang kali dalam aktivitas sehari-hari.

    Secara umum, pandangan masyarakat terhadap masa depan AI juga tampak terbelah. Pasalnya, sebanyak 21 persen responden memiliki pandangan yang sangat positif terhadap masa depan AI.

    Di sisi lain, persentase yang sama, yakni 21 persen, justru mengaku sangat khawatir dengan masa depan teknologi tersebut, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Slash Gear.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Komentar
    Additional JS